Seaman personal blog

Indonesian seafarer

Browsing Posts in Deck officer

Oleh: Mas Edy

On Saturday, 27 June 2009

1.Di daerah-daerah yang kepadatan lalu lintasnya tinggi, dan dalam jarak pandang terbatas, dan atau dalam semua situasi bahaya navigasi yang mana system control kemudi automatic ke manual digunakan, maka system perubahan kemudi dari auto-manual harus lah bisa di operasiakn/lakukan dgn mudah dan cepat.

2.Dalam keadaan seperti di atas, Mualim jaga yang sedang berdinas jaga,harus dapat bisa tanpa penundaan dan menunggu juru mudi/ Quarter master yang qualified, siapa yang siap, setiap waktu dapat mengoperasikan steering control.

continue reading…

Oleh: Mas edy

Friday, 26 June 2009

Steering gear: Testing and drills

1.Within 12 hours before departure, the ship’s steering gear shall be checked andtested by the ship’s crew. The test procedure shall include, where applicable, theoperation of the following:

.1 the main steering gear;

.2 the auxiliary steering gear;

.3 the remote steering gear control systems;

.4 the steering positions located on the navigation bridge;

.5 the emergency power supply;

.6 the rudder angle indicators in relation to the actual position of the rudder;

.7 the remote steering gear control system power failure alarms;

.8 the steering gear power unit failure alarms; and

.9 automatic isolating arrangements and other automatic equipment.

2.The checks and tests shall include:

.1 the full movement of the rudder according to the required capabilities of the steering gear;

.2 a visual inspection for the steering gear and its connecting linkage; and

.3 the operation of the means of communication between the navigation bridge and steering gear compartment.

Oleh: Mas Edy

On Friday, 26 June 2009

Apa itu PMS? beberapa minggu yang lalu di televisi nasional rame pemberitaan mengenai kecelakaan pesawat TNI angkatan udara kita yang berjatuhan tak berdaya. Kemudian bermunculan lah opini dan saling lempar tangung jawab. dalam perdebatan, pembicaraan yang sempat terlintas di kuping saya ketika sedang liwat di depan pesawat televisi adalah sebuah kata yang mengimpirasi saya sehingga saya menulis artikel ini adalah PEMELIHARAAN.

Pemeliharaan adalah Sebuah kata yang menurut saya sangat bermakna bagi sesuatu milik kepunyaan, property atau benda. Sehingga kata tersebut menjadi harapan bagi pemilik benda agar kalo bisa tetap berkualitas, tetap kuat tahan lama dan tetap “eksis” ujar sang empunya barang.

Tetapi apalah di kata, hukum alam tidak bisa di ubah tetapi hanya bisah di minimalis pengaruhnya. Dari persaingan bersama waktu mulai dari saat material sudah di bentuk menjadi sebuah benda yang dikenal sampai dengan suatu masa dimana yang oleh para pencipta alat tersebut menamakan nya Expire. Batas waktu karena proses kimia.“Waktu melapukan Kayu” atau pun pada sebuah batas waktu di mana “besi menjadi karat” sehingga tidak layak di gunakan.

Dari inspirasi tersebut, saya mencoba mengaitkannya dengan dunia kita di dunia pelayaran. Pengoperasian armada kapal laut atau merchant ships untuk berniaga di atur dalam Safety Management Code for ship yang kita kenal ISM Code adalah “Plan Maintenance system” PMS.

Di atas kapal ada dua department yaitu Deck Department dan Engine Department. kedua departemen ini yang mempunyai andil dalam implementasi ISM Code yang di terapkan oleh sebuah shipping company untuk semua armandanya. Kebetulan saya orang deck maka saya lebih memfokuskan tulisan saya terhadap “Deck Department” yang akan menjadi tanggung jawab saya. Jadi untuk mesin saya liwatkan dulu. Maaf  ya.

Ok, Lansung saja kita menuju TKP (Tempat kejadian Perkara).

Secara garis besar pemeliharan kapal untuk Deck Departement di bagi dalam dua Bagian UMUM yaitu:

I. HULL dan,

II. EQUIPMENT

Hull adalah pemeliharaan dan perawatan kapal pada bagian utama kapal / bangunan kapal. dan Equipment adalah pemeliharaan dan perawatan kapal untuk alat-alat perlengkapan penunjang pengoperasian kapal. ( saya bahas khusus Deck Departement ).

continue reading…

Oleh: Mas Edy

Monday, 1 June 2009

Berbicara tentang inspeksi, meriksa memeriksa di atas kapal, saya pada awal mengalaminya saat Eksternal Audit wah uda pada ngapalin tugas-tugas masing-masing dan beberapa poin yang di bagikan C/O. uda dek dekan ngapalinya. Trus adalagi nih katanya kalo kapal masuk singapore naik PSC gawat lagi bisa di turunin.. hehe buat cuit nyali juga sih.. mo join ke perusahaan luar.

