Seaman personal blog

Indonesian seafarer

Browsing Posts in Hukum Maritim

    Review kembali: 18/Mar/2016
    Mata kulia: Hukum Maritim
    Dosen: Capt. Pramono
    Date: 22/10/2013

    (Coret-coretan catatan pelajaran, mohon kembali ke buku! tidak diperkenankan dijadikan acuan)

    Catatan Hal. 2 ( hal 1, 2 di kertas )
    Soal kelayak lautan,
    >>Keselamatan kapal. Hal 32.
    Solas 74 terdiri dari 12 Chapter ( Hal 33)
    Kapal bendera Indonesia wajib masuk BKI Class ( hal 34)
    BKI belum masuk dalam angggota IACs. BKI bisa masuk anggota IACs apabila sudah 16jt kapal telah diklaskan.

continue reading…

Berikut adalah sumber yang dapat menjadi referensi:

  1. Untuk keperluan Lapoan pengesian log book dll, cuaca Beaufort Scale.  bisa di lihat di sini: Beaufort Scale
  2. Stasiun Maritim Tg. Priok lihat disini: Tg. Priok
  3. Prakiraan Gelombang Signifikan lihat disini: Peta prakiraan
  4. Prakiraan Swell dapat di lihat disini: Prakiraan Swell

Update: 19/09/2013 Java sea

Perbaharui: 21/02/16 Cula-1, Ujung Kulon Indian Ocean

Offshore North West Java , PHE

OIL SPILL CHECKLIST

Comments off
  1. If oil spill on board, immediately report to officer on watch, call master/chief engineer.

  2. Stop bunkering, ballasting and cargo preparations, take precautions for inflammable gases and risk of fire.

  3. Alert the oil spill response team, identify the source of oil spill, if necessary use other emergency plan/checklist.

  4. Immediately call the company and brief the incident.

  5. Make oil pollution initial notifications immediately to appropriate shore authorities (coast state, port state, flag state) and local agent/charterer.

  6. Take steps to control oil spill and prevent oil escape overboard. Clean up oil on deck by all means.

  7. Take measures to prevent/control fire risk and prepare lifeboat and lifesaving equipment for emergency.

  8. Make oil spill report soonest to the company.

  9. Follow up status reports to shore authority as appropriate. All actions to be recorded in deck log book/official log book.

  10. Follow up status report to the company at 3 hourly intervals until crisis is over.

  11. Maintain all records of communication time OOW.

Update:  www.noltime.com

Java Sea 24/08/13

Oleh Mas Edy
Marine Higher Education Institute
In progress Updated, 28 Mar, 2011
Noltime.com|Hukum Maritime, catatan belajar-ku
Hukum Maritime (edit by mas Edy)

 

1. …………..
a. Dalam syarat-syarat (kondisi) asuransi dikenal adanya “Deductable Clause” jelaskan maksudnya dan besar kecilnya deductable untuk pertanggungan atas kapal tergantung dari apa saja?
Jawab:
Yang dimaksud dg “Deductable Clause” dalam asuransi laut adalah klausala yang menyatakan bahwa asuransi hanya akan memberikan ganti rugi atas kerugian yang diderita oleh tertanggung sebesar jumlah kerugian yang diderita oleh tertanggung sebesar jumlah kerugian dikurangi dg jumlah potongan yang diterapkan besarkecilnya potongan (deductable) tergantung dari pada :
  • Umur kapal
  • Klasifikasi kapal
  • Banyaknya claim yang diajukan setahun sebelumnya
b. Apa yang dimaksud dengan istilah2 – Will full misconduct, Wear and Tear, Inherent Vice, Rat or Vermin dalam asuransi laut ?

continue reading…

Laytime

1 comment
Oleh Mas Edy

Marine Higher Education Institute
In progress Updated 07 Nov, 2010

Noltime.com  – Memuat, Hukum Maritim, catatan belajar-ku
Laytime adalah periode waktu yang telah disepakati antara para pihak di mana pemilik kapal akan membuat dan menjaga kapalnya tersedia untuk memuat / pemakaian tanpa pembayaran tambahan untuk barang tersebut.
Dalam pelayaran komersial, laytime adalah jumlah waktu yang diperbolehkan (dalam jam atau hari) dalam Kontrak Affreightment atau Piagam Partai untuk bongkar muat kargo. Jika laytime telah terlampaui, demurrage terjadi.

