Seaman personal blog

Indonesian seafarer

Browsing Posts tagged cargo calculation

Oleh: Mas Edy

On board, 15 December 2009

Sumber loss

Loss yang bersifat Fisik

Loss yang bersifat Semu

Sifat Minyak

Minyak bumi mempunyai titik didih yang sangat banyak yaitu dari titik didih 25 C s/d 500 C.

Selain senyawa hydrocarbon, dalam minyak bumi terdapat senyawa sulfur, metal, nitrogen, air dll.

Minyak sukar di ukur volumenya dengan tepat karena sangat rentan berubah pada perubahan suhu dan bentuk tanki.

Pengambilan Contoh Minyak dari Tanki

Composite spot

Middle spot

All-levels

Running sample

Sample cocks

Pemeriksaan Contoh Minyak

Dengan menggunakan Hydrometer, disesuaikan pada suhu 15 C.

Untuk minyak yang lebih kental dan hitam diadakan koreksi miniskus yang tepat.

Hasil pengukuran dengan hydrometer yang di laksanakan pengukurannya mendekati suhu minyak yang sebenarnya.

Ketepatan pengukuran density sangat di perlukan untuk dapat di konversi ke volume standard 15C.

Density dapat menentukan kualitas crude.

Density cairan merupakan berat massa tersebut dalam kilogram dengan volume dalam liter pada suhu standard (15C)

SG merupakan perbandingan antara berat suatu massa dalam suatu volume tertentu pada suhu 60 F dengan berat massa air murni pada volume yang sama dengan suhu yang sama

Nilai observed merupakan hasil pemeriksaan pada suhu saat pemeriksaan, yang suhunya dapat berbeda beda.

Ketelitian Peralatan : Alat Ukur Manual

Alat pengukuran level cairan.

Alat pengukuran air bebas.

Alat pengukuran suhu.

Alat pengambilan sample.

Alat pengukuran density.

Ketelitian SDM

continue reading…

Oleh: Mas Edy

On board, 05 November 2009

Berikut ini saya merangkum beberapa perhitungan Muatan untuk tanker charter pertamina:

I. MEMUAT

Setelah selesai memuat/ loading perhatikan:

1. Draft

2. Sounding Tanki

3. Sample ( SG, dan Temperature)

Rumus:

KL.OBS  x  DAFT.54 = NET.KL 15°C

NET.15°C x DAFT.52 = BARELS 60`F

NET.15°C x DAFT.57 = L/T (Long Ton)

L/T x 1.01605            = MT (Metric Ton)

Atau untuk muatan dgn temperatere tinggi T.E.F di perhitungkan (Tank Expansion Factor)

OBS VOL           =

T.E.F                  =                                        x

GKL                   =

VCF (table 54 )=                                          x

NET.KL 15°C      =

(table.52)          =                                          x

BRLS                   =

NET.KL 15°C    =

WCF                    =                                     x ( Density – 0.0011)

M/T                    =

atau     L/T x  1.01605   =  M/T

NET.KL 15°C      =

(TABLE.57)         =                                      x

L/T                       =

Cargo density at 15°C based on table 53 (ASTM D1250)

Volume Correction Factor based on table 54 (ASTM D1250)

Net volume in Kilo Liter at 15°C.

Volume Convertion Factor based on table 52 (ASTM D1250)

Volume in Barrels at 60°F.

Weight Convertion Factor based on table 57 (ASTM D1250)

clip_image001 DALAM PEMUATAN DI PELABUHAN LOADING Selisih muatan antara darat dengan kapal saat muat harus kurang dari 0.30 % ( Perbedaan ini di sebut R1)

Contoh:

Angka darat adalah: y

Angka Kapal adalah: x

satuan angka yang di gunakan pertamina adalah Barrels , jadi patokan Barrels

RUMUS :         x – y    x 100  …….  ( harus kurang dari 0.30 % )

BL

Apabila Lebih dari 0.30 % selisih nya (angka kapal kecil di banding angka darat) maka,

Page 1 of 11