<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Seaman personal blog &#187; Gate valve</title>
	<atom:link href="http://www.noltime.com/tag/gate-valve/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.noltime.com</link>
	<description>Indonesian seafarer</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Nov 2011 10:10:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>JENIS-JENIS VALVE ATAU KERANGAN DIATAS KAPALTANKER</title>
		<link>http://www.noltime.com/jenis-jenis-valve-atau-kerangan-diatas-kapaltanker.html</link>
		<comments>http://www.noltime.com/jenis-jenis-valve-atau-kerangan-diatas-kapaltanker.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 May 2009 08:51:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[cerita pekerjaan ch. officer]]></category>
		<category><![CDATA[Deck officer]]></category>
		<category><![CDATA[Engine Officer]]></category>
		<category><![CDATA[Memuat kapal tanker]]></category>
		<category><![CDATA[Closed valve]]></category>
		<category><![CDATA[di kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Gate valve]]></category>
		<category><![CDATA[Jenis - jenis valve]]></category>
		<category><![CDATA[oil tanker]]></category>
		<category><![CDATA[Throttling valve]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlayar.wordpress.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: mas eddy Friday, 8 may 2009 I. Kata Pengantar dan Pengenalan Umum Diatas kapal, banyak alat/pesawat yang sehari-hari kita menggunakan, mengoperasikan dan tentu sudah kita kenal (kenal belum tentu tau) tapi apabila hendak menyebutkan dan menulisnya kita kesulitan seperti dalam menyebutkan bagian suatu alat/pesawat atau type tertentu. Sekedar mengenal saja tapi untuk menjelaskan nya,, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><em><strong></strong>
<p align="justify"><em>Oleh: mas eddy</em></p>
<p align="justify"><em>Friday, 8 may 2009</em></p>
<p align="justify">
<p>     <strong>I. Kata Pengantar dan Pengenalan Umum</strong></em>    </p>
<p align="justify">Diatas kapal, banyak alat/pesawat yang sehari-hari kita menggunakan, mengoperasikan dan tentu sudah kita kenal <em>(kenal belum tentu tau)</em> tapi apabila hendak menyebutkan dan menulisnya kita kesulitan seperti dalam menyebutkan bagian suatu alat/pesawat atau type tertentu. Sekedar mengenal saja tapi untuk menjelaskan nya,, wah nanti cari buku dulu . Apalagi hendak membuat requisition. pantasen kerja sama orang asing blm siap, alias hao-hao. hahaha… banyak nanya, kalo banyak nanya di atas kapal malu di katain goblok, kadang ada juga!?!.., jadi nanya aja sama mba google.. ketemu deh <strong><em>cerita seorang pelaut</em>.</strong> . ….kata sambutan. OK kita kembali ke Laptop.</p>
<p align="justify">Valve atau biasa juga disebut dengan kerangan,</p>
<div align="justify"></div>
<p><span id="more-375"></span>
<p align="justify">sangat berperan penting dalam sistim pipa kapal tanker, cargo pump dll guna menjaga kestabilan proses operasional, valve bertugas mengatur aliran (fluida) dalam suatu proses pembongkaran dan pemuatan cargo. Secara tidak langsung, maka valve dapat diandalkan untuk mengatur besar kecil nya flow, rendah tingginya level, rendah tingginya temperatur ataupun tekanan</p>
<p align="justify">
<p align="justify">Ketika valve telah dipasang dalam suatu rangkaian pipa. Pada saat valve di buka, fluida mulai mengalir, dan ketika valve ditutup maka fluida pun berhenti mengalir. Valve seperti ini bertugas untuk menutup penuh (fully closed) ataupun membuka penuh (fully opened) suatu aliran. Karena tugasnya hanya untuk membuka atau menutup maka valve sejenis ini dinamakan dengan <strong><em>ON/OFF valves</em></strong> atau <strong><em>Isolation valve</em></strong>.</p>
<p align="justify">Selain untuk membuka dan menutup atau <em>fully opened</em> dan <em>fully closed</em>, ada juga valve yang berfungsi untuk mengatur <em>(regulate)</em> aliran (fluida). Valve sejenis ini sering disebut sebagai <strong><em>Throttling valve</em></strong>.</p>
<p align="justify">Ada juga valve yang tugas nya mengatur agar aliran berjalan ke satu arah saja ataupun agar tidak terjadi <em>reversed flow</em> atau <em>backflow</em>. valve seperti ini disebut <strong><em>check valve</em></strong> atau <strong><em>one way valve</em></strong>.</p>
<p align="justify">Beberapa valve ada juga yang dirancang untuk melepaskan (<em>release</em>) kelebihan pressure untuk menjaga keamanan alat ataupun operator. Valve yang berfungsi untuk melepaskan kelebihan pressure ini sering disebut sebagai <strong><em>pressure relieve valve</em></strong> ataupun <strong><em>pressure safety valve </em></strong>(kedua jenis valve ini mempunyai fungsi yang sama tetapi prinsip kerjanya berbeda).</p>
