Seaman personal blog

Indonesian seafarer

Browsing Posts in Deck officer

Istilah English Maritime

2 comments

Oleh Mas Edy

On shore 11 September 2010

 

Bila anda memiliki waktu 10 menit dan berkenan, tolong tambahkan koleksi istilah umum anda di kapal pada kolom komentar paling bawah postingan ini. Trims

 

  • Daerah Wajib Pandu= Pilotage Compulsory area
  • Daerah Jelajah Pandu= Pilot Cruising Area
  • Pandu Wajib/Operational= Pilot Compulsary
  • Bui Luar= Outer Buoy
  • Ambang Luar= Outer Bar
  • Muara= Estuary
  • Sungai= River
  • Tepi Sungai= River Banks
  • Sumbu Sungai= Centre Of River
  • Alur pelayaran= Fair Way/Channel
  • Gerakan Melalui 3 Sumbu kpl =X :Surging Rolling –Y=Pitching – Swaying — Z=Yawing — Heaving
  • Gerakan antara melintang dan buritan = lurching
  • Arus Pasang/Surut= Tidal streams
  • Alun/Gelombang = Swell
  • Sarat Terbesar= Depth Draft
  • Dugaan Waktu tiba berangkat= ETA/ETD
  • Tangga Pandu= Pilot lader
  • Sisi bawah angin/Diatas angin= Leeside/Leeway/Weathers Side

continue reading…

    Oleh Mas Edy

    On shore, Corrected, 11 Nov 2010

    Noltime.com Di luar daripada keperluan hitung pelayaran, tentu bagi anda yang menjalankan ibadah puasa di atas kapal perhitungan sunset dan sunrise adalah penting agar anda bisa menentukan kapan waktu magrib untuk berbuka puasa dan pada pagi hari Sunrise untuk menentukan kapan waktu sahur. Atau waktu senjah Sivil, senja Nautik, dan senja Astronomi.

    Sekedar berbagi saja, saya akan menulis singkat bagaimana step-step untuk melakukan perhitungan  Sunset dan Sunrise.

     

    Sunset (matahari terbenam)

    1. Pertama-tama tentukan lebih dulu posisi lintang bujur duga kapal dimana anda ingin melakukan pengamatan perhitungan sunset dan sunrise.
    2. Siapkan Nautical Almanac.
    3. Siapkan buku catatan atau kertas catatan.
    Lupakan haluan, baringan kompas dll seperti perhitungan error compass. Disini tidak di butuhkan itu hanya di butuhkan posisi anda lintag bujur dan Nautical Almanac.

     

    Kita memulai perhitungan:

    Tentukanlah Sunset.
    Pada tanggal 23 August 2010, pada posisi duga kapal 10° 54.0`N / 096° 01.5`E
    Jawab


    LMT for Lat 10° N    =      18h 14m
    Corr to 10° 54.0`N =  (+)      01m   
    BDW                        = (-)  6h  24m      +
    UTC                         =      11h 51m
    ZT                            =(+) 8h               +
    Sunset                     =     19h 51m  LT

     

    Jadi sunset atau matahari terbenam pada tanggal, 23 August 2010 adalah jam 19h 51m  LT

    kapan waktu berbuka puasa, kapan isa??  tambahkan berapa menit dari matahari terbenam? aku tidak bisa menjelaskan sampai disana.

    Penjelasan perhitungan Sunset
    Sambil buka Nautical Almanac. Pada halaman tanggal dan bulan yang kita akan melakukan perhitungan.
  • LMT for Lat 10° N  =    18h 14di dapat dari Nautical Almanac. lihat gambar
  • Corr to 10° 54.0`N =  (+)    01m   ( 8menit/10 x 0.9 = 0,72 menit – kita bulatkan menjadi 1 menit )
  • 8 menit = di dapat dari selisih jam sunset di Almanac pada Lat 10° N = 18h 14dengan 20° N = 18h 22m

    10 = di ambil dari selisih Lat 20° – 10°

    0.9 = di ambil dari  10° di kurang 10° 54.0` = 00° 54` = 0.9°

    • Jam Sunset makin bertambah pada  lintang 20° N, maka kita beri (+) jika ke atas makin kecil beri (-) pada nilai corr LMT.

