Seaman personal blog

Indonesian seafarer

Browsing Posts tagged cargo handling

KEAMANAN

PMTC: Pertamina Maritime Training Centre

Kecepatan aman:

Tekanan air terhadap kapal.

Jadikan air sebagai teman, kalau tidak ada air bagaimana kapal bisa mengapung.

Harus mengetahui karakter kapal dan karakter muatan untuk mendapatkan stabilitas yang baik.

Beban yang di ciptakan muatan terhadap kapal, kita perlu tahu.

Kapal itu mempunyai behaviour ada dua:

– diam,

– Bergerak

Diam karena hukum Archimedes,

OIL SPILL CHECKLIST

Comments off
  1. If oil spill on board, immediately report to officer on watch, call master/chief engineer.

  2. Stop bunkering, ballasting and cargo preparations, take precautions for inflammable gases and risk of fire.

  3. Alert the oil spill response team, identify the source of oil spill, if necessary use other emergency plan/checklist.

  4. Immediately call the company and brief the incident.

  5. Make oil pollution initial notifications immediately to appropriate shore authorities (coast state, port state, flag state) and local agent/charterer.

  6. Take steps to control oil spill and prevent oil escape overboard. Clean up oil on deck by all means.

  7. Take measures to prevent/control fire risk and prepare lifeboat and lifesaving equipment for emergency.

  8. Make oil spill report soonest to the company.

  9. Follow up status reports to shore authority as appropriate. All actions to be recorded in deck log book/official log book.

  10. Follow up status report to the company at 3 hourly intervals until crisis is over.

  11. Maintain all records of communication time OOW.

Update:  www.noltime.com

Java Sea 24/08/13

 

Oleh Mas Edy

On shore 16 July 2010

Nah ini sama-sama di sebut V.C.F tetapi bukan VCF (Volume Corection Factor) tetapi Convertion Vactor jadi beda tipis aja ada V.C.F corection dan V.C.F convertion ok. taulah  arti nya dalam bahasa daera masing2. he2.

Jadi, VCF (Volume Convertion Factor) adalah suatu angka atau factor perkalian untuk mendapatkan Barrels@ 60 F , Gallons dan Gallons ke Liter@ 15°C.

Misal nya anda sounding minyak dalam tanki lalu dengan tabel sudah anda koreksi trim, kemiringan dan hasil nya adalah= 3,400 kilo liter. Kemudian sudah di koreksi dengan perkalian untuk mendapatkan Net kilo liter sehingga anda mendapatkan hasil seperti ini

Gross KL = 3,400

V.C.F       = 0.980206 x

Net KL    = 3,332.7

 

Ok, anda sudah sampai pada Net kilo liter sekarang lanjutkan dengan mencari Barrels@ 60 F

Net KL              = 3,332.7

V.C.F                =  ?         x

Barrels@ 60 F  =  ?

 

Yang perlu di ketahui adalah: Density pada 15°C

Bagaimana kita mencari daftar 52… Untuk menemukan Barrels ?

continue reading…

 

Oleh Mas Edy

On shore 16 July 2010

 

WCF (Weight Convertion Factor) adalah suatu angka atau factor perkalian untuk  mendapatkan Long Tons dan Short Tons.

Ok, jadi kita suda selesaikan perhitungan sampai pada menetukan Barells, kalo anda membaca postingan saya berurutan berarti sedikit nyambung.

Misal nya anda sounding minyak dalam tanki lalu dengan tabel sudah anda koreksi trim, kemiringan dan hasil nya adalah= 3,400 kilo liter. Kemudian sudah di koreksi dengan perkalian untuk mendapatkan Net kilo liter sehingga anda mendapatkan hasil seperti ini

Gross KL = 3,400

V.C.F       = 0.980206 x

Net KL    = 3,332.7

Anda sudah mendapatkan NET KL pada temperatur 15°C sudah cukup data untuk bisa konversi ke berbagai macam satuan Barrels, Long Tons, Short Tons, Metric Tons.

anda juga sudah mencari Barrels@ 60 F sudah okelah ya, sekarang lanjutkan dengan mencari Long Tons, Bagaimana kita mencari W.C.F untuk mendapatkan Long Tons

Ikuti langkah2 berikut ini.

continue reading…

 

Oleh Mas Edy

On shore 16 July 2010

 

VCF (Volume Corection Factor) adalah suatu angka atau factor perkalian untuk mendapatkan net volume dalam kilo liter. Jadi misal nya anda sounding minyak dalam tanki lalu dengan tabel sudah anda koreksi trim, kemiringan dan hasil nya adalah= 3,400 kilo liter. Ini sebenar nya masi gross kilo liter belum di sebut neto atau volume bersih.

Mengapa? karena material di bumi sangan rentang berubah dengan kondisi suhu atau temperature apalagi bahan cair. Maka standar perhitungan material benda cair di satukan di seluruh dunia harus satu standar yaitu di hitung pada suhu/temperature 15C. Jadi mau anda dimana aja suhunya panas atau dingin supaya tidak merugikan pihak lain ya harus di konversi ke dalam temperature 15°C.

