Oleh: Mas Edy

On board, 05 November 2009

Berikut ini saya merangkum beberapa perhitungan Muatan untuk tanker charter pertamina:

Setelah selesai memuat/ loading perhatikan:

1. Draft

2. Sounding Tanki

3. Sample ( SG, dan Temperature)

Rumus:

KL.OBS  x  DAFT.54 = NET.KL 15°C

NET. KL15°C x DAFT.52 = BARELS 60`F

NET.KL15°C x DAFT.57 = L/T (Long Ton)

L/T x 1.01605            = MT (Metric Ton)

Atau untuk muatan dgn temperatere tinggi T.E.F di perhitungkan (Tank Expansion Factor)

OBS VOL           =

T.E.F                  =                              x

GKL                   =

VCF (table 54 )  =                              x

NET.KL 15°C      =

(table.52)          =                               x

BRLS                  =

NET.KL 15°C      =

WCF                  =                             x ( Density – 0.0011)

M/T                    =

atau     L/T x  1.01605   =  M/T

NET.KL 15°C      =

(TABLE.57)         =                            x

L/T                     =

Cargo density at 15°C based on table 53 (ASTM D1250)

Volume Correction Factor based on table 54 (ASTM D1250)

Net volume in Kilo Liter at 15°C.

Volume Convertion Factor based on table 52 (ASTM D1250)

Volume in Barrels at 60°F.

Weight Convertion Factor based on table 57 (ASTM D1250)

  • DALAM PEMUATAN DI PELABUHAN LOADING Selisih muatan antara darat dengan kapal saat muat harus kurang dari 0.30 % ( Perbedaan ini di sebut R1)

Contoh:

Angka darat adalah: y

Angka Kapal adalah: x

satuan angka yang di gunakan pertamina adalah Barrels , jadi patokan Barrels

RUMUS :         x – y    x 100  …….  ( harus kurang dari 0.30 % )

                        BL

Apabila Lebih dari 0.30 % selisih nya (angka kapal kecil di banding angka darat) maka,

“ LETER OF PROTEST”  yaitu darat protes ke kapal

Contoh:

Sebuah Kapal Tanker Loading solar di TT. TG. Gerem Merak, Dengan Jumlah Muatan sbb:

Angka darat / BL ( Bill Of Lading ) = 16.590 BRLS,

Angka Kapal ( Ship Figure After Loading) = 16.450 BRLS,

Jawab:

Rumus 

x – y    x 100

      BL

(Angka darat) – (Angka Kapal)  x 100

( Bill Of Lading )

16.580 -  16.470  x 100      =     0.66% ( > 0.30%) lebih dr toleransi 0.30 %

            16.590

Protest yang di buat darat dengan kapal membalasnya dgn ditanda tangani oleh Master for received only ( hanya untuk di ketahui )

  • DALAM PERJALANAN DARI AFTER LOADING (AL) SAMPAI BEFORE DISCHARGING (BD) → TRANSPORT LOST

Dari AL s/d BD selisih muatan harus kurang dari 0.10 % ( Perbedaan ini di sebut R2) ini adalah tanggung jawab kapal.

Rumus:

BD – AL    x   100 =  …….. ( hasil nya harus < 0.10 % )

         BL

  • DALAM PEMBONGKORAN ( MULAI BONGKAR s/d SELESAI )

Rumus:

AR – BD  x  100 =  …….. ( hasil nya harus < 0.30 % )

          BL

AR = Actual Recieved ( Penerimaan Darat )

Kasus yang menjadi perhatian Operation Manager terhadap armada kapal tanker yang di charter oleh pertamina adalah pada pion R2, atau transport lost.