<p align="justify">Valve secara umum dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:</p>
<p align="justify">1.Opened/Closed valve     <br />2. Throttling valve      <br />3. Check valve      <br />4. Pressure Relieve valve/Pressure safety valve</p>
<p align="justify"><strong>II. Bagian &#8211; Bagian Utama Valve</strong></p>
<p align="justify">Sekarang ini telah bermacam-macam valve yang telah diproduksi oleh vendor. Namun pada dasarnya, valve-valve tersebut mempunyai bagian-bagian dasar yang sama. Seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Bagian-bagian utama valve adalah; body, seat, disc, bonnet, gland, packing, stem dan handwell.</p>
<p align="justify"><img border="0" hspace="8" alt="Bagian2 utama valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/Bagian2-utama-valve.png" width="445" height="272" /></p>
<p align="justify"><strong></strong></p>
<p align="justify"><strong></strong></p>
<p align="justify"><strong>Seat dan Disc</strong></p>
<p align="justify">Seat adalah bagian pada valve yang mantap/diam. Disc adalah bagian yang bergerak, bertugas sebagai pengontrol aliran. Disc akan bergerak keatas sehingga memberikan ruang lebih banyak agar fluida dapat mengalir, bergerak kebawah jika akan menutup dan menekan seat dengan rapat. Banyak valve yang berbeda namanya karena perbedaan disc dan seat ini. Seperti Ball Valve, Plug Valve, Needle Valve. (Akan dibahas kemudian).</p>
<p align="justify"><strong>Stem dan Handwell</strong></p>
<p align="justify">Jika kita telusuri bagian valve dari bawah keatas setelah seat, disc lalu stem dan handwell yang semuanya tergabung jadi satu. Stem berbentuk batang yang sebagian berulir sebagian tidak. Handwell digunakan oleh operator untuk memutar stem, sehingga dapat menggerakkan disc keatas dan kebawah. Khusus saat pengoperasian Handwell, jika diputar searah jarum jam maka valve akan menutup, sebaliknya jika diputar berlawanan jarum jam maka valve akan membuka. Namun, ketika hendak menutup valve, hendaknya jangan memaksa putaran handwell terlalu keras dan kencang, karena akan menyebabkan kerusakan pada disc dan seat hingga masa pakai valve menjadi lebih cepat.</p>
<p align="justify"><strong>Bonnet dan Packing</strong></p>
<p align="justify">Bonnet memberikan ruangan bagi disc untuk bergerak keatas saat valve dalam posisi membuka. Sedangkan packing, berfungsi sebagai material isolasi agar tak ada kebocoran fluida melalui stem.</p>
<p align="justify"><strong>Gland dan Gland Nut</strong></p>
<p align="justify">Berfungsi untuk mengencangkan posisi packing terhadap stem. Jika ada kebocoran fluida melalui bagian ini maka dapat diantisipasi dengan mengencangkan Gland Nut. Jika tidak bisa juga, maka valve kemungkinan besar harus diganti.</p>
<p align="justify"><strong>III. Macam-macam valve yang sering ditemui di atas kapal maupun di tankers terminals </strong><em>(bukan terminal priok )<strong> </strong></em><strong>adalah sebagai berikut:</strong></p>
<p align="justify">1. Gate valve     <br />2. Globe valve      <br />3. Angle valve      <br />4. Needle valve      <br />5. Plug valve      <br />6. Ball valve      <br />7. Butterfly valve      <br />8. Diahpgram valve      <br />9. Pinch valve      <br />10. Check valve      <br />11. Relieve valve      <br />12. Safety valve</p>
<p align="justify">Penjelasan masing-masing Valve tsbt sbb:</p>
<p align="justify"><strong>1. Gate valve</strong></p>
<p align="justify">Gambar Gate valve</p>
<p align="justify"><img border="0" hspace="8" alt="Gambar Gate valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/Gambar-Gate-valve.png" width="101" height="150" /></p>
<p align="justify">Nama “Gate valve” diambil karena bentuk disc dari jenis valve ini pada saat menutup atau membuka berlaku seperti “<em>Gate</em>” (<em>Gate dari bahasa inggris = Gerbang/Pagar</em>). Dimana saat disc membuka keatas maka seluruh aliran akan bebas masuk tanpa hambatan yang berarti, namun pada saat disc tertutup rapat maka aliran akan berhenti tertahan oleh disc tersebut.</p>
<p align="justify">Gate valve mempunyai body dan stem yang panjang. Kegunaan dari jenis valve ini adalah hanya untuk menutup dan membuka aliran (<em>fully closed &amp; fully opened position</em>), <em>on/off control </em>dan<em> isolation equipment</em>.</p>
