Oleh Mas Edy
Marine Higher Education Institute
In progress Updated, 12 Mar, 2011
Noltime.com|Kompas dan Sistim Kemudi, catatan belajar-ku
KOMPAS kemudi (edit by mas Edy)

 


1. ………………
a. Faktor2 apakah yang mempengaruhi sifat2 Gyro Scope ?
Jawab:
Faktor- faktor yang mempengaruhi sifat2 GYRO SCOPE :
- Tilling ( rotasi bumi )
- Drift ( rotasi bumi )
- Presesi ( gaya berat )
- Presesi Sekunder ( Sistim peredam )
b. Bagaimana cara memanfaatkan Gyro Scope agar dpt dipergunakan sbg pedoman ( gyro compass ) ?
Jawab :
Cara memanfaatkan gyro scope agar dpt dipergunakan sebagai pedoman :
  • Dengan cara penggunaan susunan dimana gasing itu diberikan gerakan dua tingkat kebebasan, dengan kebebasan tingkat ketiga yang terbatas
  • Dengan sistim peredam untuk merubah ayunan poros garis hingga amplitudonya lambat laun akan berkurang dan akhirnya amplitudo nol Atau, Dengan cara mengkombinasikan antara sifat-sifat gyro-scope dengan sifat-sifat bumi, dimana dengan 2 tingkat kebebasan dan tingkat kebebasan ketiga terbatas.
2. ………………..
a.  Kesalahan2 apa saja yang mungkin terdapat pada Gyro Compass :
Jawab :
Kesalahan2 pada Gyro Compass :
  • Kesalahan Haluan dan laju
  • Kesalahan peredam ( lintang )
  • Kesalahan Balistik
  • Kesalahan ayunan
b. Jelaskan secara singkat masing2 kesalahan tersebut ( penyebab dan cara mengatasinya ) ?
Jawab :
1. Kesalahan Haluan dan jauh
Pedoman gasing dikapal mengikuti gerakan rotasi bumi dan gerakan maju dari kapal itu , gerakan resultannya tidak sejajar pada bidang rotasi bumi , tatapi membentuk sebuah sudut terhadapnya , artinya poros gasing itu akan mengambil kedudukan diluar bidang derajah sipenilik. Ternyata kesalahan itu tergantung dari lintang dimana kapal berada,Haluan kapal, Laju kapal. Koreksi terhadap kesalahan ini dengan memasang semi automatic korektor pada cincin garis layar pada jarak 180º dari garis layar
2. Kesalahan peredam ( Kesalahan lintang )
Besarnya kesalahan ini tergantung dari linttang sipenilik, kesalahan ini adalah tetap untuk semua haluan Koreksi pada kasalahan ini dengan menyetel cincin garis layar, dimana pada sisi kanan Semi Automatic korektor terdapat sekerup kedua , dengan jalan memutar pada tombol tersebut cincin garis layar dapat dipindahkan terhadap blok baja yang diberi merkah2 dengan garis2 bagi untuk 0º sampai 70º S


3. Kesalahan Balistik
Kesalahan ini tergantung dari haluan dan perubahan laju, karana adanya perubahan laju maka akan timbul kopel yang berakibat poros gasing bersenget terhadap bidang datar yaitu presesi horisontal Kesalahan Balistik : kesalah haluan dan laju Koreksi pada kesalahan ini sama dengan koreksi pada kesalahan dan laju yaitu dengan memasang alat semi automatic korektor
4. Kesalahan Ayunan
Apabila kapal mengoleng maka terjadilah suatu tekanan kemuka dan tekanan kebelakang yang menimbilkan sebuah kopel yang menyebabkan terjadilah senget pada poros gasing. Koreksi untuk mencegah kesalahan ini sensitive element ( gasing tersebut ) hrs di balansir ( berat2 kompensasi )Pipa2 penghubung bejana2 air raksa dipersempit

Diatas bejana tersebut dilengkapi dengan pemberat Sisir yang berbentuk lengkung & pasang pada spider element ( roll and pitch dampers ) Spider digantung dengan silinder2 minyak dengan torak2

3. ……………
    a. Jelaskan tentang kedudukan dan letak magnet2 penimbal / korektor, serta jaraknya terhadap letak kompas ( gambarkan secara teori ) ?
    Jawab : (khusus no.3 penjabaran luas. silahkan rangkum jawaban yg singkat)
    Kedudukan dan letak magnet-magnet penimbal/korektor :
  1. Magnet Korektor membujur kapal (batang c) mengoreksi gaya P