 

Contoh Soal

Carilah Volume muatan 3 400 000 liter ( 3,400 KL) pada temperature 15°C ?

 

Penyelesaiannya:

Kita akan mencari V.C.F dengan membuka daftar tabel 54

Yang perlu di ketahui dalam membuka tabel ini adalah density @15°C dan suhu atau temperature observasi cargo saat itu.

 

continue reading…

 

Oleh Mas Edy

On Shore 16 July 2010

 

Awal dari perhitungan muatan menggunakan daftar  ASTM table hitung muatan tanker adalah membuka daftar ASTM table 53 ini.

Daftar 53 ASTM table adalah untuk mencari / menemukan Density yang kita ambil/observasi menggunakan gelas ukur di tanki kapal pada suhu normal saat itu di jetty ke dalam ingat kedalam suhu/temperature 15°C.

Bagaimana kita mencari daftar 53…?? Contoh seperti gopean di bawa ini.

Diketahui:

Observasi Density = 0.711

Observasi Temperature= 32°

continue reading…

Di rangkum oleh Mas Edy

On shore, 3 February 2010

Emergencies

Emergencies can happen at any time, and the officer must be equipped to safeguard passengers and crew. After a collision or a grounding, the officer must be able to take initial action, perform damage assessment and control, and understand the procedures for rescuing persons from the sea, assisting ships in distress, and responding to any emergency which may arise in port.

The officer must understand distress signals and know the IMO Merchant Ship Search and Rescue Manual.

Cargo handling

The ship’s officer must be able to oversee the loading, stowage, securing and unloading of cargoes. Requirements include understanding the care of cargo during the voyage.

Of particular importance is knowledge of the effect of cargo including heavy lifts on the seaworthiness and stability of the ship. The officer must also understand safe handling, stowage and securing of cargoes, including cargoes that are dangerous, hazardous or harmful.

Controlling ship operations

The officer has special responsibilities to keep the ship, the people on board and the environment safe. This includes keeping the ship seaworthy during fire and loss of stability, and providing aid and maintaining safety during man overboard, abandoning ship, and medical emergencies.

Understanding ship’s stability, trim, stress, and the basics of ship’s construction is a key to keeping a ship seaworthy. Competencies include knowing what to do in cases of flooding and loss of buoyancy. Fire is also a constant concern. Knowing the classes and chemistry of fire, fire-fighting appliances, and systems prepares the officer to act fast in case of fire.

An officer must be expert in the use of survival craft and rescue boats, their launching appliances and arrangements, and their equipment including radio life-saving appliances, satellite EPIRBs, SARTs, immersion suits and thermal protective aids. It’s important to be expert in the techniques for survival at sea techniques in case it’s necessary to abandon ship.

Officers are trained to perform medical tasks and to follow instructions given by radio or obtained from guides. This training includes what to do in case of common shipboard accidents and illnesses.

Memuat kulit

Comments off

Oleh: Mas Edy

On shore : 31 January 2010

Kulit dimuat berlembar, atau beberapa lembar diikat jadi satu (ikatan), berbentuk segi empat. Kulit yg masih basah (mentah) di padatkan perlembar di dalam palka, dan harus di cegah kontak langsung dgn bagian2 kapal atau logam- logam lainya. Susunan nya harus datar, dgn menggunakan garam di antara setiap lapisan. Pemadatan yg paling baik ialah bagian yg tidak berambut di tutupkan dgn yang tidak berambut sambil menyebarkan garam di antaranya sehingga yg berambut juga akan berhadapan dgn yg berambut.

Kulit yg telah di persiapkan dgn baik sebelum di muat, biasanya dalam ikatan – ikatan yg berbentuk segi empat, dimana bagian yg ada rambut nya terletak di sebelah luar. Kulit dapa di rusak oleh air hujan, air tawar, logam dan lumut.

Karena kulit mengeluarkan bauh yg tajam, maka harus di pisahkan dari jenis – jenis muatan yg pekah terhadap odor dan juga basah udara. Peranginan harus baik dan kayu terapan harus dari bahan yg tidak merusak kulit.

Ukur dan Hitung Minyak

22 comments

Oleh: Mas Edy

On board, 15 December 2009

Sumber loss

Loss yang bersifat Fisik

Loss yang bersifat Semu

Sifat Minyak

Minyak bumi mempunyai titik didih yang sangat banyak yaitu dari titik didih 25 C s/d 500 C.

Selain senyawa hydrocarbon, dalam minyak bumi terdapat senyawa sulfur, metal, nitrogen, air dll.

Minyak sukar di ukur volumenya dengan tepat karena sangat rentan berubah pada perubahan suhu dan bentuk tanki.