<p align="justify">Gate valve tidak bisa digunakan untuk mengatur besar kecilnya aliran (<em>regulate </em>atau<em> trotthling</em>). Karena akan merusak posisi disc nya dan mengakibatkan valve bisa <em>passing </em>pada saat valve ditutup (<em>passing = aliran tetap akan lewat, walaupun valve sudah menutup</em>), disc tidak menekan seat dengan baik yang diakibatkan karena posisi disc sudah berubah (<em>tidak rata lagi</em>).</p>
<p align="justify">Pada saat Gate valve terbuka sebagian (misal <em>50% opening</em>), maka aliran fluida akan sebagian lewat dibawah disc yang menyebabkan turbulensi (<em>turbulensi = aliran fluida yang bergejolak</em>) pada aliran tersebut, turbulensi ini akan menyebabkan 2 hal:</p>
<p align="justify">i. Disc mengayun (<em>swing</em>) terhadap posisi seat, sehingga lama kelamaan posisi disc akan berubah terhadap seat sehingga apabila valve menutup maka disc tidak akan berada pada posisi yang tepat, sehingga bisa menyebabkan <em>passing</em>.</p>
<p align="justify">ii. Akan terjadi pengikisan (<em>erosion</em>) pada badan disc.</p>
<p align="justify"><strong>2. Globe valve</strong></p>
<p align="justify"><strong>Beberapa contoh valve yang termasuk dalam jenis Globe valve</strong>:</p>
<p align="justify">i. Angle valve</p>
<p align="justify">Contoh gambar Angle valve</p>
<p align="justify"><img border="0" hspace="8" alt="Angle valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/Angle-valve.png" width="101" height="150" /></p>
<p align="justify">Termasuk jenis globe valve, digunakan untuk mengubah aliran sebesar 90 derajat. Valve ini bisa digunakan juga sebagai pengganti elbow:</p>
<p align="justify">ii. Needle valve</p>
<p align="justify">Contoh gambar Needle valve:</p>
<p align="justify"><img border="0" hspace="8" alt="gambar Needle valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/gambar-Needle-valve.png" width="101" height="150" /></p>
<p align="justify">Termasuk jenis globe valve, digunakan untuk mengatur secara lebih akurat aliran yang pressure rendah. Bentuk disc nya panjang dan kecil seperti paku.</p>
<p align="justify">Globe valve adalah jenis valve yang dirancang untuk mengatur besar kecilnya aliran fluida (<em>regulate </em>atau<em> trotthling</em>). Pada dasarnya bagian utama dari Globe valve ini sama saja dengan Gate valve. Yaitu terdiri dari body, seat, disc, bonnet, stem, packing dan gland.</p>
<p align="justify">Globe valve dengan gate valve bentuknya hampir sama, tetapi ada ciri-ciri tertentu yang dapat di jadikan acuan untuk membedakan antara keduanya, yaitu:</p>
<p align="justify">i. Pada bagian dalam valve, disc dan seat nya berbeda. Perbedaan disc dan seat ini menyebabkan terjadi profil (<em>pola</em>) aliran yang berbeda. Bentuk dari disc dan seat inilah yang menyebabkan globe valve dapat diandalkan sebagai <em>throttling valve</em>. Aliran fluida saat melewati globe valve akan mengalami sedikit hambatan sehingga akan terjadi <em>pressure drop</em> yang lebih besar dari gate valve, pertama aliran akan mengenai seat lalu membelok keatas melewati dan mengenai seluruh bagian disc, lalu aliran akan dibelokkan lagi ke arah yang sama.</p>
<p align="justify">Seperti yang terlihat dibawah ini:</p>
<p align="justify">ii. Pada bagian luar, body dari globe valve terlihat lebih menggelembung.     <br />Seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini:</p>
<p align="justify">Khusus untuk globe valve yang menangani fluida steam, maka biasanya valve akan dilengkapi dengan back seat yang terletak berhadapan dengan seat. Back seat ini berperan sebagai pelapis pelindung bagian atas globe valve mencegah steam untuk menerobos masuk.</p>
<p align="justify"><strong>3. Rotation valve</strong></p>
<p align="justify">Yang termasuk jenis Rotation valve adalah: Plug valve, Ball valve dan Butterfly valve.</p>
<p align="justify">Contoh gambar Plug valve</p>
<p align="justify"><img border="0" hspace="8" alt="Plug valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/Plug-valve.png" width="150" height="150" /></p>
<p align="justify">Contoh Gambar Ball valve</p>
<p align="justify"><img border="0" hspace="8" alt="BAll valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/BAll-valve.png" width="181" height="150" /></p>
<p align="justify">Contoh Gambar Butterfly valve</p>
<p align="justify"><img border="0" hspace="8" alt="Butterfly valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/Butterfly-valve.png" width="201" height="150" /></p>
<p align="justify">Dikatakan <em>rotation valve</em> karena valve membuka dan menutup dengan cara rotasi pada disc. Valve &#8211; valve dibawah ini berbeda dengan gate valve dan globe valve dalam hal cara membuka dan menutup valve. Pada gate valve dan globe valve, kita diharuskan memutar <em>handwell</em>, namun untuk rotation valve, kita bisa membuka dan munutup valve hanya dengan memutar handle valve sebesar 90 derajat. Oleh karena itu valve jenis ini bisa membuka dan menutup lebih cepat dari gate valve ataupun globe valve.</p>
