Oleh Mas Edy

On shore 11 August 2010

 

Noltime.com Sekedar mengisi catatan blog ku menanggapi berbagai peristiwa yang terjadi di masyarakat, sengaja saya kaitkan dengan sebuah profesi yaitu pelaut.

Profesi yang peraturan ketenaga kerjaan nya paling ketat peraturan nya di dunia barangkali bisa saya sebut adalah profesi pelaut. Mengapa tidakā€¦, dari berbagai peraturan hingga sertifikat yang harus di miliki seseorang apabila ingin bekerja di atas kapal adalah peraturan sertifikasi Keahlian dan kemampuan si pekerja.

Seperti Certificate of Proficiency (COP) sertifikat keahlian ini salah satu sertifikat yang paling selektif menurut saya. Calon pelaut yang hendak bekerja di atas kapal ia harus memeliki banyak sekali sertifikat ini… pokok nya banyak, kalo di banding dengan profesi lain. Sertifikat ini adalah sertifikat keahlian yang sah dikeluarkan oleh pemerintah dalam hal ini DEPERLA (Departemen Perhubungan Laut) dan diakui secara International. Maka bila anda sudah memiliki sertifikat2 macam ini, baru bisa bekerja di atas kapal dimana pun perusahaan pelayaran di seluru dunia.

Keahlian – keahlian yang di miliki oleh seorang pelaut yang di buktikan dengan sertifikat seperti: Sertifikat keselamatan dasar. BST, harus dilatih bisa berenang, cara penyelamatan diri di laut PSCRB, sertifikat Menghadapi / menanggulangi keadaan kebakaran di atas kapal AFF, Sertifikat bagi yang bekerja di type kapal khusus pengangkut minyak seperti tanker, harus memeliki Sertificat Tanker Fameliarisasi, harus juga memiliki Oil tanker spesialis training. Truss, bila kapal nya membawa bahan cair bersifat kemia harus juga memiliki sertifikat spesialis tanker kimia. Apabila tanker nya membawa Gas LPG atau LNG, ia pun harus memiliki Gas Tanker Spesialis dan yang lain-lain.. masi banyak lagi yang lain.

Kalo anda berpikir untuk apa sebanyak itu sertifikat keahlian yang harus di miliki oleh seorang awak kapal.. Maka tentu tak lain adalah "Keselamatan"

Nah dari contoh sebuah profesi pelaut yang begitu mengutamakan "keselamatan"

seperti awak kapal tanker yang berhubungan dengan bahaya kebakaran minyak atau ledakan gas dan lain2 yang bisa terancam setiap saat, maka di sini bukan untuk sebuah profesi tetapi tempat atau zona yaitu dapur – dapur para ibu rumah tangga oleh pemerintah setidak nya di berlakukan istilah "zona Keselamatan". Karena disana ada api dan Gas..!!! Kalo anda tau tentang teori segitiga api maka tentu anda akan berpikir merenungi hal simpel yang konyol ini. Dulu masi konfesional, minyak tanah masi kita anggap seperti kayu bakar. Tapi sekarang jangan di anggap masih sama..!! Sekarang peralatan penunjang kehidupan sudah memasuki era digital atau sudah menggunakan tehnologi secara keseluruhan di dunia. Oleh karena itu kita harus sadari dan mungkin juga mengakui ini bahwa masyarakat kita secara umum baru memiliki tingkat penguasaan sejauh "baru mengenal" belum "memahami"

Maka tidak salah lagi kalo konversi minyak tanah ke gas yang telah di lakukan pemerinta banyak menuai kritik sebagian besar masyarakat karena banyak sekali korban yang berjatuhan akibat ledakan demi ledakan tabung gas LPG yang menghiasi informasi televisi nasional, maka salah satu solusi adalah selain memberikan pengujian dan sertifikasi untuk peralatan, tabung gas dan lainnya, pemerintah harus juga perlu memberikan pelatihan / training kepada masyarakat layak nya awak kapal tanker. Terutama para ibu2 rumah tangga minimal "paham" tidak perlu sampai ke tingkat "Keahlian" seperti pelaut. Sehingga ia paham akan cara pemakaian, perawatan, dan bahaya – bahaya keselamatan menggunakan Gas LPG, sebagai bukti training ia juga akan di berikan Sertifikat Keselamatan LPG.

Wahh keren ya dapat sertifikat. thumbs_up

Cara ini akan efektif mengingat tingkat pemahaman masyarakat kita tentang Gas, tabung Gas, regulator, selang maupun kompor gas sendiri masih rendah. Yang ngerti sekolah aja bisa musiba apalagi masyarakat yang tidak ngeyam pendidikan.. Begitu kira – kira ilustrasi nya. Jadi akan meminimalisasi bahaya – bahaya ledakan Gas LPG di dapur para ibu – ibu rumah tangga.

Setelah Ibu – ibu mendapat Sertifikat Gas LPG, sertifikat ini berlaku sebagai izin penggunaan Gas LPG di rumah masing – masing. Bagi rumah tangga yang tidak memiliki Sertifikat Gas LPG ia tidak di perbolehkan membili tabung gas LPG apalagi menggunaka Gas LPG. bila melanggar akan di denda. Maka saya rasa semua ibu – ibu akan tertarik mengambil sertifikat ini. Dan pemerintah boleh mengenakan biaya training layak nya training sertifikat awak kapal yang biasa nya sertifikat awak kapal memiliki masa berlaku setiap lima tahun harus di revalidasi atau di perpanjang apabila masah 5 tahun telah berakhir. Awak kapal akan mengeluarkan biaya lagi setiap lima tahun hanya untuk mempertahankan masa berlaku nya sertifikat. Dan oleh badan diklat pelaut, ini adalah lahan pendapatan yang subur trus menersus sampai batas waktu yg tidak di ketahui.

Nah, Kalo pemerintah juga mengambil contoh tersebut sebagai pertimbangan mengenakan biaya untuk melatih setiap ibu rumah tangga di seluruh Indonesia, maka saya rasa ini akan sangat menarik.. Akan meningkatkan pendapatan pemerintah untuk proyek yang lebih besar lagi.. Bukan lagi tabung gas yang akan datang, tetapi pipa Gas LPG akan langsung di alirkan ke setiap rumah – rumah masyarakat. wahh kerenn.smile_speedy

Dan tentu akan semakin siap masyarakat dengan isu tentang rencana penggantian penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk 2010-2050 oleh Dewan Energi Nasional (DEN).

Semoga menjadi bahan insperasi anda pembuat kebijakan. Thanks, Arnold Indonesian Seafarers.