Oleh: mas edy

On board Tuesday, 17 March 2009

Sepanjang bulan maret saya absent internet, begitulah seorang pelaut hanya ingin sekedar menulis cerita pengalaman hidup seorang popeye.

Saya baru sebualan ini join lagi di salah satu kapal tanker perusahan korea, naik di Durban S.A lalu next port ke India. Singkat saja liku-liku kehidupan di kapal memang suatu pengalaman yang unik dan baru pertama kali ini saya ngumpul dengan crew kapal orang korea. Di atas kapal ada juga burma dan china, tapi sebelumnya sudah perna ngumpul. hanya korea saja yang baru pertama kali ini. Sebuah pengalaman yg sebenar nya bukan unik tapi pengalaman yang bisa saya sebut gila.

Saya sedang menulis cerita ini baru saja tadi pagi kira2 pergantian jaga 2/Off ke C/Off posisi kapal sedang berlayar menuju India passing Mozambique Channel ( antara Madagascar dan Benua Africa ).

Hari ini tanggal 17 March 2009 benar2 merubah pola pemikiran saya yang dulunya selalu mengalah tetapi kali ini dan mungkin ke depannya saya harus menjadi jati diri saya yang sebenarnya. Kalau orang Rote (Ibu rote, ayah dari daratan Timor) yang meratau mempunyai satu tekat dalam hati " Saat Orang rote NTT meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke negeri orang nyawa pemuda tsbt sebenarnya sudah di bayar" hidup mati di negeri orang apapun persoalan hidupnya pantang menyerah bila harus mati sekalipun.

wah seram juga neh cerintanya he2..

Ok. jadi kembali ke cerita kapal, jadi tadi pagi hampir saja terjadi kekerasan di atas kapal. Ceritanya pagi2 saat si Ch.Off orang korea ini naik ke anjungan untuk jaga seperti biasanya dan untuk di kapal ini pada jaga malam, AB ngak ikut jaga di anjungan karena siang mereka harus harian, itulah kebijakan Captain orang Korea. (mungkin karena kapal layar di samudera jarang bertemu passing dengan kapal lain jadi Officer jaga sendiri gak masalah pada malam hari).

begitu pagi2 jam 4 di anjungan hanya cuman berdua saya dan si Ch.Off. Ketika korea ini berada di anjungan banyak sekali pertanyaan yang beberapa hari lalu memang ada sebuah order untuk saya, saya juga tidak membagus-bagusin cerita ini tetapi memang si Ch.Off korea ini mulutnya pedas bicaranya serasa manusia yang berada di hadapannya semuanya adalah rating atau siapa saja yg bisa ia semena2… mungkinkah ini sifat orang korea..???

Ia mulai menayakan saya dgn berbagai macam dalih dan ia mulai memperdebatkan kerjaan saya, yang jadi masalah bagi saya adalah ketika sedang berbicara dengan korea ini kesan dari korea ini sepertinya ingin mengajak berantem, kejadian seperti ini sejak saya on board dia sudah terkesan tidak friendly dengan saya. Wah ini memang sebua tantangan bagi saya dan yang sangat berat bagi saya adalah kalau ada ancaman keselamatan diri saya. Sudah beberapa kali kami saling bicara dan hawanya selalu panas tetapi kejadian pagi ini memang sangat panas hampir saja saya hilang kendali saat saya merasa dada ini panas membara muka saya keringatan sekujur tubuh kuh panas, dalam dada ku sangat berani luar bisa berani untuk melakukan perlawanan. Mungkin kah setan sudah menguasai pikiran ku???

Begitu si Ch.Off memandang saya dengan amarah, saya pun membalas menatapnya pula dengan tatapan mata saya bak tatapan harimau dengan bunyi gregetan gigi rahang ku…. heh2 (jangan serius yah).

Beberapa saat hampir meledak dan pasti terjadi hal yang tidak di inginkan. Perlahan si Ch.Off ini berpaling muka dan mengambil posisi di pojok anjungan dekat pintu samping. Saya makin bertamba berani saat saya merasa tatapan mata saya mengalahkannya. Saya kembali ke kamar peta untuk menge-print out data2 di computer yang kami sedang perdebatkan.. saya makin berani saja, meja peta pun saya banting dengan jangka, pulpen apa saja yang ada di genggam ku…., sembari perhatian ku tertuju kepada si Ch.Off korea ini, apakah ia memhampiri saya untuk melawan?? berharap ada reaksi.

Tetapi ternyata tidak lagi ada suara dari luar sana…, ia diam saja mulutnya suda tidak berbicara lagi.

Dalam hati ku, apa gerangan dengan si korea ini..???

