Skip to content

Oleh: Mas Edy

On board, 08 August 2009

Akhir2 ini saya sibuk dgn perjalanan kapal yang tidak tetap. begitulah cerita seorang pelaut lebih asyik lagi cerita seputar nusantara, terkadang pelaut itu jauh berlayar sampai kemana2 ke negara orang tapi cerita kepulauan dan pelabuhan di seluruh negara sendiri masih asing. contohnya pelabuhan2 dan daerah2 yang terpencil di beberapa tempat di indonesia.

Saya mengalami hal yang saya maksud adalah minim nya ketersediaan informasi untuk pelabuhan2 indonesia secara menyeluru. atau pelabuhan2 kecil di Kepulauan Nusantara, apalagi kapal berbedera Indonesia anda suda pasti tau publikasi dan Berita2 Navigasi terkadang sulit di dapat, bukan sulit tapi enggan di sediakan oleh company. asal memenuhi syarat dan lolos vetting dsb nya. kapal boleh berlayar kekurangan akan nyusul di lengkapi. itu janji kantor.. tapi janji tinggal janji entah kapan di kirim… hmm tak mengapa di negara sendiri aja kok. dua atau tiga kali berlayar melewati sebuah alur pelayaran pasti akan hafal juga dgn karakter dan kondisi perairan dan bahaya navigasi yang ada.

Dari kekurangan informasi yang saya dapatkan saya mencoba googling dan akhir nya saya menemukan beberapa informasi yang bermanfaat bagi pelayaran di nusantara adalah "Port Information" Port information ini adalah khusus untuk pelabuhan Pertamina di seluruh indonesia. tapi untuk umum/pelabuhan umum, biasanya buku di anjungan yang bisa membantu adalah "GUIDE TO PORT ENTRY" bukunya warna hijau tebal. dan buku yang lain adalah ADMIRALTY LIST OF RADIO SIGNAL ALRS Vol.6(4) untuk asia mencakup indonesia.

Saya Merangkum beberapa Informasi pelabuhan yang pernah saya singgahi dan iformasi di sini khusus untuk pelabuhan Pertamina

Pertamina Ports

PULAU BAAI / PBI (BENGKULU)

continue reading…

Oleh: Mas Edy

On Friday, 31 July 2009

History

The IMO states that “The International Ship and Port Facility Security Code (ISPS Code) is a comprehensive set of measures to enhance the security of ships and port facilities, developed in response to the perceived threats to ships and port facilities in the wake of the 9/11 attacks in the United States” (IMO)

Development and implementation were speeded up drastically in reaction to the September 11, 2001 attacks and the bombing of the French oil tanker Limburg. The U.S. Coast Guard, as the lead agency in the United States delegation to the International Maritime Organization (IMO), advocated for the measure. The Code was agreed at a meeting of the 108 signatories to the SOLAS convention in London in December 2002. The measures agreed under the Code were brought into force on July 1, 2004

Scope

The Code is a two-part document describing minimum requirements for security of ships and ports. Part A provides mandatory requirements. Part B provides guidance for implementation.

The ISPS Code applies to ships on international voyages (including passenger ships, cargo ships of 500 GT and upwards, and mobile offshore drilling units) and the port facilities serving such ships.

The main objectives of the ISPS Code are:

To detect security threats and implement security measures

To establish roles and responsibilities concerning maritime security for governments, local administrations, ship and port industries at the national and international level

To collate and promulgate security-related information

To provide a methodology for security assessments so as to have in place plans and procedures to react to changing security levels

continue reading…

1. Jadilah Jagung, Jangan Jambu Monyet.
Jagung membungkus bijinya yang banyak, sedangkan
jambu? monyet memamerkan bijinya yang Cuma satu-satunya.:unibrow:
Artinya : Jangan suka pamer

2. Jadilah pohon Pisang.
Pohon pisang kalau berbuah hanya sekali, lalu mati.:wow:
Artinya : Kesetiaan dalam pernikahan.

3. Jadilah Duren, jangan kedondong
Walaupun luarnya penuh kulit yang tajam, tetapi
dalamnya lembut dan manis. hmmmm, beda dengan kedondong,
luarnya mulus, rasanya agak asem dan di dalamnya ada biji yang berduri.:angkattopi:
Artinya : Don’t Judge a Book by The Cover.. jangan menilai orang dari
Luarnya saja. continue reading…

Oleh: Mas Edy

On Saturday, 11 July 2009

Minimum Underkeel Clearance

(minimum UKC)

In order to promote the safety and environmental security of the waterway resources of the Port or Channel, minimum Under Keel Clearance (UKC) (between Keel to Sea Bed) should be kept as follows, in case of no any specified recommendation by the Port authority, Pilot, Facility representative or Agent.

