Seaman personal blog

Indonesian seafarer

Browsing Posts tagged cerpen seorang pelaut

 

Oleh Mas Edy

On Shore 16 July 2010

 

Dalam kesibukan kerja kita pelaut ( untuk Officer ), bayak sekali catatan2 yang sering kali kita tulis di atas kapal. Misalnya, waktu pertama join kapal baru, di mana kita hand over atau juga catatan2 harian kerja di deck sebagai chief officer saat kapal berada di dock dan harian-harian pribadi lainnya.

Kebiasaan saya dari dulu, di anjungan saya mencatan hal2 yg baru saya lihat. Sebenar nya bukan baru dilihat tetapi di baca dalam bahasa inggris sehingga jujur saja terkadang artinya kurang tepat saya pahami seperti informasi dalam sailing direction, publication dll maka saya biasa mencatat hal-hal penting itu dalan catatan saya untuk saya pelajari lebih lanjut di kala waktu luang di kamar tidur.

Saya juga mempunayi buku jilid ukuran folio sebagai buku catatan saya termasuk pelajaran (cadet biasanya di suru Mualim I bawa buku catatan untuk mencatat apabila sedang di ajari). Buku ini dari sejak saya cadet sampai suda officer masi saya gunakan sampai dengan pada waktu mengenal OneNote mulailah perlahan saya berali dari cara lama saya, dan akhir nya saya benar2 jatuh cinta dgn OneNote.

Dari kebiasaan tulis -menulis seperti kegiatan hari-hari dikapal, Microsoft OneNote adalah tempat ku menuangkan, mencatan apa yang saya anggap perlu. Dari Onenote juga bisa saya menyusun materi untuk posting blog. (media posting saya menggunakan windows live writer).

Program penunjang keperluan personal ala Microsoft iniā€¦., patut saya angkat jempol di antara beberapa media tempat saya menulis, mencatat jurnal pribadi, ide-ide bahan menulis blog dan sebagainya, yang memang datang nya tiba-tiba baru terlintas di benak sehingga dengan bantuan OneNote saya mulai menguraikan lebih luas ide-ide tersebut untuk menjadi sebuah bahan posting blog dan sebagainya.

continue reading…

" Menyongsong Badai "

Di tulis oleh: Prasongko C/O

26 January 2009

 

Kapal Bima 1 diambil dari bahasa (Jawa)
Indonesia bernakhodakan Capt Damar Samudro tetapi berbendera Panama,sungguh ironis sekali. Kapal dengan panjang 315 m itu kini dalam komandoku. Ya kira-kira tiga kali panjang lapangan sepak bola. Route pelayaran pun berubah, kini menjadi antarnegara. Pernah kutanyakan pada bagian operasional dan perawatan kapal, kenapa kapal milik BUMN ini berbendera Panama? Bukankah kita bisa dan lebih bangga kalau merah putih berkibar di kapal, bahwa kapal Indonesia pun mampu melakukan pelayaran samudera seperti bangsa-bangsa maritim lainnya. Dengan alasan yang diplomatis bagian operasional dan perawatan pun menjelaskan alasannya. Entah alasan itu benar atau salah menurutku, tetapi jelas membuat hatiku kecewa kalau BUMN saja tidak berkenan menggunakan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI),

 

continue reading…

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2017 Seaman personal blog Design oleh Arnold