<p align="justify">Handle pada valve tipe ini adalah pengganti handwell pada gate valve dan globe valve. Hal penting yang harus diperhatikan adalah, pada posisi valve <em>fully open</em> maka handle akan searah dengan aliran atau pipa, namun jika posisi valve<em> fully close </em>maka posisi handle tidak searah dengan aliran atau pipa, melainkan akan membentuk sudut 90 derajat dengan aliran atau pipa.</p>
<p align="justify"><strong>i. Plug Valve</strong></p>
<p align="justify">Secara umum, kegunaan dari plug valve adalah untuk <em>fully open</em> dan <em>fully close </em>(<em>isolation </em>atau <em>on/off control</em>).</p>
<p align="justify">Bagian &#8211; bagian utama plug valve sama saja dengan gate valve ataupun globe valve. Yaitu body, stem, packing bolt, seal, plug. Seal sama fungsinya dengan packing, packing bolt sama fungsinya dengan gland nut atau gland, sedangkan plug sama fungsinya dengan disc tapi bentuknya berbeda.</p>
<p align="justify">Plug ini digunakan untuk mengontrol (membuka dan menutup) aliran pada plug valve, plug mempunyai celah atau lubang tempat aliran lewat. Saat handle diputar menuju open position maka plug akan berputar secara rotasi terhadap seat dan bagian yang bercelah akan melewatkan aliran. Namun pada saat handle diputar pada close position maka plug akan berputar secara rotasi terhadap seat dan bagian yang tak bercelah akan menahan aliran, sehingga aliran pun akan berhenti.</p>
<p align="justify">Plug harus rapat dengan body, agar tidak terjadi kebocoran (<em> leaking </em>) atau <em>passing</em>. Antara plug dan body akan terjadi gesekan (<em>friction</em>), maka untuk menimalkan efek gesekan tersebut, pada daerah sentuhan plug dan body diberikan pelumas.</p>
<p align="justify">Karena itu ada type plug valve yang mempunyai tempat pengisian pelumas diatas stem, ada juga yang sudah diberikan pelumas dari pabrik pembuatnya, ada juga yang yang tidak membutuhkan pelumas namun pada daerah sentuhan sudah dilapisi material teflon, jenis ini dinamakan <em>self lubricating</em>.</p>
<p align="justify">Jenis &#8211; jenis valve yang lain yang masih termasuk plug valve adalah:</p>
<p align="justify"><em>a. Three way plug valve</em></p>
<p align="justify">Yaitu jenis plug valve yang mempunyai 3 port (sambungan), 1 untuk inlet dan 2 untuk outlet. Dengan menggunakan valve ini maka dengan mudah kita dapat mengarahkan outlet kearah aliran/pipa yang dikehendaki.</p>
<p align="justify"><em>b. Four way plug valve</em></p>
<p align="justify">Biasa digunakan pada fluida cooling water yang melewati heat exchanger, dimana aliran cooling water bisa dengan mudah dibalikkan arahnya dengan tujuan untuk membersihkan heat exchanger tersebut dari kotoran-kotoran (fouling, sediment, solids).</p>
<p align="justify"><strong>ii. Ball valve</strong></p>
<p align="justify">Secara sederhana, Ball valve sama saja dengan plug valve, tetapi bentuk disc nya berbeda. Dinamakan Ball valve karena bentuk disc nya ini bulat seperti bola, dan bentuk body nya silinder.</p>
<p align="justify">Ball valve digunakan juga sebagai <em>on/off valve, fully opened</em> atau <em>fully closed</em> valve, dan handal untuk aliran fluida yang mengandung partikel-partkel solid (<em>slurry</em>).</p>
<p align="justify">Sama seperti plug valve, ball valve juga membuka dan menutup dengan cara rotasi pada disc sehingga dapat membuka dan menutup lebih cepat. Ball valve juga mempunyai handle yang sama dengan plug valve, dimana pada posisi valve fully open maka handle akan searah dengan aliran atau pipa, namun jika posisi valve fully close maka posisi handle tidak searah dengan aliran atau pipa, melainkan akan membentuk sudut 90 derajat dengan aliran atau pipa.</p>
<p align="justify"><strong>iii. Butterfly valve</strong></p>
<p align="justify">Butterfly valve digunakan untuk mengontrol (<em>trhottling/regulate </em>valve) aliran fluida yang bertekanan rendah.</p>
<p align="justify">Bagian-bagian utama pada valve ini sama saja dengan valve-valve yang diatas, yaitu body, disc, seat, dan handle. Disc nya berbentuk piringan yang tipis. Seat nya, melingkar mengikuti bentuk disc. Handle nya berbeda dengan type plug valve dan ball valve, karena mempunyai <em>lever </em>yang harus kita tekan apabila ingin membuka dan menutup valve dan kita lepaskan apabila telah sampai ke posisi yang kita inginkan. Lever inilah yang akan membantu disc untuk mengunci rapat.</p>