Minimum UKC = 10 % of ships` Draft

Example:Ships` Draft= 5.5m

UKC = 10 % of ships Draft

Draft= 5.5 m x 0.10 = 0.55 m

Requered minimum dept = 5.5 m + 0.55 m = 6.05 m

Minimum UKC = 10 % of ships` Draft

Example:

continue reading…

Oleh: Mas Edy

On Saturday, 27 June 2009

1.Di daerah-daerah yang kepadatan lalu lintasnya tinggi, dan dalam jarak pandang terbatas, dan atau dalam semua situasi bahaya navigasi yang mana system control kemudi automatic ke manual digunakan, maka system perubahan kemudi dari auto-manual harus lah bisa di operasiakn/lakukan dgn mudah dan cepat.

2.Dalam keadaan seperti di atas, Mualim jaga yang sedang berdinas jaga,harus dapat bisa tanpa penundaan dan menunggu juru mudi/ Quarter master yang qualified, siapa yang siap, setiap waktu dapat mengoperasikan steering control.

continue reading…

Oleh: Mas edy

Friday, 26 June 2009

Steering gear: Testing and drills

1.Within 12 hours before departure, the ship’s steering gear shall be checked andtested by the ship’s crew. The test procedure shall include, where applicable, theoperation of the following:

.1 the main steering gear;

.2 the auxiliary steering gear;

.3 the remote steering gear control systems;

.4 the steering positions located on the navigation bridge;

.5 the emergency power supply;

.6 the rudder angle indicators in relation to the actual position of the rudder;

.7 the remote steering gear control system power failure alarms;

.8 the steering gear power unit failure alarms; and

.9 automatic isolating arrangements and other automatic equipment.

2.The checks and tests shall include:

.1 the full movement of the rudder according to the required capabilities of the steering gear;

.2 a visual inspection for the steering gear and its connecting linkage; and

.3 the operation of the means of communication between the navigation bridge and steering gear compartment.

Oleh: Mas Edy

On Friday, 26 June 2009

Apa itu PMS? beberapa minggu yang lalu di televisi nasional rame pemberitaan mengenai kecelakaan pesawat TNI angkatan udara kita yang berjatuhan tak berdaya. Kemudian bermunculan lah opini dan saling lempar tangung jawab. dalam perdebatan, pembicaraan yang sempat terlintas di kuping saya ketika sedang liwat di depan pesawat televisi adalah sebuah kata yang mengimpirasi saya sehingga saya menulis artikel ini adalah PEMELIHARAAN.

Pemeliharaan adalah Sebuah kata yang menurut saya sangat bermakna bagi sesuatu milik kepunyaan, property atau benda. Sehingga kata tersebut menjadi harapan bagi pemilik benda agar kalo bisa tetap berkualitas, tetap kuat tahan lama dan tetap “eksis” ujar sang empunya barang.

Tetapi apalah di kata, hukum alam tidak bisa di ubah tetapi hanya bisah di minimalis pengaruhnya. Dari persaingan bersama waktu mulai dari saat material sudah di bentuk menjadi sebuah benda yang dikenal sampai dengan suatu masa dimana yang oleh para pencipta alat tersebut menamakan nya Expire. Batas waktu karena proses kimia.“Waktu melapukan Kayu” atau pun pada sebuah batas waktu di mana “besi menjadi karat” sehingga tidak layak di gunakan.

Dari inspirasi tersebut, saya mencoba mengaitkannya dengan dunia kita di dunia pelayaran. Pengoperasian armada kapal laut atau merchant ships untuk berniaga di atur dalam Safety Management Code for ship yang kita kenal ISM Code adalah “Plan Maintenance system” PMS.