Aturan atau regulation selalu terlintas di benak kita akan pekiran yang ruwet, was-was dan sebagainya. Namun, sebenarnya menghadapi sebuah Inspection tidak lah harus cemas bekerja dengan keras, tetapi jalanilah pekerjaan di atas kapal sebagaimana biasanya. Tentu dalam arti biasanya yang sesuai dengan waktu kerja, porsi kerja dan regulation pula. Dengan tanda kutip bukan bekerja ala di kapal tug boat, yang sebagian besar hanya pada tugas classic saja yaitu: jaga, makan tidur, bangun nyampe pelabuhan dan pulang rumah… Maaf ya bukan menyinggung. please jgn marah. he2.

continue reading…

Di tulis oleh: mas Edy

Friday, 29 May 2009

Berlayar jaman sekarang bisa dikatakan paling mudah di banding bapak2 kita pelaut tahun 80-an. sekarang ini sangat di manjakan dengan segala kemudahan dari kemajuan tehnologi, baik perangkat Navigasi yang canggi, permesinan yang serba automatic dimana pengoperasiannya tinggal jaga alarm berbunyi artinya anda harus bergegas dari tempat duduk dan melihat tindakan apa yang anda harus ambil.

 

Sebenarnya pesawat apapun diatas kapal pasti ada manual book-nya, seperti contoh kecil saja ada pemasangan alat navigasi baru baik itu GPS, AIS, dll di anjungan pasti ada operation manualnya. Pertama kali saya berlayar awalnya terasa susah sekali karena belum memahami betul apa itu berlayar. Yang saya tau mengemudikan kapal dari suatu pelabuahan sampai pelabuhan tujuan dengan syukur selamat selesai. Ternyata menunjang operasional kapal, seorang mualim harus di bekali oleh ilmu Navigasi yg cukup. Memang di bangku kulia kita sudah di bekali dengan dasar pengetahuan, tetapi nama nya manusia tidak mungkin menyimpan semua aturan, teori dalam memori nya.

continue reading…

Oleh: mas eddy

Friday, 8 may 2009

I. Kata Pengantar dan Pengenalan Umum

Diatas kapal, banyak alat/pesawat yang sehari-hari kita menggunakan, mengoperasikan dan tentu sudah kita kenal (kenal belum tentu tau) tapi apabila hendak menyebutkan dan menulisnya kita kesulitan seperti dalam menyebutkan bagian suatu alat/pesawat atau type tertentu. Sekedar mengenal saja tapi untuk menjelaskan nya,, wah nanti cari buku dulu . Apalagi hendak membuat requisition. pantasen kerja sama orang asing blm siap, alias hao-hao. hahaha… banyak nanya, kalo banyak nanya di atas kapal malu di katain goblok, kadang ada juga!?!.., jadi nanya aja sama mba google.. ketemu deh cerita seorang pelaut. . ….kata sambutan. OK kita kembali ke Laptop.

Valve atau biasa juga disebut dengan kerangan,

continue reading…

Di rangkum oleh Arnoldus Edyson Taemnanu

Tuesday, 5 May 2009

INTERNATlONAL REGULATlONS FOR PREVENTING COLLlSlONS AT SEA, 1972

PART A. GENERAL

Jenis-jenis awan

12 comments

Oleh: mas eddy

Wednesday, 18 February 2009

 

Sering dan merupakan rutinitas setiap mualim jaga saat berdinas jaga di anjungan adalah mengisi Log book, salah satu catatan yang sering di tulis adalah keadaan cuaca, awan dsb nya. Saya rangkum beberapa tulisan dan gambar awan dari buku Mariner`s Handbook.

Jenis- jenis awan pada dasar nya di kelompokan dalam 3 golongan awan menurut ketinggian nya yaitu:

Awan tinggi,

Awan menegah,

dan Awan rendah.