<p align="justify">Di bagian bawah handle dan lever terdapat skala (<em>scale</em>) yang digunakan untuk pembacaan posisi valve <em>opening</em> atau valve<em> closing</em>.</p>
<p align="justify">Butterfly valve juga membuka dan menutup dengan cara rotasi pada disc sehingga dapat membuka dan menutup lebih cepat. Dan mempunyai handle yang sama dengan plug valve, dimana pada posisi valve fully open maka handle akan searah dengan aliran atau pipa, namun jika posisi valve fully close maka posisi handle tidak searah dengan aliran atau pipa, melainkan akan membentuk sudut 90 derajat dengan aliran atau pipa.</p>
<p align="justify"><strong>4. Diaphgram valve</strong></p>
<p align="justify">Gambar Diaphgram valve<strong> </strong></p>
<p align="justify"><img border="0" hspace="8" alt="Diagram Globe Valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/Diagram-Globe-Valve.png" width="251" height="150" /></p>
<p align="justify">Diaphgram valve bisa digunakan untuk mengatur aliran (<em>trhottling</em>) dan bisa juga digunakan sebagai <em>on/off valve</em>. Diaphgram valve handal dalam penanganan material kasar seperti fluida yang mengandung pasir, semen, atau lumpur, serta fluida yang mempunyai sifat korosif.</p>
<p align="justify">Diaphgram valve mudah dikenali karena bentuk bonnet nya yang menggembung seperti lonceng. Diaphgram valve mempunyai stem, handwell, <em>plunger </em>dan<em> diaphgram stud </em>yang menjadi satu, <em>diaphgram</em>, seat dan body. Diaphgram valve tidak mempunyai disc, tetapi sebagai pengganti disc adalah diaphgram itu sendiri. Dimana valve ini akan menutup jika plunger menekan diaphgram, dan akan terbuka jika plunger naik keatas. Saat menutup valve ini, juga tidak boleh terlalu kencang, karena bisa merusak diaphgram.</p>
<p align="justify"><strong>5. Pinch valve</strong></p>
<p align="justify">Gambar Pinch valve<strong> </strong></p>
<p align="justify"><strong><img border="0" hspace="8" alt="Pinch valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/Pinch-valve.png" width="130" height="150" /></strong></p>
<p align="justify">Pinch valve digunakan untuk menangani fluida yang berlumpur, endapan, dan yang mempunyai partikel-partikel solid yang banyak serta fluida-fluida yang mempunyai kecenderungan untuk terjadi kebocoran (leak).</p>
<p align="justify"><strong>6. Check valve</strong></p>
<p align="justify">Check valve digunakan untuk membuat aliran fluida hanya mengalir kesatu arah saja atau agar tidak terjadi reversed flow/back flow.</p>
<p align="justify">Bentuk check valve sama saja dengan gate valve tapi valve ini tidak mempunyai handwell/handle maupun stem.</p>
<p align="justify">Secara umum ada 3 macam check valve yang cara kerjanya sama saja namun aplikasi nya terhadap material fluida yang berbeda. yaitu: <em>Swing check valve, Lift check valve, dan Ball check valve.</em></p>
<p align="justify">Contoh<em> </em>Gambar <em>Swing check valve </em></p>
<p align="justify"><img border="0" hspace="8" alt="Swing check valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/Swing-check-valve.png" width="150" height="150" /></p>
<p align="justify">Contoh<em> </em>Gambar <em>Lift check valve</em></p>
<p align="justify"><em><img border="0" hspace="8" alt="Lift check valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/Lift-check-valve.png" width="150" height="150" /></em></p>
<p align="justify">Contoh<em> </em>Gambar <em>Ball check valve.</em></p>
<p align="justify"><em><img border="0" hspace="8" alt="Ball check valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/Ball-check-valve.png" width="150" height="150" /></em></p>
<p align="justify"><strong>Swing check valve</strong>, penggunaan untuk fluida gas ataupun liquid yang tidak mengandung partikel padat (solid)</p>
<p align="justify"><strong>Lift check valve</strong>, penggunaan untuk fluida steam, gas, maupun liquid yang mempunyai flow yang tinggi</p>
<p align="justify"><strong>Ball check valve</strong>, penggunaan untuk fluida liquid yang mengandung partikel padatan.</p>
<p align="justify"><strong>7. Relieve valve dan Safety valve</strong></p>
<p align="justify">Contoh gambar Relieve valve dan Safety valve<strong> </strong></p>
<p align="justify"><img border="0" hspace="8" alt="Relieve valve &amp; Safety valve" align="top" src="http://www.noltime.com/wp-content/uploads/2009/07/Relieve-valve-Safety-valve.png" width="126" height="150" /></p>
<p align="justify">Kedua valve ini digunakan untuk melepaskan (<em>release</em>) tekanan (<em>pressure</em>) pada suatu sistem agar tidak membahayakan alat (<em>equipment</em>), personnel yang sedang bekerja, dan untuk kepentingan proses itu sendiri.</p>