Di atas kapal ada dua department yaitu Deck Department dan Engine Department. kedua departemen ini yang mempunyai andil dalam implementasi ISM Code yang di terapkan oleh sebuah shipping company untuk semua armandanya. Kebetulan saya orang deck maka saya lebih memfokuskan tulisan saya terhadap “Deck Department” yang akan menjadi tanggung jawab saya. Jadi untuk mesin saya liwatkan dulu. Maaf  ya.

Ok, Lansung saja kita menuju TKP (Tempat kejadian Perkara).

Secara garis besar pemeliharan kapal untuk Deck Departement di bagi dalam dua Bagian UMUM yaitu:

I. HULL dan,

II. EQUIPMENT

Hull adalah pemeliharaan dan perawatan kapal pada bagian utama kapal / bangunan kapal. dan Equipment adalah pemeliharaan dan perawatan kapal untuk alat-alat perlengkapan penunjang pengoperasian kapal. ( saya bahas khusus Deck Departement ).

continue reading…

Oleh: Mas Edy

Monday, 1 June 2009

Berbicara tentang inspeksi, meriksa memeriksa di atas kapal, saya pada awal mengalaminya saat Eksternal Audit wah uda pada ngapalin tugas-tugas masing-masing dan beberapa poin yang di bagikan C/O. uda dek dekan ngapalinya. Trus adalagi nih katanya kalo kapal masuk singapore naik PSC gawat lagi bisa di turunin.. hehe buat cuit nyali juga sih.. mo join ke perusahaan luar.

Aturan atau regulation selalu terlintas di benak kita akan pekiran yang ruwet, was-was dan sebagainya. Namun, sebenarnya menghadapi sebuah Inspection tidak lah harus cemas bekerja dengan keras, tetapi jalanilah pekerjaan di atas kapal sebagaimana biasanya. Tentu dalam arti biasanya yang sesuai dengan waktu kerja, porsi kerja dan regulation pula. Dengan tanda kutip bukan bekerja ala di kapal tug boat, yang sebagian besar hanya pada tugas classic saja yaitu: jaga, makan tidur, bangun nyampe pelabuhan dan pulang rumah… Maaf ya bukan menyinggung. please jgn marah. he2.

continue reading…

Di tulis oleh: mas Edy

Friday, 29 May 2009

Berlayar jaman sekarang bisa dikatakan paling mudah di banding bapak2 kita pelaut tahun 80-an. sekarang ini sangat di manjakan dengan segala kemudahan dari kemajuan tehnologi, baik perangkat Navigasi yang canggi, permesinan yang serba automatic dimana pengoperasiannya tinggal jaga alarm berbunyi artinya anda harus bergegas dari tempat duduk dan melihat tindakan apa yang anda harus ambil.

 

Sebenarnya pesawat apapun diatas kapal pasti ada manual book-nya, seperti contoh kecil saja ada pemasangan alat navigasi baru baik itu GPS, AIS, dll di anjungan pasti ada operation manualnya. Pertama kali saya berlayar awalnya terasa susah sekali karena belum memahami betul apa itu berlayar. Yang saya tau mengemudikan kapal dari suatu pelabuahan sampai pelabuhan tujuan dengan syukur selamat selesai. Ternyata menunjang operasional kapal, seorang mualim harus di bekali oleh ilmu Navigasi yg cukup. Memang di bangku kulia kita sudah di bekali dengan dasar pengetahuan, tetapi nama nya manusia tidak mungkin menyimpan semua aturan, teori dalam memori nya.

continue reading…

Oleh: mas eddy

Friday, 8 may 2009

I. Kata Pengantar dan Pengenalan Umum

Diatas kapal, banyak alat/pesawat yang sehari-hari kita menggunakan, mengoperasikan dan tentu sudah kita kenal (kenal belum tentu tau) tapi apabila hendak menyebutkan dan menulisnya kita kesulitan seperti dalam menyebutkan bagian suatu alat/pesawat atau type tertentu. Sekedar mengenal saja tapi untuk menjelaskan nya,, wah nanti cari buku dulu . Apalagi hendak membuat requisition. pantasen kerja sama orang asing blm siap, alias hao-hao. hahaha… banyak nanya, kalo banyak nanya di atas kapal malu di katain goblok, kadang ada juga!?!.., jadi nanya aja sama mba google.. ketemu deh cerita seorang pelaut. . ….kata sambutan. OK kita kembali ke Laptop.

