Seaman personal blog

Indonesian seafarer

Browsing Posts in General cargo

Updated 23 July 2011

I. All ships (semua kapal)

  1. International Tonnage Certificate (1969), Tonnage Convention,article 7
  2. International Load Line Certificate, LL Convention, article 16; 1988 LL Protocol, article 18
  3. International Load Line Exemption Certificate, LL Convention, article 6; dan 1988 LL Protocol, article 18
  4. Intact Stability Booklet, SOLAS 1974, regulations I I – 1 / 2 2 and I I – 1 / 2 5 – 8 ; dan 1988 LL Protocol, regulation 10
  5. Damage control plans and booklets, SOLAS 1974, regulations I I – 1 / 2 3 , 2 3 – 1 . 2 5 – 8 ‘ dan M S C / C i r c . 9 19
  6. Minimum safe manning document, SOLAS 1974 ( 2 0 0 0 amendments), regulation V / 1 4 .2
  7. Fire safety training manual, SOLAS 1974 ( 2 0 0 0 amendments), regulation II 2 / 1 5 . 2 .3
  8. Fire Control plan/booklet,
  9. On board training and drills record
  10. Fire safety operational booklet
  11. Certificates for masters, officers or ratings
  12. International Oil Pollution Prevention Certificate
  13. Oil Record Book
  14. Shipboard Oil Pollution Emergency Plan
  15. International Sewage Pollution Prevention Certificate
  16. Garbage Management Plan
  17. Garbage Record Book
  18. Cargo Securing Manual
  19. Document of Compliance
  20. Safety Management Certificate International Ship Security Certificate (ISSC) or Interim International Ship Security Certificate
  21. Ship Security Plan and associated records
  22. Ship Security Plan and associated records (continued)
  23. Continuous Synopsis Record (CSR)
 

continue reading…

Memuat kulit

Comments off

Oleh: Mas Edy

On shore : 31 January 2010

Kulit dimuat berlembar, atau beberapa lembar diikat jadi satu (ikatan), berbentuk segi empat. Kulit yg masih basah (mentah) di padatkan perlembar di dalam palka, dan harus di cegah kontak langsung dgn bagian2 kapal atau logam- logam lainya. Susunan nya harus datar, dgn menggunakan garam di antara setiap lapisan. Pemadatan yg paling baik ialah bagian yg tidak berambut di tutupkan dgn yang tidak berambut sambil menyebarkan garam di antaranya sehingga yg berambut juga akan berhadapan dgn yg berambut.

Kulit yg telah di persiapkan dgn baik sebelum di muat, biasanya dalam ikatan – ikatan yg berbentuk segi empat, dimana bagian yg ada rambut nya terletak di sebelah luar. Kulit dapa di rusak oleh air hujan, air tawar, logam dan lumut.

Karena kulit mengeluarkan bauh yg tajam, maka harus di pisahkan dari jenis – jenis muatan yg pekah terhadap odor dan juga basah udara. Peranginan harus baik dan kayu terapan harus dari bahan yg tidak merusak kulit.

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2017 Seaman personal blog Design oleh Arnold