<p align="justify">Antara kedua valve ini terdapat penggunaan istilah yang seringkali tertukar satu sama lain. Kadang Relieve valve dianggap Safety valve dan kadang juga Safety valve dianggap Relieve valve. Namun, sebenarnya perbedaan mendasarnya adalah cara kerjanya itu sendiri, Relieve valve akan membuka perlahan-lahan apabila terjadi kelebihan (<em>excess</em>) pressure dan akan menutup kembali apabila pressure telah kembali normal. Relieve valve lebih cocok diaplikasikan ke fluida liquid. Sedang Safety valve, akan membuka secara sangat cepat langsung 60% opening apabila terjadi excess pressure. Dan akan menutup kembali hanya apabila pressure telah berada dibawah pressure normal (set point). Safety valve sangat cocok diaplikasikan ke fluida gas.</p>
<p align="justify"><strong>IV. Permasalahan dan solusinya</strong></p>
<p align="justify"><strong>1. Valve leak/bocor</strong></p>
<p align="justify">Jika valve tidak bekerja dengan baik maka kemungkinan besar terjadi leak. Bagian yang paling sering terjadi leak adalah pada packing gland. Hal ini bisa diatasi dengan mengencangkan Gland nut. Setelah itu maka periksa kembali putaran handwell, karena setelah mengencangkan gland nut maka akan terjadi gesekan antara packing dengan stem yang menyebabkan handwell susah di gerakkan.</p>
<p align="justify">Kebocoran juga biasa terjadi didaerah sambungan body dan bonnet, daerah body, dan disekitar flange.</p>
<p align="justify"><strong>2. Kerusakan Fisik</strong></p>
<p align="justify">Valve yang tidak bekerja dengan baik kemungkinan juga disebabkan karena adanya kerusakan fisik pada valve itu sendiri, oleh karena itu pemeriksaan fisik sangat penting untuk dilakukan lebih dahulu sebelum adanya perlakuan yang lebih jauh.</p>
<p align="justify"><strong>3. Pemberian Pelumas</strong></p>
<p align="justify">Pemberian pelumas pada valve terutama pada stem, sangat penting untuk menjaga ketahanan valve.</p>
<h2  class="related_post_title">Postingan lain yang mungkin berhubungan:</h2><ul class="related_post"><li>January 19, 2009 -- <a href="http://www.noltime.com/penanganan-muatan-tanker.html" title="Penanganan Muatan Tanker">Penanganan Muatan Tanker</a></li><li>July 2, 2011 -- <a href="http://www.noltime.com/stcw-tests-for-oil-tanker-officers.html" title="STCW tests for Oil Tanker Officers">STCW tests for Oil Tanker Officers</a></li><li>September 11, 2010 -- <a href="http://www.noltime.com/cara-aman-menyimpan-file-penting-di-laptop.html" title="Cara aman menyimpan file penting di laptop">Cara aman menyimpan file penting di laptop</a></li><li>March 1, 2010 -- <a href="http://www.noltime.com/mencari-alamat-crewing-agency-shipping-company-broker-bantuan-google-ovi-maps.html" title="Mudah nya mencari alamat company, broker dengan Ovi maps &amp; google maps">Mudah nya mencari alamat company, broker dengan Ovi maps &amp; google maps</a></li><li>January 18, 2010 -- <a href="http://www.noltime.com/bahaya-bahaya-minyak.html" title="Bahaya &ndash; Bahaya Minyak">Bahaya &ndash; Bahaya Minyak</a></li><li>June 1, 2009 -- <a href="http://www.noltime.com/menghadapi-vetting-inspection-oil-major-download-ship-inspection-report-sire-programme.html" title="Menghadapi Vetting Inspection &amp; Oil Major, Download Ship Inspection Report (SIRE) Programme">Menghadapi Vetting Inspection &amp; Oil Major, Download Ship Inspection Report (SIRE) Programme</a></li><li>February 3, 2009 -- <a href="http://www.noltime.com/daftar-istilah-singkatan2-navigasi.html" title="Daftar istilah &amp; singkatan2 navigasi">Daftar istilah &amp; singkatan2 navigasi</a></li><li>January 26, 2009 -- <a href="http://www.noltime.com/cerpen-seorang-pelaut-menyongsong-badai.html" title="Cerpen seorang pelaut, Menyongsong Badai">Cerpen seorang pelaut, Menyongsong Badai</a></li><li>July 28, 2008 -- <a href="http://www.noltime.com/proposal.html" title="Proposal Maera memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-63">Proposal Maera memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-63</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.noltime.com/jenis-jenis-valve-atau-kerangan-diatas-kapaltanker.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penanganan Muatan Tanker</title>
		<link>http://www.noltime.com/penanganan-muatan-tanker.html</link>
		<comments>http://www.noltime.com/penanganan-muatan-tanker.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 20:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan di kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Memuat kapal tanker]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya minyak]]></category>
