Seaman personal blog

Indonesian seafarer

 

Updated, 09 April 2014

Untuk keperluan cek ijaza di sini berikut daftar seafarers code :

Nautika

No.  NRP               Seafarer code    Name

1.    20022640                                  AGUS HIDAYAT 18

2.    20022641       6200425237       AGUSTINUS ETTA 18

3.    20022642                                  AHMAD BAYU TRIYATNO 19

4.    20022643       6200403656       ALI HAFID 19

5.    20022639       6200416265       ALMA 21

6.    20022668       6200462060      ANDI RAMADHANSYAH 20

7.    20022644       6200403657      ARNOLDUS EDYSON TAEMNANU 20

8.    20022669                                 ASMUNI MARZUKI 18

9.    20022645      6200403655       ASWENDI 20

10.  20022646      6200410189       AULIAH 18

11.  20022647                                 BERLIAN 18

 

P2TL & DINAS JAGA ( Teori)

1. Sebutkan dengan jelas ketentuan yang diatur dalam STCW Code Chapter VIII, bagi seorang yang akan melakukan tugas jaga navigasi.

Jawab:

Ketentuan yang diatur dalam STCW Code Chapter VIII, bagi seorang yang akan melaksanakan tugas jaga navigasi agar selamat dan aman harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:

Menghindari kelelahan phisik dan mental (fatique)

  • Setiap orang yang diberikan tugas jaga harus mendapatkan waktu istirahat sekurang-kurangnya 10 jam dalam periode 24 jam.
  • Periode istirahat tersebut boleh terbagi tidak lebih dari dua bagian namun salah satunya tidak boleh kurang dari 6 jam. Persyaratan tersebut dapat/boleh menyimpang dalam hal emergency/ kondisi memaksa.
  • Dari 10 jam istirahat yang dipersyaratkan dapat dikurangi, namun tidak boleh kurang dari 6 jam per hari dan pengurangan itu tidak boleh lebih dari 2 hari dan dalam periode 7 hari sekurang-kurangnya diberi istirahat 70 jam.

Menjaga Kebugaran Jasmani dan Rohani

  • Dalam mencegah terjadinya kelelahan sisa waktu untuk istirahat tidak boleh digunakan untuk tugas jaga/tugas berat lainnya.
  • Pemberian kompensasi cuti merupakan faktor-faktor dalam mencegah kelelahan.
  • Untuk kapal-kapal yang pelayarannya berjarak pendek dapat dibuat ketentuan tersendiri.

Menghindari Penyalah gunaan obat-obatan dan alkohol (drugs and alcohol abuse)

  • Rasa putus asa, stress, frustrasi, cemas, kesakitan dan kekhawa tiran yang berlebihan membuat orang mengambil jalan pintas dengan cara meminum obat-obatan/narkotik melebihi dosis yang semestinya.
  • Kebiasaan seorang Pelaut dalam mengisi waktu luang dengan minum-minuman yang memiliki kadar alkohol tinggi sehingga dapat memabukkan.
  • Karenanya Nakhoda mempunyai kewajiban untuk mengawasi Awak kapal yang menyalah gunakan hal-2 tersebut diatas.

2. Bilamanakah seorang Mualim jaga di anjungan dapat bertindak sebagai pengamat seorang diri.

Jawab:

Mualim Jaga dapat sebagai pengamat seorang diri di anjungan bila :

  • Situasi dicermati (Pada siang hari ) tanpa keraguan bahwa tugas jaga memungkinkan dilakukan seorang diri dengan aman.
  • Faktor-faktor relevan yang diperhitungkan tidak terbatas pada :
    - Kondisi cuaca.
    - Jarak tampak.
    - Kepadatan lalu lintas.
    - Perkiraan akan bahaya navigasi.
    - Bernavigasi didekat atau dalam TSS.
  • Bila terjadi perubahan situasi secara tiba-tiba, bantuan segera dapat dihadirkan di anjungan.

3. Apa yang dilakukan Mualim jaga yang sedang bertugas dikapal dalam keadaan berlabuh jangkar.

Jawab:

Mualim yang bertugas jaga harus :

  • Menentukan posisi labuh jangkar pd peta yg sesuai.
  • Secara berkala check posisi kapal,bila mengijinkan.
  • Pengamatan/ronda keliling yg baik secara berkala.
  • Mengamati keadaan cuaca,pasang surut dan ombak.
  • Jika jangkar menggaruk, sgr lapor Nakhoda dan ambil tindakan yg sesuai.
  • Pastikan mesin siap utk olah gerak sewaktu-waktu.
  • Laporkan pd Nakhoda bila jarak tampak memburuk.
  • Siapkan isyarat lampu/bunyi & sosok-2 benda yg wajib diperlihatkan/diperdengarkan sesuai P2TL.
  • Menjaga lingkungan dr pencemaran sesuai Marpol 73/78.