    • BDW artinya Bujur dalam Waktu ( Bujur anda 096° 01.5`E dibagi 15° = 6° 24`) kita jadikan jam= 6h 24m. karena bujur kita East maka (-) untuk mendapatkan UTC.

    • ZT (Zone Time). Anda di kapal memakai Zone Time mana?? atau berada di wilaya negara mana?? disini saya ambil contoh Malaysia maka Zone Time +8

    • Zone Time di tambah UTC maka kita sebut LT (Local Time)

        Suksess. oyah, untuk mencari Sunrise anda bisa cari sendiri yah… metode nya sama saja, hanya pada Nautical Almanac perlu anda tau kolom letak Sunrise dan kolom Sunset letak nya tidak sama. Lihat Gambar. Kalo anda pahan perhitungan saya di atas, maka anda juga akan bisa mengerjakan untuk sunrise. kapan sahur, berapa menit sebelum matahari terbit?? saya hanya cukup bisa menghitung matahari terbit dan terbenam saja. ok. Selamat menjalankan Ibadah Puasa bagi kawan2 yang menjalankan.. sunplate

           Lihat Gambar (Sunset & Sunrise) klik disini

       

      Oleh Mas Edy

      On shore 25 Aug 2010

       

               

      Noltime.com MENGHITUNG LHA MATAHARI DAN DECLINATION

      Apa sih L.H.A itu? … pertanyaan timbul di benak anda. Kalo kita baca kepanjangan  L.H.A di dalam buku tentu adalah Local Hour Angle.

      Secara gamblang artinya sudut local jam matahari. Local artinya posisi di Bujur mana di bumi ini anda mengadakan pengamatan terhadap sebuah object benda angkasa. Jadi sudut Local artinya sudut dari posisi Bujur anda sendiri yang melakukan pengamatan terhadap benda angkasa tersebut. Contoh anda silahkan berdiri di tempat terbuka menghadap lah ke utara, kemudian sekarang letak matahari ada di mana?? ok.. matahari di sebelah kanan anda atau di timur. Rupanya masih pagi hari baru terbit matahari nya.  Berarti sudut lokal nya kira-kira 270°. Kemudian matahari perlahan – lahan bergerak trus ke atas (begerak ke barat) maka itu sama artinya sudut lokal matahari akan bergerak trus naik dari 270° 271° 272° 273° 274° 275° 276° 277° 278° 279°…. dan seterus nya hingga 360° atau 000° berarti matahari berada tepat tegak lurus di atas kepala anda. Kemudian matahari akan bergerak perlahan terus ke barat maka sudut lokal nya akan begerak turun seperti ini 358° 359° 360° 001° 002° 003°…. dan seterus sampai ke 090° matahari mulai tenggelam di keremangan langit barat waktu nya mulai memasuki malam hari.

      Jadi logika nya seperti itu. Setelah anda memahami itu maka akan lebih mudah men-definisikan apa itu L.H.A. Saya mundur sedikit kebelakang menengok istilah yang lain yaitu GHA.

      True Azimuth

      3 comments

      Oleh Mas Edy

      On shore  15 Aug 2010

       

      Noltime.com Melanjutkan cerita saya mengenai cara hitung error compass pada postingan saya sebelunya salah satu janji saya adalah “True Azimuth”

      True Azimuth di dapat dari perhitungan kecil membuka Nautical Almanac dan Daftar Ilmu Pelayaran atau Norie`s Nautical Tables atau calculator menggunakan formula / rumus.

       

      Pada STEP II. True Azimuth ini,

      Perlu pahami bahwa True Azimuth bisa anda dapat apabila ada 3 macam hal lain terlebih dahulu sudah anda ketahui.

      3 hal yang saya maksudkan adalah: LHA matahari, Lintang anda, dan Declinasi matahari. Itu saja tiga poin tersebut apabila anda telah ketahui maka kita bisa mendapakan True Azimuth.

       

      Penjelasan singkat:

      1. LHA matahari di dapat dari Nautical Almanac dengan sedikit perhitungan kecil tidak ada nories nautical tables atau tabel apa pun di butuhkan disini. Murni hanya nautical almanac.
      2. Posisi Lintang Observasi di dapat dari posisi GPS kapal anda.
      3. Declination di dapat dari Nautical Almanac dengan tambahan sedikit koreksi. ini juga tidak di butuhkan nories table.