      Yaitu magnet membujur untuk menimbal uraian horizontal membujur dari magnetisme kapal yang permanen.
      Biasanya berupa batang lurus dgn penampang batang sepanjang 8" (inchi) dan diameter 3/8". ini harus berada tidak lebih dekat dari dua kali panjang nya sendiri dari terhadap susunan jarum pedoman (di hitung dari titik pusat ke titik pusat) dgn maksud utk menghasilkan medan magnetik yg mantap di tempat pedoman serta mengurangi induksi di dalam korektor besi lunak, ia harus di letakan sedemikian rupa sehingga porosnya mengarah membujur kapal dan horizontal: titik pusat harus terletak pada bidang vertical/melintang melalui titik pusat susunan jarum pedoman.

  • Magnet Korektor melintang kapal (batang b) mengoreksi gaya Q
      Ini adalah magnet yg serupa dan juga harus berada tidak lebih dekat dari 2x panjangnya sendiri terhadap susunan jarum pedoman.
    ia harus di tempatkan sedemikian rupa sehingga porosnya mengarah melintang kapal dan horizontal: titik pusatnya harus terletak pada bidang vertical membujur kapal melalui titik pusat susunan jarum.

    Perlu di catat bahwa ia sering kali ditempatkan dibelakang korektor membujur ialah posisi yang terjauh  terhadap sesuatu korektor besi lunak yang diinduksikannya. Kesimpulan : magnet korektor melintang untuk menimbal uraian horizontal melintang dari magnetisme kapal permanen.

  • Magnet Korektor Vertical / magnet senget (heeling error corrector) (batang A) mengoreksi gaya R, kV, eV 
    Yaitu magnet tegak untuk menimbal uraian horizontal kebawa dari magnetisme kapal yang permanent. ini adalah magnet lurus yang serupa dgn penampang bundar panjang 9” dan diameter 3/8” serta harus berada tidak lebih dekat dari 2x panjang nya sendiri terhadap susunan jarum pedoman untuk alasan dan maksud yang sama. Timba –timba yang berfungsi sebagai sarung untuk magnet – magnet ini dapat menampung beberapa batang sampai sebanyak 7 batang, dan apabila diperlukan lebih dari satu batang, maka batang magnet tersebut harus diatur secara simetris di dalam timba ( lihat gambar tentang penyusunan batang dalam timba )

    Kedudukan timba adalah vertical dibawa titik pusat dari susunan jarum, yakni pada perpotongan bidang vertical membujur dan melintang kapal melalui pedoman.

  • Bola – bola besi lunak / soft iron ( Korektor D ) mengoreksi pengaruh a, b, c dan d

    Yaitu massa besi lunak berupa bola – bola atau besi lunak berongga atau selinder yang di letakkan setinggi pedoman disisi kanan kiri pedoman, pada ketinggian yang sama dengan magnet batang pada pedoman, untuk menimbal bagian utama, dari simpangan kwadrantal. ia mempunyai ukuran yang beragam diameter berkisar dari 2” sampai 10”(diameter < 6” adalah padat dan diameter >6” adalah berongga untuk mengurangi berat bola). Bola2 dibuat dari besi lunak agar memperoleh derajat kerentangan yang tinggi (mudah terkena induksi) yang sangat penting bagi korektor besi lunak, sehingga ia segerah bereaksi terhadap setiap perubahan semu dalam arah dan atau kekuatan medan yang menginduksi. Bola2 tersebut harus di tempatkan sedemikian rupa sehingga titik-titik pusatnya terletak dalam bidang horizontal yang sama serta melalui susunan jarum. Siku-siku (brackets) yang menopang bola2 dipasang sesuai dgn persyaratan tersebut di atas. Bola2 tersebut harus di tahan sama jarak pada dua sisi pedoman: harus dipasang tidak lebih dekat dari 1 1/4 kali panjang jarum pedoman yang terpasang didalam sususnan pedoman, dihitung dari titik pusat pedoman sampai permukaan bola2 untuk menghasilkan kurva yg lebih beraturan setelah penimbalan.