KEAMANAN

PMTC: Pertamina Maritime Training Centre

Kecepatan aman:

Tekanan air terhadap kapal.

Jadikan air sebagai teman, kalau tidak ada air bagaimana kapal bisa mengapung.

Harus mengetahui karakter kapal dan karakter muatan untuk mendapatkan stabilitas yang baik.

Beban yang di ciptakan muatan terhadap kapal, kita perlu tahu.

Kapal itu mempunyai behaviour ada dua:

- diam,

- Bergerak

Diam karena hukum Archimedes,

Berikut adalah sumber yang dapat menjadi referensi:

  1. Untuk keperluan Lapoan pengesian log book dll, cuaca Beaufort Scale.  bisa di lihat di sini: Beaufort Scale
  2. Stasiun Maritim Tg. Priok lihat disini: Tg. Priok
  3. Prakiraan Gelombang Signifikan lihat disini: Peta prakiraan
  4. Prakiraan Swell dapat di lihat disini: Prakiraan Swell

Update: 19/09/2013 Java sea

Offshore North West Java , PHE

OIL SPILL CHECKLIST

Comments off
  1. If oil spill on board, immediately report to officer on watch, call master/chief engineer.

  2. Stop bunkering, ballasting and cargo preparations, take precautions for inflammable gases and risk of fire.

  3. Alert the oil spill response team, identify the source of oil spill, if necessary use other emergency plan/checklist.

  4. Immediately call the company and brief the incident.

  5. Make oil pollution initial notifications immediately to appropriate shore authorities (coast state, port state, flag state) and local agent/charterer.

  6. Take steps to control oil spill and prevent oil escape overboard. Clean up oil on deck by all means.

  7. Take measures to prevent/control fire risk and prepare lifeboat and lifesaving equipment for emergency.

  8. Make oil spill report soonest to the company.

  9. Follow up status reports to shore authority as appropriate. All actions to be recorded in deck log book/official log book.

  10. Follow up status report to the company at 3 hourly intervals until crisis is over.

  11. Maintain all records of communication time OOW.

Update:  www.noltime.com

Java Sea 24/08/13

Apa yang di maksud dengan istilah Kongsberg SDP-21, Converteam ADP21?

Pada DP System Kongsberg memakai SDP (Simrad Dynamic Positioning) dan pada system lain Converteam memakai ADP (Albatross Dynamic Positioning). Kedua istilah SDP dan ADP ini memakai technologi yg berbeda namun tujuan kerja adalah sama. Pengertian umum dari perbedaan masing – masing yang seperti ditemui dalam pengesian DP log book adalah sbb:

SDP 11 – One Computer, basic system
SDP 12 – One Computer, integrated system
SDP 21 – Two computers, dual redundancy, basic system
SDP 22 – Two computers, dual redundancy, integrated system
SDP 31 – Three computer, triple redundancy, basic system
SDP 32 – Three computers, triple redundancy, integrated system

Smoga bermanfaat. masih kurang apabila ada yang bersedia menerangkan lebih jauh.

Oleh : Mas. Edy

 

Update 20/07/2013 S’pore E’strn anchorage.

Update 06 Jan 2013

By Mas Edy

 

Abandon Dive:
Equivalent to red alert when divers return to the bell immediately and bell is brought back to the surface.

Artemis:
Radio system used to measure vessels position. System operates using a microwave frequency and measures the range and bearing of the vessel from a fixed station that is generally installed on a platform.

Back-up DP:
A physically separate DP control system that will be available in the event of a total failure of the main DP control system.

Beacon:
Free running device on seabed that generates acoustic pulses that are received by the HPR system and used to establish the vessels position.

Blackout:
Loss of all main electrical power.