       

      Nah dari 3 poin tersebut di atas yang sudah anda ketahui tentu adalah poin nomor 2 “Posisi Lintang Observasi” ( karena anda langsung nyontek dari GPS kapal )

      Tetapi poin no.1 dan 3 belum anda ketahui. Betul ?

      continue reading…

      Compass Azimuth

      1 comment

      Oleh Mas Edy

      On shore 14 August 2010

       

      Noltime.com Pengalaman saya dalam menghitung error compass, banyak Officer maupun cadet yang sibuk terlebih dahulu dengan membayangkan perhitungan yang begitu rumit sebelum ia benar – benar melaksakan nya. Maka alhasil "malas" dan "banyak pekerjaan" sehingga tidak sempat mengambil error kompas begitu alasan nya.

      Maka ada baik nya anda fokuskan pikiran anda hanya pada dua hal saja yaitu :

      1. Compass Azimuth dan
      2. True Azimuth

       

      Compass Azimut, anda tidak perluh menghitung untuk mendapatkan nya tetapi melakukan pembaringan langsung terhadap matahari. Sedangkan..

       

      True Azimuth di dapat dari perhitungan kecil membuka Nautical Almanac dan Daftar Ilmu Pelayaran atau juga Norie`s Nautical Tables.

      Setelah anda melakukan kedua hal itu, maka error compas pun dapat di ketahui.

      Mari kita memulai pelaksanaan dengan:

      continue reading…

      Hitung error kompas

      No comments

      Oleh Mas Edy

      On Shore 11 August 2010

      Noltime.com Saya akan bercerita sedikit tentang  bagaimana mencari Error Kompas, tapi pasti kawan2 suda pada taulah … Ok. Ini versi ku nanti akan saya uraikan begitu santai dalam 2 atau 3 bagian postingan secara terpisah supaya teman2 yang belum paham benar akan mengerti Menghitung Error Compass.

      Apa itu TRUE AZIMUTH dan COMPASS AZIMUTH, metode perhitungan menggunakan "NORIE`S NAUTICAL TABLES" dan juga calculator dengan menggunakan formula atau rumus.

      Yang menjadi poin pertanyaan saya hingga masala error kompas ini saya tulis adalah “Sudah kah anda mengerjakan minimal salah satu Deck Officer di anjungan untuk mengisi buku jurnal kompas dengan prosedur perhitungan mulai dari membaring matahari sampai pada orek2an di atas kertas hingga mendapat baringan sejati matahari atau True Azimuth”.

      Persoalan:

      Banyak kita yang sibuk terlebih dahulu dengan membayangkan perhitungan yang begitu rumit sebelum ia benar – benar melaksanakan nya. Maka alhasil nya adalah "malas" dan "banyak pekerjaan" tidak sempat mengambil error kompas begitu alasan nya.

       

      Oleh Mas Edy

      On shore 16 July 2010

      Nah ini sama-sama di sebut V.C.F tetapi bukan VCF (Volume Corection Factor) tetapi Convertion Vactor jadi beda tipis aja ada V.C.F corection dan V.C.F convertion ok. taulah  arti nya dalam bahasa daera masing2. he2.

      Jadi, VCF (Volume Convertion Factor) adalah suatu angka atau factor perkalian untuk mendapatkan Barrels@ 60 F , Gallons dan Gallons ke Liter@ 15°C.

      Misal nya anda sounding minyak dalam tanki lalu dengan tabel sudah anda koreksi trim, kemiringan dan hasil nya adalah= 3,400 kilo liter. Kemudian sudah di koreksi dengan perkalian untuk mendapatkan Net kilo liter sehingga anda mendapatkan hasil seperti ini

      Gross KL = 3,400

      V.C.F       = 0.980206 x

      Net KL    = 3,332.7

       

      Ok, anda sudah sampai pada Net kilo liter sekarang lanjutkan dengan mencari Barrels@ 60 F

      Net KL              = 3,332.7

      V.C.F                =  ?         x

      Barrels@ 60 F  =  ?

       

      Yang perlu di ketahui adalah: Density pada 15°C

      Bagaimana kita mencari daftar 52… Untuk menemukan Barrels ?

      continue reading…

       

      Oleh Mas Edy

      On shore 16 July 2010

       

      WCF (Weight Convertion Factor) adalah suatu angka atau factor perkalian untuk  mendapatkan Long Tons dan Short Tons.