Atau, Waktu yang diberikan oleh pemilik kapal (dinyatakan sebagai jumlah hari atau jam atau sebagai jumlah ton per hari) kepada pencharter atau pemegang bill of lading di mana untuk memuat dan atau pembongkaran kargo.

continue reading…

Pencemaran Laut

Comments off
Oleh Mas Edy

Marine Higher Education Institute
In progress Updated 02 Nov, 2010

Noltime.com  – Hukum Maritim, catatan belajar-ku

TANGGUNG JAWAB PIDANA dan PERDATA BERKAITAN DG PENCEMARAN LAUT :
Sesuai CLC 69 maka pemilik kapal dibebani tanggung jawab atau STREETLIABILITY atas kerusakan lingkungan laut yg disebabkan dari kapalnya, dg kata lain pemilik bertanggung jawab atas kompensasi kerusakan lingkungan laut akibat pencemaran dari kapalnya .
Tanggung jawab PIDANA yaitu , tanggung jawab yang dibebankan pada awak kapal dengan ancaman penjara / denda apabila membuang limbah minyak dg sengaja dan tidak mengikuti ketentuan yang berlaku .
Tanggung Jawab PERDATA yaitu, tanggung jawab yg dibebankan pada pemilik kapal berupa ganti rugi / kompensasi apabila kapalnya menimbulkan kerusakan laut akibat pencemaran .

continue reading…

Oleh Mas Edy

Marine Higher Education Institute
In progress Updated 02 Nov, 2010

Noltime.com  – Hukum Maritim, catatan belajar-ku
Apakah kepanjangan dari P & I Club, dan lembaga apakah itu?
JAWAB
P&I (Protection and Indemnity ) Club Oleh karena tidak semua kerugian dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi, maka para pemilik kapal membentuk suatu perkumpulan antara sesama mereka yang berfungsi menanggung kerugian yang tidak mendapat ganti rugi dari perusahaan asuransi (underwriter). Pekumpulan tersebut diberi nama Protection and Indemnity ( P&I Club).
Perkumpulan in dijalankan oleh Manager yang mengumpulkan iuran (berdasarkan GT), membantu anggota dalam claim dan membayar claim. .

 

Kerugian –kerugian apa saja yang dilindungi oleh P & I Club terhadap para annggotanya yang mengalami kerugian akibat pengoperasian kapal ?
JAWAB
Hal-hal yang termasuk dalam tugas P&I Club adalah menyangkut Protection (perlindungan) dan Indemnity (jaminan) Protection: Kerugian karena tubrukan. Biasanya yang diganti oleh asuransi hanya ¾ dari kerugiann(RDC ¾),sisanya dari kerugian dibayar oleh P&I Club.
  • Ganti rugi untuk kehilangan jiwa dan kecelakaan orang.
  • Biaya ABK yang sakit atau yang dipindahkan (biaya perjalanan dalam mutasi)
  • Biaya pengobatan atau dokter ABK atau penumpang yang sakit atau mengalami kecelakaan sepanjang menurut peraturan menjadi beban pemilik kapal.
  • Biaya mengangkat kapal yang tenggelam.
  • Ganti rugi atas kerugian yang ditimbulkan oleh kapal terhadap dermaga, tambatan kapal dan benda-benda lain di pelabuhan.
  • Biaya karantina Ganti rugi atas kerugian atau kerusakan barang-barang yang diangkut sebagai akibat dari kesalahan dalam navigasi (improper of navigation)
  • Ganti rugi kepada kapal lain yang mengalami kerusakan yang ditimbulkan oleh kapal kita (bukan tubrukan).
  • Denda-denda yang berhubungan dengan pelanggaran pabean dan Imigrasi.
  • Claim-claim kerugian dan kerusakan sehubungan dengan urusan resmi pemilik kapal yang menurut Committee termasuk dalam tanggungan P&I General Average
  • GA yang tidak ditanggung pemilik muatan Pencemaran laut Indemnity Claim yang diajukan atas kekurangan atau kerusakan muatan yang diangkut oleh kapal yang dipertanggungkan, termasuk mata uang emas dan perak yang tercantum dalam klausul perlindungan Bill of Lading‘. Bagian muatan yang terkena General Average yang tidak dapat ditanggung oleh pemiliknya karena kapal tidak laik laut. Kata Average berasal dari bahasa Perancis “Averie”,orang Inggeris menyebutnya “Average”,orang Belanda menyebut “Avery”.Para pakar hukum Indonesia menterjemahkan menjadi “Awar” yang berarti kerugian

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2017 Seaman personal blog Design oleh Arnold