		<category><![CDATA[cargo calculation]]></category>
		<category><![CDATA[cargo handling]]></category>
		<category><![CDATA[equipment]]></category>
		<category><![CDATA[Gate valve]]></category>
		<category><![CDATA[kapal tanker]]></category>
		<category><![CDATA[memuat muatan tanker]]></category>
		<category><![CDATA[oil tanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://berlayar.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Di tulis oleh Mas Edy Monday, 19 January 2009 Penjelasan secara singkat bagaimana prosedur &#8211; prosedur Tank cleaning di kapal tanker : Tank cleaning di kapal tanker : Tank Cleaning dilakukan dengan menggunakan air panas atau air laut dengan menggunakan alat disebut Butterworth Machine dan dibilas dengan air tawar. Pelaksanaan di laut lepas dgn persyaratan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Di tulis oleh Mas Edy </p>
<p align="justify">Monday, 19 January 2009</p>
<p align="justify">Penjelasan secara singkat bagaimana prosedur &#8211; prosedur Tank cleaning di kapal tanker :</p>
<ul>
<li>
<div align="justify">Tank cleaning di kapal tanker :       <br />Tank Cleaning dilakukan dengan menggunakan air panas atau air laut dengan menggunakan alat disebut Butterworth Machine dan dibilas dengan air tawar. Pelaksanaan di laut lepas dgn persyaratan :</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Kapal dalam pelayaran:</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Dilakukan pada jarak lebih dari 50 mil dari daratan terdekat </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Limbah buangan tidak boleh lebih dari 60 ltr/mil </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Jumlah minyak yang dibuang dalam pelayaran tidak boleh melebihi 1/15.000 jumlah cargo DWT. </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Drop valve semua dibuka serta katup &#8211; katup dan cerat unk drying tangki dan pipa &#8211; pipa </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Filter &#8211; filter di pumproom dibersihkan </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Mooping </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Kegiatan dicatat di deck logbook dan oil record book.</div>
</li>
</ul>
<p> <span id="more-150"></span>
<ul>
<li>
<div align="justify">&#160;</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Gas freeing diperlukan pada saat :</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">sebelum memuat, sehabis bongkar untuk tank cleaning </div>
</li>
<li>
<div align="justify">persiapan masuk dock, sehabis memuat muatam cairberbahaya, memasuki ruang tertutup, pengecekan atau survey. </div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Fumigasi di ruangan kapal :</div>
<ul>
<li>
<div align="justify">Crew kapal dievakuasi </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Mesin dimatikan (blower dimatikan) </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Generator dimatikan </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Kemudian kapal / ruangan kapal ditutup dan obat fumigasi disebar ditunggu ± 10 jam </div>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Memuat barang berbahaya :</div>
<ul>
<li>
<div align="justify">mengetahui sifat fisika dan sifat kimia dari jenis muatan berbahaya dan resiko yang mungkin terjadi dalam pengangkutannya di kapal </div>
</li>
<li>
<div align="justify">memberikan label, tanda berbahaya sesui dengan kelasnya </div>
</li>
<li>
<div align="justify">penempatannya harus terpisah antara satu dengan yang lainnya.</div>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Cara membersihkan tangki untuk muatan minyak kelapa sawit:</div>
<ul>
<li>
<div align="justify">Tangki dibersihkan menggunakan butter worth machine dengan tekanan air ± 12 kg / cm2. </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Sebelumnya air diheating terlebih dulu (± 82°C) baru disemprotkan. </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Cyclus butter worth diulang hingga 4 kali dengan setingan untuk seluruh permukaan tangki. </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Pompa air laut yang tersisa di tanki ke slop tank. </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Bersihkan menggunakan air tawar dengan disemprotkan menggunakan butter worth machine, tanpa harus diheating(2 s/d 3 cycle). </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Pompa air tawar yang tersisa di tangki ke slop tank. </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Lakukan gas freeing, cek kadar O2, combustible gas dan toxic gas. </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Cek dinding tangki dan bersihkan dengan menggunakan solvent. </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Keringkan dan tangki siap untuk dimuati. </div>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Untuk muatan palm oil pipa heating coil harus terpasang dengan tujuan :</div>
