Oleh Mas Edy
Marine Higher Education Institute
In progress Updated, 15 Mar, 2011
Noltime.com|Kompas dan Sistim Kemudi, catatan belajar-ku
Syllabus, Kompas & Sistem Kemudi ANT-II

 

1.Prinsip-prinsip Magnetic Compass & Gyro Compas
Magnetic Compass bekerja berdasarkan induksi magnet bumi yg terjadi pd besi2 kapal,
Baik itu besi keras, lunak maupun setengah keras. Cara kerja Magnetic Compass ber –
Pedoman pd Hk. Coloumb (I,II,III) dan Hk Induksi Magnetis
· Hk Coloumb I : Kutub-kutb yg tdk senama saling tarik menarik, kutub yg senama saling tolak menolak.
· Hk Coloumb II : Penarikan dan penolakan magnetis adl berbanding lurus dg banyaknya magnetisme yg terkumpul didalam kutubnya.
· Hk Coloumb III : Penarikan dan penolakan magnetis adl berbanding terbalik dg kwadrat jarak dr letak kutub2 yg saling mempengaruhi.
· Hk Induksi Magnetis :
1. Didalam besi yg diinduksi didekat kutub yg menginduksi dibangkitkan sebuah kutub yg tidak senama.
2. Induksi Magnetis adl berbanding lurus dg banyaknya magnetisme didalam kutub yg menginduksi.
3. Induksi Magnetis adl berbanding terbalik dg kwadrat jrk dr besi yg menginduksi dan yg diinduksikan.
Sedangkan Gyro Compass bekerja berdasarkan sifat-sifat gasing yg berputar dg cepat yg
Ditentukan oleh Hukum Gasing.
· Hk Gasing I : Poros dr suatu gasing yg berputar sangat cepat yg terpasang bebas dlm 3 bidang akan menunjukkan dg sebuah ujungnya ke suatu titik tetap diangkasa.
· Hk Gasing II (Presesi) : Apabila pd poros sebuah gasing yg berputar sangat cepat bekerja sebuah kopel, maka poros itu tidaklah bergerak kearah kopel, tetapi kesuatu arah yg tegak lurus terhadapnya.