By mas Edy
Abudhabi, 12 May 2012

Bollard pull:
The towing vessel’s pull normally specified as maximum continuous pull

Bridle towing arrangement:
Two wires or chains of equal length arranged as a triangle that connects the installation to the towing vessel

J-chaser:
Hook used by anchor handling vessels to “fish” the installation’s anchor lines

Kenter link:
Device for linking two chain lengths

Pear link:
Device for linking two different chain dimensions

Pendant:
Wire hanging permanently attached to the installation used for chasing out anchors. PCP (Permanent Chain Pendant)

Pennant wire:
Buoy wire; wire from the seabed up to a buoy on the surface

Permanent chaser:
Ring fitted over the anchor line connected to the pendant wire. Used by anchor handling vessel when hoisting

Swivel:
Connecting link or device used to prevent wire rotation

Toolbox Talk:
A meeting of the individuals due to be involved in an imminent task to review the task, individual responsibilities, equipment required, competency of the individuals, hazards, any Safe Job Analysis or Risk Assessment and/or Permit to Work in place, simultaneous tasks ongoing which may affect the task and any other relevant subject.

continue reading…

TORSION

Comments off

Oleh Tim Sukses Pasis 15

Feb, 2011

 

TORSION

Melintir adalah suatu ungkapan untuk menerangkan dampak pada suatu bangunan kapal setelah penempatan DWT ke seluruh bagian nya.

Secara tekhnis dapat di katakan sebagai resultance moment – pelintir yang bekerja mengelilingi sumbu membujur dari kapal. Jika sebuah kapal seharus nya bergerak terputar bebas tetapi terhambat oleh moment tahanannya maka bangunan nya akan terpelintir karena stressnya. Dapat mudah terlihat di daerah kamar mesin, AS baling – baling dalam system putaran baling – baling untuk kapal berlayar.

Untuk umumnya kapal tidak mudah terpengaruh dengan aksi – aksi pemuatan bobot walapun semua kapal bisa saja terpelintir karena gelombang laut yang dinamis itu.

Terutama pada kapal – kapal container dalam keadaan keselamatan dan di haruskan untuk:

a. Berlayar tegak atau hampir tegak karena alasan – alasan kenyamanan dan keamanan sesaat/sejenak.

Moment kiri ~ moment kanan.

b. Muatan dalam container kelihatan nya simetris dalam bay row dan tiers. Secara Moment tidak begitu, misalnya moment kiri dari bay 01 terimbangi dengan moment kanan dari katakanlah bay 14.

continue reading…

Oleh Mas Edy
Onboard 17 Oct 2011

 

Mate Receipt (Resi Mualim) :

ialah suatu  tanda terima  oleh  pihak kapal yang diberikan kepada pemuat muatan. Isi Resi ini menjadi dasar acuan pembuatan konosemen atau Bill of Lading ( B/L).
Jika muatan yang diterima di kapal tidak sesuai yang tercantum dalam resi mualim, maka mualim kapal harus membuat catatan khusus pada resi mualim tadi, atau dapat juga dibuatkan cargo damage report.
Resi mualim dibuat dengan beberapa copy, antara lain untuk agen, untuk kapal, untuk pemuat muatan dll yang dianggap perlu.

Letter of indemnity (Surat Jaminan) :
ialah  suatu  surat  pernyataan  yang  dibuat oleh sipemuat muatan yang mengakui akan adanya kerusakan – kerusakan muatan yang dimuatnya agar supaya dalam konosement tidak ditulis mengenai kerusakan – kerusakan tersebut, sehingga yang bersangkutan mendapatkan konosemen yang berisi ( Clean Bill of Lading ). Letter of Indemnity ini berguna bagi sipengangkut muatan untuk menghindari Claim ganti rugi, dan hanya diberikan bagi pemuat muatan yang sudah dikenal dan yang bonafide saja.

Tally Sheet (Daftar Isian Perhitungan):
ialah suatu buku/blangko yang dibuat khusus untuk mempermudah pencatatan jumlah barang yang dibongkar atau dimuat.

Cargo Manifest (Surat Keterangan Muatan) :
ialah berupa surat pernyataan dari Nakhoda mengenai seluk beluk muatan dikapalnya yang mencantumkan :
- Nama kapal & nomor pelayaran & nama Nakhoda.
- Pelabuhan muat & Pelabuhan Bongkar.
- Jenis muatan dan jumlah muatan serta beratnya.
- Dll

Oleh Mas Edy

Date: 30 Aug 2011

 

Untuk handphone Nokia, samsung, motorola, dll
Data Bearer           : packet data
Access point name : etisalat.ae
User name             : (kosongkan aja)
Pasword                :(kosongkan aja)
Homepage             : http://www.etisalat.ae

 

Untuk USB Modem
Conection name    : Etisalat AE
Dial-Up Number     : *99#
APN                       : etisalat.ae

 

Demikian smoga bermanfaat.