      Ok, jadi kita suda selesaikan perhitungan sampai pada menetukan Barells, kalo anda membaca postingan saya berurutan berarti sedikit nyambung.

      Misal nya anda sounding minyak dalam tanki lalu dengan tabel sudah anda koreksi trim, kemiringan dan hasil nya adalah= 3,400 kilo liter. Kemudian sudah di koreksi dengan perkalian untuk mendapatkan Net kilo liter sehingga anda mendapatkan hasil seperti ini

      Gross KL = 3,400

      V.C.F       = 0.980206 x

      Net KL    = 3,332.7

      Anda sudah mendapatkan NET KL pada temperatur 15°C sudah cukup data untuk bisa konversi ke berbagai macam satuan Barrels, Long Tons, Short Tons, Metric Tons.

      anda juga sudah mencari Barrels@ 60 F sudah okelah ya, sekarang lanjutkan dengan mencari Long Tons, Bagaimana kita mencari W.C.F untuk mendapatkan Long Tons

      Ikuti langkah2 berikut ini.

      continue reading…

       

      Oleh Mas Edy

      On shore 16 July 2010

       

      VCF (Volume Corection Factor) adalah suatu angka atau factor perkalian untuk mendapatkan net volume dalam kilo liter. Jadi misal nya anda sounding minyak dalam tanki lalu dengan tabel sudah anda koreksi trim, kemiringan dan hasil nya adalah= 3,400 kilo liter. Ini sebenar nya masi gross kilo liter belum di sebut neto atau volume bersih.

      Mengapa? karena material di bumi sangan rentang berubah dengan kondisi suhu atau temperature apalagi bahan cair. Maka standar perhitungan material benda cair di satukan di seluruh dunia harus satu standar yaitu di hitung pada suhu/temperature 15C. Jadi mau anda dimana aja suhunya panas atau dingin supaya tidak merugikan pihak lain ya harus di konversi ke dalam temperature 15°C.

       

      Contoh Soal

      Carilah Volume muatan 3 400 000 liter ( 3,400 KL) pada temperature 15°C ?

       

      Penyelesaiannya:

      Kita akan mencari V.C.F dengan membuka daftar tabel 54

      Yang perlu di ketahui dalam membuka tabel ini adalah density @15°C dan suhu atau temperature observasi cargo saat itu.

       

      continue reading…

       

      Oleh Mas Edy

      On Shore 16 July 2010

       

      Awal dari perhitungan muatan menggunakan daftar  ASTM table hitung muatan tanker adalah membuka daftar ASTM table 53 ini.

      Daftar 53 ASTM table adalah untuk mencari / menemukan Density yang kita ambil/observasi menggunakan gelas ukur di tanki kapal pada suhu normal saat itu di jetty ke dalam ingat kedalam suhu/temperature 15°C.

      Bagaimana kita mencari daftar 53…?? Contoh seperti gopean di bawa ini.

      Diketahui:

      Observasi Density = 0.711

      Observasi Temperature= 32°

      continue reading…

      Navigation Light

      1 comment

      Oleh Mas Edy

      On shore : 15 May 2010

      Bukan saja saat menghadapi ujian di sekolah saat bertugas jaga di anjungan saja kadang masi lupa dengan lampu-lampu navigasi di laut.

      berikut ini sekedar link saja agar mengingatkan lagi ingatan kita akan sosok lampu2 navigasi..

      1. Power-driven vessels

      2. Pushing Vessels

      3. Towing Vessels

      4. Towing Vessels – different

      5. Vessels anchored and aground

      6. Vessels Constrained by its Draught

      7. Vessels Restricted in its Ability to Manoeuvre

      8. Vessels Not Under Command

      9. Trawling (Fishing) Vessels

      10. Fishing Vessels

      11. Pilot Vessels

      12. Other Vessels

      Distance table online

      51 comments

      Oleh Mas Edy

      Updated 10 August 2011 ( Pada bagian akhir artikel)

      Tulisan ini timbul setelah saya mendapat kesulitan untuk mencari jarak port to port dimana saya mendapat job mengantar atau delivery sebuah kapal.