CLOUD FORMATIONS

Classification

Clouds are continually changing and appear in a variety of forms. It is possible however to define a limited number of characteristic forms, observed all over world, into which clouds can be broadly grouped

continue reading…

Di tulis oleh Arnoldus Edyson Taemnanu 2/O

Tuesday, 17 February 2009

Untuk pembuangan cairan berbahaya ( Noxious liquid substancaes in bulk ) tidak dapat di atur secara umum, di sebabkan oleh tingkat pengrusakan oleh tiap cairan berbahaya (zat kimia) berbeda antara satu zat dengan zat lainnya. Sehingga untuk mengatur cara pembuangan nya, zat-zat kimia di kelompokan dulu dalam “ KELOMPOK TINGKAT PENGRUSAKAN NYA” terhadap air laut.

Di dalam MARPOL 73/78 Annex II di bagi dalam 4 Kategori adalah A, B, C, dan D. Kemudian Marine Environment Protection Committee (MEPC) – 52nd session: 11-15 October 2004 Merevisi lagi MARPOL 73/78 Annex II (noxious liquid substances carried in bulk) kedalam kelompok atau kategori baru bukan lagi A,B,C & D yang sebelum nya kita kenal tetapi dalam X, Y, Z yang suda mulai di terapkan on 1 January 2007adalah:

continue reading…

Di rangkum oleh: Mas Edy

On Tuesday, 3 February 2009

Sumber: berbagai sumber buku pelayaran

AIS

Automatic Identification System

AMVER

Automated Mutual-Assistance Vessel Rescue System: a worldwide voluntary system operated exclusively to support SAR and to make information available to all RCCs

ARCS

Admiralty Raster Chart Service: electronic raster charts produced by the United Kingdom Hydrographic Office

Pasang surut online

53 comments

Oleh Mas Edy

Onboard: 19 January 2009

pasang-surut Ada salah satu kendala bagi sebagian officer khususnya 2nd officer adalah untuk mencari Pasang Surut / Tide Predictions sebuah pelabuhan yang hendak di singgahi untuk keperluan kalkulasi UKC atau pun untuk keperluan mengisi passage plan. Kalo sekedar hanya berlayar di perariran Indonesia dengan menggunakan Daftar Pasang Surut Indonesia saja saya rasa tidak terlalu rumit karena penyajian informasi pada Daftar Pasang Surut Indonesia Sangat Mudah. nahh.. sedikit rumit apabila anda berlayar di perairan luar negeri ocean going dgn kapal berbendera asing pula maka akan mengalami kendala untuk kita yang belum paham benar cara menggunakan ATT (Admiralty Tide Table) cara mendapatkan Secondary port dengan perhitungan menggunakan Standard port yang sedikit membutuhkan pengetahuan akan metode atau cara membuka tabel.

continue reading…

Di tulis oleh Mas Edy
Thursday, 04 September 2008
Anda sebagai  2nd Officer di atas kapal mungkin sering mengalami yang namanya NTM (Notices to Mariners) numpuk gak kelar – kelar. Ada beberapa tip menurut pendapat saya agar pekerjaan kita lebih lancar adalah:
  1. Jangan pernah menunggakan kerjaan kita hari ini kalo masih bisa di selesaikan hari ini juga entah itu koreksi peta, publication atau membuat route pelayaran baru dan lain-lain.
  2. Apabila sedang mengerjakan koreksi peta jangan membawa HP handphone karena waktu anda bisa terbuang hanya menerima telepon atau fesfukan (Jika sedang di Pelabuhan) pengalaman pribadi :)
  3. Buat lah target untuk berapa hari NTM yang anda harus selesaikan. Jangan menghitung jumlah peta yg sudah anda kerjakan sebab terkadang ada minggu – minggu tertentu yang jumlah koreksinya banyak dan juga terkadang sedikit jumlahnya dengan peta dan NP yang kita miliki diatas kapal. Jadi berapa NTM yang sudah anda selesaikan hari ini… bukan jumlah peta.
  4. Bila NTM sudah beberapa minggu bahkan beberapa bulan belum juga on board jangan tunggu bola alias diam saja. Santai ahh, paling datang baru kita lembur. karena saat datang bolanya sekeranjang banyak nya.
  5. Apabila anda mengalami keterlambatan pengiriman NTM, maka luangkan lah waktu untuk mencarinya… di mana? Tentu di websitenya UKHO. Masalah koneksi internet gk perluh di bahas lagi tentu itu bukan hal sulit sekarang ini baik di Indonesia atau bahkan di arab.
  • Tips ini tidak berlaku untuk yang di kapal memakai tracing sheet karena di anggap paling mudah.
  • Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2012 Seaman personal blog Design oleh Arnold