-. Cara kerja Gyro Compas :
1. Gyroscope gerakan 3 bebas, edaran berbentuk lingkaran.
2. Gyroscope gerakan 2 bebas 1 terbatas – edaran berbentuk ellips.
Gasing / rmh gasing digantung dg kawat pd titik mawar diberi system top heavy , pd
Rangka mercury ballistic sehingga diperoleh presesi
3. Gyroscope diberikan system damping (peredam) – edaran berbentuk spiral. damping
Diperoleh dari pemasangan rangka balistik secara eksentris dibawah rumah gasing
2.Kesalahan-kesalahan Magnet Compass :
Kesalahan didalam kompas disebut “DEVIASI”, dalam magnetis compass kesalahan yg terjadi dpt dilihat dari perumusan “AIRY & ARCHIBALD SMITH”, yaitu :
δº = A + B Sin HP + C Cos HP + D Sin 2 HP + E Cos 2 HP
dimana : * Koefisien B & C adalah kesalahan yg terjadi pd magnet compass yg disebabkan
oleh induksi pd batang besi keras (gaya P & Q)
* Koefisien A, D & E adalah kesalahan yg terjadi pd magnet compass yg disebab -
Kan oleh induksi pd besi lunak (gaya a, c & e)
Selain itu didlm magnet compass terdpt jg kesalahan yg disebabkan apabila kpl senget, yg
Disebut dg “SIMPANGAN SENGET” dengan perumusan :
clip_image001[1]
Kemudian dimagnet kompas jg terdpt kesalahan yg disebut dengan :
GAUSIN ERROR : Kesalahan (deviasi) yg terjadi pula waktu kpl sedang berputar (swinging) terlampau cepat dalam rangka pembuatan daftar deviasi (hubungan dg Koef. A & E)
RETENTIVE ERROR : Kesalahan (deviasi) yg timbul apabila kpl mengemudikan haluan yg sama pd waktu yg lama, maka jika kpl mengadakan perubahan haluan akan mengakibatkan timbulnya kesalahan Retentive (berhubungan dg gaya B & C)
** DEVIASI : Sudut antara UM & UP
Yaitu : magnetisme yg diinduksikan kebesi kapal oleh medan magnet bumi
Nilai deviasi menjadi besar bila :
· Kapal didalam Dok
· Kapal Senget
· Kapal Kandas / tubrukan
· Kapal tersambar petir
Metode menentukan Deviasi :
· Dengan baringan benda2 angkasa
· Dengan baringan transit
· Dengan baringan timbal balik
· Dengan baringan benda jauh
· Dengan melihat pd peta dunia deviasi
** VARIASI : Sudut yg dibentuk oleh US & UM
Nilai variasi tergantung :
· Posisi kapal dipermukaan bumi
· Waktu
Faktor2 perubahan Variasi :
· Perubahan Harian
· Perubahan Tahunan
· Perubahan jangka panjang (secular change) yg menimbulkan Increasing & Decreasing
2. Kesalahan2 pd Gyro Compass
Pd gyro compass kita mengenal kesalahan2 :
a. Kesalahan Haluan & Laju, yaitu kesalahan yg terjadi karena adanya resultante antar arah gerakan maju kapal dan arah rotasi bumi yg besarnya sangat dipengaruhi oleh haluan dan laju kapal
b. Kesalahan Peredam (Kesalahan Lintang), yaitu Besarnya kesalahan ini tergantung dari lintang sipenilik, kesalahan ini adalah tetap untuk semua haluan
Koreksi pada kasalahan ini dengan menyetel cincin garis layar, dimana pada sisi
kanan Semi Automatic korektor terdapat sekerup kedua , dengan jalan memutar
pada tombol tersebut cincin garis layar dapat dipindahkan terhadap blok baja
yang diberi merkah2 dengan garis2 bagi untuk 0º sampai 70º S
c. Kesalahan Balistik, yaitu Kesalahan ini tergantung dari haluan dan perubahan laju, karana adanya perubahan laju maka akan timbul kopel yang berakibat poros gasing bersenget terhadap bidang datar yaitu presesi horisontal kesalahan Balistik : kesalah haluan dan laju Koreksi pada kesalahan ini sama dengan koreksi pada kesalahan dan laju yaitu dengan memasang alat semi automatic korektor
d. Kesalahan Ayunan, yaitu Apabila kapal mengoleng maka terjadilah suatu tekanan
kemuka dan tekanan kebelakang yang menimbulkan sebuah kopel yang
menyebabkan terjadilah senget pada poros gasing.
Koreksi untuk mencegah kesalahan ini :
· sensitive element ( gasing tersebut ) hrs di balansir ( berat
kompensasi )
· pipa2 penghubung bejana2 air raksa dipersempit
· diatas bejana tsb dilengkapi dg pemberat
· sisir yg berbentuk lengkung & pasang pd spider element (roll and pitch dampers)
· spider digantung dg silinder2 minyak dg torak2
3.Prinsip Kerja System Kemudi Otomatis dan prosedur pengoperasiannya :
Prinsip kerja dr system kemudi otomatis adalah bagaimana kita hrs mengemudikan kpl dg
Menggunakan kemudi otomatis agar kpl tetap bertahan pd haluannya dg sedikit mungkin
Gerakan kemudi. Yg mana utk mencapai hal tsb kita hrs percaya pd pengaruh dari
Penyetelan komponen2 yg ada pd system kemudi otomatis tsb.
Prosedur Pengoperasian system kemudi Otomatis :
· sebelum kita “ON” system kemudi otomatis yg ada, kita terlebih dahulu hrs menyetel tombol2 yg tersebut yg terdpt pada system yg ada, dimana tombol2 itu terdiri dari :
a. Weather Adjusment (tombol pengatur cuaca)
b. Rudder Adjusment (tombol pengatur kemudi)
c. Weather Helm (tombol pengemudi cuaca)
d. Support Rudder (balas kemudi)
Penyetelan otomat kemudi ini hrs tergantung & memperhatikan keadaan yg ada agar tombol2 tsb dpt berfungsi se-ekonomis mungkin.
Apabila penyetelan dr tombol2 itu telah dilakukan dg benar dg memperhitungkan segala keadaan dan kondisi yg ada barulah system kemudi otomatis itu dpt dihidupkan.
Prinsip kerja Automatic Pilot :
1. penyimpangan dari haluan yg telah disetel memberi akibat melalui suatu mekanisme tertentu, mesin kemudi akan bekerja. Mesin kemudi memberikan beberapa derajat “balasan kemudi” sehingga kpl kembali kehaluan yg telah disetel
2. melalui system umpan balik, putaran2 kemudi dibalik kembali, sehingga jika haluan yg disetel telah dicapai, maka kesemuanya berada dalam kedudukan tengah2. akibat peraktis dari cara kerja ini bahwa kpl seolah-olah selalu merewang antara haluan yg benar, maka kembali lagi diberikan balas kemudi dan prosesnya pun terulang kembali.
Otomat2 kemudi yg modern, seperti kemudi yg baik hrs memperhatikan proses diatas, jadi sebelum kapal duduk kembali pd haluan yg disetel meletakkan kemudi tengah2 dan memberikan sedikit balas kemudi seperlunya.