Skip to content

Archive

Category: Everyday Seaman

Oleh: Mas Edy

Monday, 1 June 2009

Berbicara tentang inspeksi, meriksa memeriksa di atas kapal, saya pada awal mengalaminya saat Eksternal Audit wah uda pada ngapalin tugas-tugas masing-masing dan beberapa poin yang di bagikan C/O. uda dek dekan ngapalinya. Trus adalagi nih katanya kalo kapal masuk singapore naik PSC gawat lagi bisa di turunin.. hehe buat cuit nyali juga sih.. mo join ke perusahaan luar.

Aturan atau regulation selalu terlintas di benak kita akan pekiran yang ruwet, was-was dan sebagainya. Namun, sebenarnya menghadapi sebuah Inspection tidak lah harus cemas bekerja dengan keras, tetapi jalanilah pekerjaan di atas kapal sebagaimana biasanya. Tentu dalam arti biasanya yang sesuai dengan waktu kerja, porsi kerja dan regulation pula. Dengan tanda kutip bukan bekerja ala di kapal tug boat, yang sebagian besar hanya pada tugas classic saja yaitu: jaga, makan tidur, bangun nyampe pelabuhan dan pulang rumah… Maaf ya bukan menyinggung. please jgn marah. he2.

continue reading…

Di tulis oleh: mas Edy

Friday, 29 May 2009

Berlayar jaman sekarang bisa dikatakan paling mudah di banding bapak2 kita pelaut tahun 80-an. sekarang ini sangat di manjakan dengan segala kemudahan dari kemajuan tehnologi, baik perangkat Navigasi yang canggi, permesinan yang serba automatic dimana pengoperasiannya tinggal jaga alarm berbunyi artinya anda harus bergegas dari tempat duduk dan melihat tindakan apa yang anda harus ambil.

 

Sebenarnya pesawat apapun diatas kapal pasti ada manual book-nya, seperti contoh kecil saja ada pemasangan alat navigasi baru baik itu GPS, AIS, dll di anjungan pasti ada operation manualnya. Pertama kali saya berlayar awalnya terasa susah sekali karena belum memahami betul apa itu berlayar. Yang saya tau mengemudikan kapal dari suatu pelabuahan sampai pelabuhan tujuan dengan syukur selamat selesai. Ternyata menunjang operasional kapal, seorang mualim harus di bekali oleh ilmu Navigasi yg cukup. Memang di bangku kulia kita sudah di bekali dengan dasar pengetahuan, tetapi nama nya manusia tidak mungkin menyimpan semua aturan, teori dalam memori nya.

continue reading…

Oleh: mas edy

On board Tuesday, 17 March 2009

Sepanjang bulan maret saya absent internet, begitulah seorang pelaut hanya ingin sekedar menulis cerita pengalaman hidup seorang popeye.

Saya baru sebualan ini join lagi di salah satu kapal tanker perusahan korea, naik di Durban S.A lalu next port ke India. Singkat saja liku-liku kehidupan di kapal memang suatu pengalaman yang unik dan baru pertama kali ini saya ngumpul dengan crew kapal orang korea. Di atas kapal ada juga burma dan china, tapi sebelumnya sudah perna ngumpul. hanya korea saja yang baru pertama kali ini. Sebuah pengalaman yg sebenar nya bukan unik tapi pengalaman yang bisa saya sebut gila.

Saya sedang menulis cerita ini baru saja tadi pagi kira2 pergantian jaga 2/Off ke C/Off posisi kapal sedang berlayar menuju India passing Mozambique Channel ( antara Madagascar dan Benua Africa ).

Hari ini tanggal 17 March 2009 benar2 merubah pola pemikiran saya yang dulunya selalu mengalah tetapi kali ini dan mungkin ke depannya saya harus menjadi jati diri saya yang sebenarnya. Kalau orang Rote (Ibu rote, ayah dari daratan Timor) yang meratau mempunyai satu tekat dalam hati " Saat Orang rote NTT meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke negeri orang nyawa pemuda tsbt sebenarnya sudah di bayar" hidup mati di negeri orang apapun persoalan hidupnya pantang menyerah bila harus mati sekalipun.

wah seram juga neh cerintanya he2..

continue reading…

" Menyongsong Badai "

Di tulis oleh: Prasongko C/O

26 January 2009

 

Kapal Bima 1 diambil dari bahasa (Jawa)
Indonesia bernakhodakan Capt Damar Samudro tetapi berbendera Panama,sungguh ironis sekali. Kapal dengan panjang 315 m itu kini dalam komandoku. Ya kira-kira tiga kali panjang lapangan sepak bola. Route pelayaran pun berubah, kini menjadi antarnegara. Pernah kutanyakan pada bagian operasional dan perawatan kapal, kenapa kapal milik BUMN ini berbendera Panama? Bukankah kita bisa dan lebih bangga kalau merah putih berkibar di kapal, bahwa kapal Indonesia pun mampu melakukan pelayaran samudera seperti bangsa-bangsa maritim lainnya. Dengan alasan yang diplomatis bagian operasional dan perawatan pun menjelaskan alasannya. Entah alasan itu benar atau salah menurutku, tetapi jelas membuat hatiku kecewa kalau BUMN saja tidak berkenan menggunakan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI),

 

continue reading…

Di tulis oleh Arnoldus Edyson Taemnanu 2/O

Mualim adalah anak buah kapal (ABK) yang berijazah pelayaran niaga Nautika dan mendapat kedudukan atau jabatan di atas kapal sebagai perwira di bawa Captain. Mualim di kenal dengan Deck Officer di bagi dalam beberapa tingkat sesuai dgn tugas dan tanggung jawabnya yaitu:

continue reading…

Hari ini saya mulai meng-update lagi blog ini, sudah lama yah saya diamin blog ini karena berbagai hal, maklum nama nya juga sibuk… sibuk mencari jati diri he he. maksud nya sibuk ngurus karir… yah karir dan karirrrr..

Saya memulai cerita-cerita saya yang

continue reading…