Seaman personal blog

Indonesian seafarer

Browsing Posts tagged durban

Mualim II Sea watch

1 comment

Di rangkum oleh Mas Edy

On shore, 05 February 2010

At sea, the mate on watch has three fundamental duties: to navigate the ship, to safely avoid traffic, and to respond to emergencies. Mates generally stand watch with able seamen who act as helmsman and lookout. The helmsman executes turns and the lookout reports dangers such as approaching ships. These roles are often combined to a single helmsman/lookout and, under some circumstances, can be eliminated completely. The ability to smartly handle a ship is key to safe watchstanding. A ship’s draught, trim, speed and under-keel clearance all affect its turning radius and stopping distance. Other factors include the effects of wind and current, squat, shallow water, and similar effects. Shiphandling is key when the need arises to rescue a man overboard, to anchor, or to moor the ship.

The officer must also be able to transmit and receive signals by Morse light and to use the International Code of Signals

Di mozambique channel Africa

4 comments

Oleh: mas edy

On board Tuesday, 17 March 2009

Sepanjang bulan maret saya absent internet, begitulah seorang pelaut hanya ingin sekedar menulis cerita pengalaman hidup seorang popeye.

Saya baru sebualan ini join lagi di salah satu kapal tanker perusahan korea, naik di Durban S.A lalu next port ke India. Singkat saja liku-liku kehidupan di kapal memang suatu pengalaman yang unik dan baru pertama kali ini saya ngumpul dengan crew kapal orang korea. Di atas kapal ada juga burma dan china, tapi sebelumnya sudah perna ngumpul. hanya korea saja yang baru pertama kali ini. Sebuah pengalaman yg sebenar nya bukan unik tapi pengalaman yang bisa saya sebut gila.

Saya sedang menulis cerita ini baru saja tadi pagi kira2 pergantian jaga 2/Off ke C/Off posisi kapal sedang berlayar menuju India passing Mozambique Channel ( antara Madagascar dan Benua Africa ).

Hari ini tanggal 17 March 2009 benar2 merubah pola pemikiran saya yang dulunya selalu mengalah tetapi kali ini dan mungkin ke depannya saya harus menjadi jati diri saya yang sebenarnya. Kalau orang Rote (Ibu rote, ayah dari daratan Timor) yang meratau mempunyai satu tekat dalam hati " Saat Orang rote NTT meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke negeri orang nyawa pemuda tsbt sebenarnya sudah di bayar" hidup mati di negeri orang apapun persoalan hidupnya pantang menyerah bila harus mati sekalipun.

wah seram juga neh cerintanya he2..

continue reading…

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2017 Seaman personal blog Design oleh Arnold