      Persoalan yg saya ingin mencari solusinya adalah saat saya mendapatkan tawaran tsbt tentu saya masih di darat dan bagaimana cara nya agar saya bisa mengetahui kira2 estimate time under way, ETA atau estimate kapan kapal berangkat dari pelabuhan dan kapan akan tiba tujuan??.. Wah belum join kapal uda pusing2 ngitung jarak di darat. Tentu ini bukan tanpa alasan, mengapa saya mencari solusi untuk hal ini ??. Alasan nya adalah karena saya sudah lebih dulu menunggu join kapal di sebuah perusahaan, Tapi karena masih stand by maka tak ada salahnya saya mengantar kpl lain untuk waktu beberapa hari, lumayan bisa buat tambahan uang saku.Jadi abis ngantar kapal kembali untuk memenuhi panggilan company lama hehe2.. Ok.

      Pada tulisan saya terdahulu saya memberikan tips koreksi peta, tide predictions online Sakarang mencari jarak dgn cepat gaya mobile. Jadi cara ini bisa untuk panduang membuat garis haluan agar jarak tidak terlampau jauh dari distance table. Terutama untuk pelayaran ocean going, great circle dan juga membantu bagi anda yang tidak mau repot membuka Admiralty Distance Table.

      Semua kepraktisan tentu butuh pengorbanan juga. yah butuh online. Barangkali ada software distance table yang bisa anda install di pc anda dan bekerja offline, tetapi tips ku ini bekerja secara online anda hanya perlu koneksi ke internet dimana pun anda berada. Lalu kunjingilah link yang saya tulis pada akhir artikel ini. Bagian updating records

      - Leaving from (masukan pelabuhan keberangkatan)

      - Going to (masukan pelabuhan tujuan)

      - Time begin (masukan jam keberangkatan. Disini tidak ada pilihan untuk date karena di anggap tanggal nya adalah tanggal saat anda melakukan perhitungan)

      - Speed (masukan speed rata-rata kapal anda)

      continue reading…

      Mualim II Traffic management

      No comments

      Di rangkum oleh Mas Edy

      On shore, 6 February 2010

      Mates were in high demand during World War II.

      The International Regulations for Preventing Collisions at Sea are a cornerstone of safe watchkeeping. Safety requires that one live these rules and follow the principles of safe watchkeeping. Maximizing bridge teamwork, including Bridge Resource Management is an emerging focus in watchkeeping.

      The main purpose for Radar and Automatic Radar Plotting Aids (ARPA) on a ship’s bridge are to move safely among other vessels. These tools help to accurately judge information about prominent objects in the vicinity, such as:

      • range, bearing, course and speed

      • time and distance of closest point of approach

      • course and speed changes

      These factors help the officer apply the COLREGS to safely maneuver in the vicinity of obstructions and other ships.

      Unfortunately, radar has a number of limitations, and ARPA inherits those limitations and adds a number of its own. Factors such as rain, high seas, and dense clouds can prevent radar from detecting other vessels. Conditions such as dense traffic and course and speed changes can confuse ARPA units. Finally, human errors such as inaccurate speed inputs and confusion between true and relative vectors add to the limitations of the radar/ARPA suite.

      The radar operator must be able to optimize system settings and detect divergences between an ARPA system and reality. Information obtained from radar and ARPA has to be treated with scrutiny: over reliance on these systems has sunk ships. The officer must understand system performance. Examples include limitations and accuracy, tracking capabilities and limitations, and processing delays, and the use of operational warnings and system tests.

      Mualim II Navigation

      No comments

      Di rangkum oleh Mas Edy

      On shore, 5 February 2010

       

      While a ship is underway, the officers navigate it, typically in three shifts or watches.

      Celestial, terrestrial, electronic, and coastal navigation techniques are used to fix a ship’s position on a navigational chart. Accounting for effects of winds, tides, currents and estimated speed, the officer directs the helmsman to keep to track. The officer uses supplemental information from nautical publications, such as Sailing Directions, tide tables, Notices to Mariners, and radio navigational warnings to keep the ship clear of danger in transit.

      Safety demands the mate be able to quickly solve steering control problems and to calibrate the system for optimum performance. Since magnetic and gyrocompasses show the course to steer, the officer must be able to determine and correct for compass errors.

      Weather’s profound effect on ships requires the officer be able to interpret and apply meteorological information from all available sources. This requires expertise in weather systems, reporting procedures, and recording systems.

      Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2012 Seaman personal blog Design oleh Arnold