  • Batang Flinders (mengoreksi gaya cV)

    Yaitu batang besi lunak yang di arahkan tegak lurus geladak, dipertengahan kapal, untuk menimbal magnetisme transien didalam besi lunak vertical, Korektor ini berupa batang vertical, juga di buat dari besi lunak dan di tempatkan di dalam tabung kuningan, biasanya ditempatkan disisi depan dari rumah pedoman. Panjang batang seluruhnya (untuk rumah pedoman normal) adalah 24” panjangnya terdiri dari 12” , 6” , 3” , 11/2 “ , dan dua buah sepanjang 3/4” , sehingga panjang totalnya 24” dgn diameter 3”. Kombinasi – kombinasi beragam dapat di gunakan untuk memberikan panjang – panjang yg berlainan, misalnya 33/4 “ ,  41/2 “ ,  51/4 “ ,  63/4 “ ,  71/2 “ ,  81/4 “ ,  93/4 “  dan sebagainya. Apabila ini telah dilakukan maka harus di ingat bahwa bagian yg terpanjang harus ditaruh paling atas dgn sisa ruangan di bawa batang diisi dgn potongan kayu tersedia dalam ukuran panjang yg serupa untuk kepentingan tersebut. Pada umumnya untuk panjang batang 12” atau lebih, 1/12x panjang nya harus terletak menjulang di ats bidang jarum-jarum pedoman, guna memperoleh koreksi e yg maksimum.

  • b. Kapan timbulnya kesalahan gaussin dan bagaimana kita dapat mencegahnya ?
    Jawab :
    Gaussin Error : terjadi/timbul selama putaran itu berlangsung (swinging kapal), deviasi-deviasi ini timbul tetapi sesuai putaran deviasi tersebut akan hilang.
    Cara mencegahnya :
    • Kapal harus steady kurang lebih selama 2 menit pada halauan tertentu pada saat penimbalan.
    • Meletakkan kumparan kawat tembaga yang diakhiri dengan kekuatan listrik tertentu yang diletakkan di bagian luar rumah pedoman pada kedudukan lebih ke bawah dari
      magnet batang pedoman (Degaussing Coils).

        Gaussin Error adalah Kesalahan kompas (deviasi) yg terjadi pd kompas kpl, karena kpl berputar terlalu cepat. Cara menetralisirnya : saat pembacaan mawar compas , kpl di usahakan steady lebih dulu

      Tamabahan:
      Gaussin Error adalah perubahan nilai deviasi yang terjadi karena kapal merubah haluan . hali ini terjadi karena pada saat kapal merubah haluan terjadi pusaran arus medan magnet disekitar pedoman sehingga mempengaruhi magnetisme transient disekitarnya.
      Pengaruh ini dapat dinetralisir dengan jalan cara penimbalan ulang yaitu dengan batang Flinder bar dan bola – bola ( korektor D ).
    4. ……….
    a. Tergantung dari apakah kekuatan medan dari magnitisme remanent itu ?
    Jawab :
    Kekuatan medan magnit remanen tergantung dari
    • Jenis besi di kapal
    • Haluan yang dikemudikan
    • Lintang magnetis
    b. Pada perubahan haluan yang mana menimbulkan penyimpangan ( deviasi ) maksimum? Kpn ia menimbulkan deviasi ( + ) dan kapan deviasi ( – ) ?
    Jawab :
    Pada perubahan haluan yang berbeda 90º dengan haluan semula akan menimbulkan deviasi maksimum

    Jika kapal berubah haluan kekanan maka deviasi ( – ) kekiri dan kapal berubah haluan kekiri maka deviasi kekanan ( + )

    5. …………
    a. Terangkan cara merubah dari pengemudian tangan ke auto ?
    jawab :
    • Kemudikan kapal sesuai haluan yang dikehendaki
    • Letakkan rudder angle pada posisi nol ( mid ship )
    • Swith on auto pilot dari manual ke auto
    b. Jelaskan mengapa pada cuaca buruk saat kapal berlayar, kemudi tidak boleh menggunakan sistim pengemudian otomatis
    Jawab :
    Karena : akan merusak sistim auto pilot dari kemudi itu sendiri disebabkan tekanan ombak yang besar sehingga kapal akan merewang kekanan dan kekiri melebihi batas set up heading yang sudah ditentukan

    Karena : pada rangkaian system auto pilot rangkaiannya sangat peka terhadap temperatur (kemampuan /ketahanan)dan menggunakan potensiometer ,artinya bola bekerja secara simultan gesekan yang terjadi akan menimbulkan panas dan memudahkan aus dari komponen tersebut. Disamping hal tersebut diatas pengemudian secara otomatis Gerakannya sangat lamban untuk kembali ke kedudukannya Semula bila ada pengaruh gaya  – gaya dari luar, bilamana pengaruh Dari luar sangat besar secara beruntun akan sangat membahayakan Kondisi/stabilitas kapal