Valve atau biasa juga disebut dengan kerangan,

continue reading…

Di rangkum oleh Arnoldus Edyson Taemnanu

Tuesday, 5 May 2009

INTERNATlONAL REGULATlONS FOR PREVENTING COLLlSlONS AT SEA, 1972

PART A. GENERAL

Oleh: mas edy

On board Tuesday, 17 March 2009

Sepanjang bulan maret saya absent internet, begitulah seorang pelaut hanya ingin sekedar menulis cerita pengalaman hidup seorang popeye.

Saya baru sebualan ini join lagi di salah satu kapal tanker perusahan korea, naik di Durban S.A lalu next port ke India. Singkat saja liku-liku kehidupan di kapal memang suatu pengalaman yang unik dan baru pertama kali ini saya ngumpul dengan crew kapal orang korea. Di atas kapal ada juga burma dan china, tapi sebelumnya sudah perna ngumpul. hanya korea saja yang baru pertama kali ini. Sebuah pengalaman yg sebenar nya bukan unik tapi pengalaman yang bisa saya sebut gila.

Saya sedang menulis cerita ini baru saja tadi pagi kira2 pergantian jaga 2/Off ke C/Off posisi kapal sedang berlayar menuju India passing Mozambique Channel ( antara Madagascar dan Benua Africa ).

Hari ini tanggal 17 March 2009 benar2 merubah pola pemikiran saya yang dulunya selalu mengalah tetapi kali ini dan mungkin ke depannya saya harus menjadi jati diri saya yang sebenarnya. Kalau orang Rote (Ibu rote, ayah dari daratan Timor) yang meratau mempunyai satu tekat dalam hati " Saat Orang rote NTT meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke negeri orang nyawa pemuda tsbt sebenarnya sudah di bayar" hidup mati di negeri orang apapun persoalan hidupnya pantang menyerah bila harus mati sekalipun.

wah seram juga neh cerintanya he2..

continue reading…

Oleh: mas eddy

Wednesday, 18 February 2009

 

Sering dan merupakan rutinitas setiap mualim jaga saat berdinas jaga di anjungan adalah mengisi Log book, salah satu catatan yang sering di tulis adalah keadaan cuaca, awan dsb nya. Saya rangkum beberapa tulisan dan gambar awan dari buku Mariner`s Handbook.

Jenis- jenis awan pada dasar nya di kelompokan dalam 3 golongan awan menurut ketinggian nya yaitu:

Awan tinggi,

Awan menegah,

dan Awan rendah.

CLOUD FORMATIONS

Classification

Clouds are continually changing and appear in a variety of forms. It is possible however to define a limited number of characteristic forms, observed all over world, into which clouds can be broadly grouped

continue reading…

Di tulis oleh Arnoldus Edyson Taemnanu 2/O

Tuesday, 17 February 2009

Untuk pembuangan cairan berbahaya ( Noxious liquid substancaes in bulk ) tidak dapat di atur secara umum, di sebabkan oleh tingkat pengrusakan oleh tiap cairan berbahaya (zat kimia) berbeda antara satu zat dengan zat lainnya. Sehingga untuk mengatur cara pembuangan nya, zat-zat kimia di kelompokan dulu dalam “ KELOMPOK TINGKAT PENGRUSAKAN NYA” terhadap air laut.

Di dalam MARPOL 73/78 Annex II di bagi dalam 4 Kategori adalah A, B, C, dan D. Kemudian Marine Environment Protection Committee (MEPC) – 52nd session: 11-15 October 2004 Merevisi lagi MARPOL 73/78 Annex II (noxious liquid substances carried in bulk) kedalam kelompok atau kategori baru bukan lagi A,B,C & D yang sebelum nya kita kenal tetapi dalam X, Y, Z yang suda mulai di terapkan on 1 January 2007adalah:

continue reading…