Apakah dia takut dengan ku..???Ataukah dia tidak berani melawan saat saya mengeksperisikan kemarahan ku…!!!

okee,, print out pun dalam prosess sembari menunggu beberapa prinan, saya berpikir “saya tidak melakukan pemukulan lebih dulu sebelum ia melakukannya” Saya berjanji dalam hati pasti saya akan membeli kalau ia menjual. Ibaratnya kalo ia memukul saya maka saya pasti akan membalas dengan pukulan pula.

Biar lah apa yang terjadi, terjadilah….

Setelah selesai menyerahkan hasil prinannya, saya pun turun ke bawa meninggalkan anjungan karna selesai jaga.

Saya masih dalam suasana hati yang belum teredam, sesampai di kamar, saya langsung mengankat gagang telepon untuk menelpon ke kamar 3/Eng. Lebih beraninya lagi saya di kapal hanya 2 orang Indonesia 3/Eng dan 2/Off, saya sendiri.

Saya menelpon 3/Eng dengan tujuan memberitahu nya kejadian yang baru saja saya alami dan memintanya nanti bila jam 8 turun ke kamar mesin tolong carikan saya sepotong pipa besi untuk saya. Telepon kamar ku rupanya ada ganguan sehingga beberapa kali mencoba memencet nomor kamar 3/Eng tetapi tetap saja tidak bisa tersambung.

Saya menarik nafas sembari memikirkan nasib ku, apa yang akan terjadi nanti di kapal ini….??

Aircon pun serasa panas. Saya keluar kamar dengan tidak memakai baju keluar dari accommodation karena kamar saya dekat dengan accesss ke lifeboat deck kira2 jam 4.30 masih gelap, disana saya mencari benda apa saja yg bisa saya jadikan senjata pelindung untuk berjaga2 bila saya akan di dihampiri si korea ini ke kamar ku.. tetap saja tidak menemukan apa-apa. Aneh nya lagi tiba-tiba saja saya di kejutkan dengan kehadiran seseorang.!! aku cukup kanget!! dlm pantulan cahaya dari accommodation akhir nya memastikan ku sosok tersebut adalah C/Eng orang korea juga ia hendak memutar salah satu vant kamar mesin.

Aku menarik nafas sembari masi melihat2 sekeliling, dalam pikiran ku hanya memikirkan bagaimana berjaga jaga dan siap untuk bisa melawan serangan bila hal itu akan terjadi kepada diri ku.

Aku pun melangkah masuk kembali ke accommodation dengan tidak menemukan alat apapun, dlm kamar aku menutup pintu kamar dgn tak lupa menguncinya. Aku merebahkan tubu ku di atas ranjang untuk ber-isterahat, karena hari terasa sudah pagi, dengan pikiran masih gulau campur aduk, niat ku masi teringat kepada 3/Eng untuk mencarikan sepotong besi untuk ku. "ok., nanti saja kalo makan siang nanti aku beri tahu" dlm pikiran ku.

Aku akhirnya bisa istrahat juga. dalam tidur ku, seperti kebiasaan sebelum tidur aku harus berdoa, tetapi entah pikiran ku sudah di kuasai oleh rasa tidak puas terhadap kejadian tsbt membuat ku kadang selalu mengandalkan pikiran emosional ku semata untuk menyelesaikan masalah, sering aku melupakan dalam doa tidur ku. Ohh Tuhan… aku yakin dan percaya sesuatu Engkau biarkan terjadi sesunggunya engkau tidak pernah membiarkan anak2 Mu berjalan sendiri. Tidak ada rencana kecelakaan dalam hidup ku tetapi sesunggunya rencana Mu adalah rencana Damai Sejahtera. Thanks God

Kiranya dengan tulisan cerita ini bisa melegahkan hati ku.

Dengan pengalaman ini aku ingin hanya meluangkan cerita tsbt agar kawan2 bisa mengambarkan suasana yang di alami oleh seorang pelaut di atas Kapal dengan awak kapal lain berkembangsaan korea.

Di kapal tak semuanya mengalami seperti hal yang aku alami, terkadang mendapatkan kapal yang bagus, gaji yang bagus, dengan suasana yang harmonis antara sesama crews. Tetapi juga kadang ada yang mengalami hal yang tidak sebaik itu..

terkadang gaji bagus tetapi suasana kapal tidak nyaman.. seperti hal yang saya alami.

Cerita saya ini menggambarkan kondisi kapal dengan crews orang korea kebanyakan tidak ter-ekspos. Banyak sekali teman2 pelaut yang tidak friendly bila bekerja di kapal perusahaan korea atau crew kapal orang korea. Kebanyakan dari pengalaman teman2 yang pernah bekerja di perusahaan korea dengan crew kapal orang korea sering mengalami pemukulan dan itu terjadi. Sudah dikenal di antara senior2 pelaut bahwa korea itu identik dengan kekerasan…. apa benar…??

Semoga saya tidak mengalami kondisi dimana saya harus pukul memukul seperti preman.. semoga tidak terjadi, Amin.