Pengambilan Contoh Minyak dari Tanki

Composite spot

continue reading…

Menentukan Transport Lost

1 comment

Oleh: Mas Edy

On board, 05 November 2009

 

Tujuan dari menghitung transport lost adalah agar mualim satu bisa menjadikan faktor batasan toleransi jumlah muatan di pelabuhan Disch yang harus di bongkar agar tidak mengalami claim oleh pertamina pemilik muatan.

Tujuan dari menghitung transport lost adalah agar mualim satu bisa menjadikan faktor batasan toleransi jumlah muatan di pelabuhan Disch yang harus di bongkar agar tidak mengalami claim oleh pertamina atau pemilik muatan.

  • CONTOH PERHITUNGAN

SHIP FIGURE AFTER LOADING

  KL.OBS KL.15`C BRLS L/T M/T
PREMIUM 499.750 492.376 3099.013 354.954 360.651
KEROSINE 647.344 637.500 4011.791 504.327 512.421
SOLAR 646.167 637.041 4008.896 522.437 530.822

 

BL ( DLM BARRELS)

P = 3090.039

K = 4026.115

S = 4023.743

Discharging “ Bengkulu” (BEFORE DISCARGE) → 0.10 % →  0.08 %

continue reading…

Perhitungan Muatan Minyak BB

8 comments

Oleh: Mas Edy

On board, 05 November 2009

Berikut ini saya merangkum beberapa perhitungan Muatan untuk tanker charter pertamina:

Setelah selesai memuat/ loading perhatikan:

1. Draft

2. Sounding Tanki

3. Sample ( SG, dan Temperature)

Rumus:

KL.OBS  x  DAFT.54 = NET.KL 15°C

NET. KL15°C x DAFT.52 = BARELS 60`F

NET.KL15°C x DAFT.57 = L/T (Long Ton)

L/T x 1.01605            = MT (Metric Ton)

continue reading…

Menentukan Transport Lost

Comments off

Oleh: Mas Edy

On board, 05 November 2009

 

Tujuan dari menghitung transport lost adalah agar mualim satu bisa menjadikan faktor batasan toleransi jumlah muatan di pelabuhan Disch yang harus di bongkar agar tidak mengalami claim oleh pertamina atau pemilik muatan.

CONTOH PERHITUNGAN

SHIP FIGURE AFTER LOADING

  KL.OBS KL.15`C BRLS L/T M/T
PREMIUM 499.750 492.376 3099.013 354.954 360.651
KEROSINE 647.344 637.500 4011.791 504.327 512.421
SOLAR 646.167 637.041 4008.896 522.437 530.822

 

BL ( DLM BARRELS)
P = 3090.039
K = 4026.115
S = 4023.743

Discharging “ Bengkulu” (BEFORE DISCARGE) → 0.10 % →  0.08 %

continue reading…

MUATAN BERBAHAYA (DANGEROUS GOODS)

2 comments

Oleh Mas Edy

Onboard 24 January 2009

Bila akan memuat Muatan Berbahaya, maka hal – hal yang perlu mendapat perhatian adalah:

  • Kenalilah sifat bahayanya.
  • Perlakukanlah dengan sangat hati-hati.

Keselamatan pengangkutan sangat tergantung dari kelaikan pengepakan nya serta ketepatan pengidentifikasian terhadap jenis muatan berbahaya tersebut.

Rekomendasi mengenai penanganan dan pengaturan serta prosedur pengangkutannya telah begitu berkembang dengan terbitnya peraturan-peraturan baik Nasional maupun Internasional.

Setiap individu yang berkaitan dengan kepentingan penanganan dan pengaturan pengangkutan muatan berbahaya bertanggung jawab untuk mengetahui peraturan – peraturan tersebut dan menjamin bahwa aturan-aturan tersebut harus dipatuhi sepenuhnya.

Daftar dari Muatan Berbahaya tersebut yang disusun berdasarkan kategorinya, dapat dilihat pada terbitan buku “ Dangerous Cargoes Handbook ” yang secara populer dikenal sebagai “ BLUE BOOK “.

continue reading…

Penanganan Muatan Tanker

26 comments

Di tulis oleh Mas Edy

Monday, 19 January 2009

Penjelasan secara singkat bagaimana prosedur – prosedur Tank cleaning di kapal tanker :

  • Tank cleaning di kapal tanker :
    Tank Cleaning dilakukan dengan menggunakan air panas atau air laut dengan menggunakan alat disebut Butterworth Machine dan dibilas dengan air tawar. Pelaksanaan di laut lepas dgn persyaratan :
  • Kapal dalam pelayaran:
  • Dilakukan pada jarak lebih dari 50 mil dari daratan terdekat
  • Limbah buangan tidak boleh lebih dari 60 ltr/mil
  • Jumlah minyak yang dibuang dalam pelayaran tidak boleh melebihi 1/15.000 jumlah cargo DWT.
  • Drop valve semua dibuka serta katup – katup dan cerat unk drying tangki dan pipa – pipa
  • Filter – filter di pumproom dibersihkan
  • Mooping
  • Kegiatan dicatat di deck logbook dan oil record book.

continue reading…

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2017 Seaman personal blog Design oleh Arnold