Oleh Mas Edy

On shore, 18 January 2010

a. Bahaya-bahaya keracunan

Bahaya keracunan minyak bumi akan di alami seseorang bila ada kontak dgn nya. Petunjuk yg tepat kadar raccun gas utk menghindari gangguan / bahaya kesehatan di tunjukan oleh nilai ambang batas & Time Weighted Average ( T.L.V & T.W.A ) yg dinyatakan dalam ppm.

T.L.V Threshold Limid Values, angka ini di dapat dari rumus oleh badan kesehatan kerja.

Apabila T.L.V nya menurun maka gas tersebut beracun.

Gas L.P.G T.L.V di atas 1000

T.L.V (NAB) kadar maksimum gas dalam udara dinyatakan dlm ppm dimana seseorang dpt tinggal selama 8 jam / hari kerja atau, 40 jam per minggu kerja terus menerus tanpa efek yg merugikan.

b. Kontak dgn cairan minyak bumi.

Ada dua yaitu: bila tertelan akan mual dan muntah. Bila mengenai kulit akan menimbulkan rangsangan pada kulit kemudian menimbulkan radang kulit (dermatitis)

c. Menghirup Gas minyak bumi

Akibat utama ialah kehilangan kesadaran (narcosis), gejala-gejala pertama: pusing, mata pedas, berkurangnya kesadaran (mabuk). Utk konsentrasi/kadar tinggi dapat lumpuh, hilang rasa atau mati.

d. Menghirup Aromatik Hidrokarbon

T.L.V zat tersebut lebih rendah dari minyak bumi biasanya misalnya benzene sebesar 10 ppm. Dengan arti kata lain bahwa zat ini lebih berbahaya dapat menimbulkan akibat yg kronis, bila di hirup dlm konsentrasi yg tinggi.

e. Menghirup Hydrogen Sulfide

f. Bensin (Gasoline) Mengandung timah hitam

Karena Tetra Ethyl Lead (TEL) atau TML Tetra Methyl Lead. yang di tambahkan pada bensin tidak cukup banyak untuk menghasilkan gas beracun, maka kadar racunnya sama dgn gas minyak bumi biasa.

TEL dan TML tidak terbakar tapi di keluarkan liwat knalpot pada kendaraan.

apabila di campur dgn TEL dan TML gas bensin benar – benar terbakar sempurna, sehingga bensin kelihatan irit.

Pada pertamax tidak menggunakan TEL dan TML.

Minyak yg mempunyai kadar belerang tinggi di sebut:

Sour Crude H2S > 10ppm kadar belerang tinggi

Sweet crude kadar belerang rendah

Brend crude menjadi patokan harga minyak.

Minyak yang mengandung kadar belerang tinggi mengandung gas H2S yg beracun tinggi.

H2S membuat daya penciuman kita menurun.

Manusia membutuhkan oxygen 21% apabila oxygen 16% maka manusia akan mengalami lumpuh pernafasan.

Asphyxia adalah kekurangan oxygen.

Otak manusia tidak mendapatkaan Oxygen selama 3 menit akan mengalami kematian otak.

Alat penunjuk gas pengukuran konsentrasi hydrocarbon bernama: Catalytic Filament Combustible Gas (CFCG) di gunakan untuk mengukur konsentrasi – konsentrasi kecil gas – gas hydrocarbon yg berada di bawa batas terbakar (LFL) dalam atmosfir yang mengandung sejumlah oksigen oxygen yg cukup menunjang pembakaran.skala di ukur dalam % LFL ataupun % LEL.

Tankscope : alat untuk mengukur gas Hydrocarbon/ Oxygen dalam volume 1%

Oxygen tualyser : mengukur gas Hydrocarbon/ Oxygen dalam HC pada LFL maka, 100 % sama dgn 1 %.

Dalam perdagangan komersil ada dua jenis alat utk mengukur konsentrasi gas hydrocarbon yg melebihi batas bawa terbakar atau dlm atmosfir yg kekurangan oksigen oxygen (dimasukan gas lembam) yaitu yg dinamakan:

  • The non Catalytic Filament Gas Indicator dan,
  • The Refractive Index Meter.

Gas Indicator

  • The Combustible Gas Indicator :
  • 1. Explosimeter

    2. Gas cope

    3. Tanks cope

    4. HC Detector

     

    Oxygen

    1. O2 meter

    2. O2 monitor

    3. O2 analyzer

    Gas – Gas lain

    Micter

    Untuk semuanya: Multi gas detector.

     

     

    T.L.V gas Hydrocarbon adalah 300 ppm

    Skala pengukuran explosimeter :

    1% = 1/100

    ppm = 1/1000.000

     

    jadi:

    1% = 1/100 : 1/1.000.000

    = 10.000 ppm

    pada explosimeter skalahnya ada 100, apa bila terbaca 30 berarti 10.000/100 x 30 = 3000 ppm. blm aman TLV harus 300 ppm.