Oleh mas Edy
Date: 08/05/2012

Ada beberapa provider di Abudabi dan salah satu yg saya maksud adalah Etisalat.
Etisalat ini banyak di minati karena jangkauan signal nya cukup memuaskan bagi kebanyakan pelaut indonesia yg pada akhir nya saya juga ikut memilih kartu ini.

Tujuan saya selain menggunakan sebagai sarana telepon, bisa juga untuk internet, terhubung dgn WhatsApps messanger , sosial media dll.
Singkatnya saya akan paparkan cara mendaftar internet dgn kartu Etisalat untuk handphone nokia, samsung dll yg tidak ada langganan internet blackberry, dan dgn cara ini juga anda bisa buka internet di laptop via smartphone anda sebagai modem dan tanpa kena biaya tambahan lagi seperti pada paket blackberry.

1. Pastikan anda memiliki pulsa 150 AED.

2. Ketik SMS dgn format seperti di bawa ini lalu kirim ke 1010

3. Anda akan mendapat balasan sms from: etisalatINF “Thank you for the subscription request. Your request is under process and you will receive a confirmation SMS after the service is activated for you. ”

4. Tunggu beberapa saat untuk mendapatkan balasan komfirmasi seperti pemberitahuan hal no.3 tbt.

5. Bila anda belum juga menerima SMS yg kedua dlm 1 or 2 jam, langsung aja bisa menggunakan untuk browsing, namun pastikan dulu dgn mengecek qouta dgn *144*3#  atau *170#

continue reading…

Oleh mas Edy

Updated 26 July 2011

Noltime.com
Apa yang di maksud dengan Controllable Pitch Propeller?

Jenis baling-baling yang daun baling2nya dapat diubah-ubah kedudukannya sesuai kecepatan yang diinginkan, tanpa merubah kecepatan/putaran mesin

Berikan keuntungan2 dan kerugian dari baling2 Controlable Pich Propeller (CPP) dibandingkan dg Fixed Pich Propeller (FPP)
Keuntungan CPP dibandingkan dgn FPP :
- Pada baling2 CPP tidak ada putaran kritis.
- CPP hemat bahan bakar
- Kisarnya dapat diatur

- Dapat mengganti blade baling2 tanpa kapal naik dok.

Kerugian CPP dibandingkan dgn FPP
- Mahal
- Perawatan susah
- Mempunyai rongga2 pada shaft propeller sehingga kalau terjadi benturan bisa bengkok / patah.

- Tros mudah terbelit

Sumber lain baca ini

Updated 23 July 2011

I. All ships (semua kapal)

  1. International Tonnage Certificate (1969), Tonnage Convention,article 7
  2. International Load Line Certificate, LL Convention, article 16; 1988 LL Protocol, article 18
  3. International Load Line Exemption Certificate, LL Convention, article 6; dan 1988 LL Protocol, article 18
  4. Intact Stability Booklet, SOLAS 1974, regulations I I – 1 / 2 2 and I I – 1 / 2 5 – 8 ; dan 1988 LL Protocol, regulation 10
  5. Damage control plans and booklets, SOLAS 1974, regulations I I – 1 / 2 3 , 2 3 – 1 . 2 5 – 8 ‘ dan M S C / C i r c . 9 19
  6. Minimum safe manning document, SOLAS 1974 ( 2 0 0 0 amendments), regulation V / 1 4 .2
  7. Fire safety training manual, SOLAS 1974 ( 2 0 0 0 amendments), regulation II 2 / 1 5 . 2 .3
  8. Fire Control plan/booklet,
  9. On board training and drills record
  10. Fire safety operational booklet
  11. Certificates for masters, officers or ratings
  12. International Oil Pollution Prevention Certificate
  13. Oil Record Book
  14. Shipboard Oil Pollution Emergency Plan
  15. International Sewage Pollution Prevention Certificate
  16. Garbage Management Plan
  17. Garbage Record Book
  18. Cargo Securing Manual
  19. Document of Compliance
  20. Safety Management Certificate International Ship Security Certificate (ISSC) or Interim International Ship Security Certificate
  21. Ship Security Plan and associated records
  22. Ship Security Plan and associated records (continued)
  23. Continuous Synopsis Record (CSR)
 

continue reading…

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2014 Seaman personal blog Design oleh Arnold