<ul>
<li>
<div align="justify">untuk memanaskan muatan sebelum dibongkar sehingga pompa tidak berat memompa palm oil. Pipa heating coil tidak dipakai / muatan tidak di heating apabila pelabuhan bongkar dekat dan berada di daerah tropik. Dengan pemanasan muatan maka palm oil tidak membeku terutama di daerah winter.</div>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Cara melakukan tank cleaning di kapal tanker yang akan memuat avtur :</div>
<ul>
<li>
<div align="justify">Tiap tanki dibersihkan dengan menggunakan air laut atau air panas dengan menggunakan alat yang disebut “ Butterworth “.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Untuk selanjutnya dibilas dengan menggunakan air tawar.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Kemudian dilakukan pengeringan ( Drying ), free gas dan mopping dan setelah selesai kapal siap muat .</div>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Cara melakukan free gas :       <br />1.Tanki dikeringkan dari muatan minyak, semua kran hisap (suction valve) didalam cargo tank harus ditutup dan pipa cargo dialiri air laut dengan kecepatan sedang.        <br />2.stern lines harus ikut dibilas.        <br />3.Air bilasan yang berminyak harus ditampung di sludge tank jangan dibuang dilaut.        <br />4.setelah saluran pipa minyak, semua suction valve didalam tanki harus ditutup rapat.        <br />5.Membersihkan pipa heating coil dengan dorongan uap.        <br />6.Kemudian gasenjector dioperasikan pada setiap cargo tank secara bergantian masing masing selama ± 2 jam tergantung besar kecilnya cargo tank, selama ityu tutup tanki tidak dibuka.        <br />7.Setelah itu kandungan gas didalam tanki diukur dengan explosimeter , bila sudah pada atau dibawah batas aman maka tutup tanki dapat dibuka .        <br />8.Setelah itu dipasang blower / kipas angin pada setiap tanki untuk memasukan udara ± 2 jam.        <br />9.Bila kandungan gas tanki sudah pada batas aman bagi orang / perkerja masuk tanki diberiakn, gas free certificate bagi tanki yang bersangkutan.</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">&#160;</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Tight test, dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu:</div>
<ol>
<li>
<div align="justify">Test kekedapan dengan memakai air laut ( water tight test ) . tanki diisi air laut hingga penuh dan mencapai pipa udara, lalu diperiksa apakah terdapat bagian bagian tanki yang bocor. Cara ini paling murah, tetapi memakan waktu lama. </div>
</li>
<li>
<div align="justify">Test kekedapan yang memakai tekanan udara melalui pipa udara dimasukan tekanan udara 4 psi, dan pada pengisian udara dihentikan, lalu ditunggu beberapa saat apakhah penunjukan manometer turun, jika turun berarti ada kebocoran, jika tetap berarti tanki kedap. </div>
</li>
</ol>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Latihan Soal:        <br />Suatu tangki berkapasitas 1200 m3 akan dimuati minyak kelapa sawit dari port klang tujuan Amsterdam pada bulan Desember. Suhu saat muat 35°C, Bj = 0,51 dan suhu bongkar nantinya diminta 55°C, sehingga selama 15 gari pelayanan harus dipanaskan dengan pemanasan 0,1% setiap 1°C (tinggi tangki 10 meter).         <br />Hitung ullage pada saat muat, agar dapat memuat palm oil sebanyak-banyaknya.         <br />Jawab :         <br />Terjadi kenaikan suhu = 55°-38° = 17°C         <br />Kapasitas tangki = 1200 m3         <br />Kapasitas tangki sebelum dipanaskan 17°C = 0,1% ´ 17 ´ 1200 m3 = 20,4 m3         <br />Volume innage = 1200 &#8211; 20,4 = 1179,6 m3         <br />Jarak innage = = 9,53 m         <br />Jarak ullage pada saat muat         <br />= 10 &#8211; 9,53 m = 0,17 m</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Guna document Dry Certificate:</div>
</li>
</ul>
<p align="justify">Merupakan tanda / surat pengesahan bahwa tanki benar benar telah kering.</p>
<ul>
<li>
<div align="justify">Gunanya document Tightness Cetificate :        <br />Merupakan tanda / surat bukti pengesahan bahwa tanki benar benar kedap.</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Cara mengukur API Gravity ( American Pretroleum Indrustry ) adalah :        <br />API Gravity = 141,5 &#8211; 131,5 BJ = SG (specific grafity)         <br />BJ</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Cara mengambil sampling minyak didalam tanki yaitu:        <br />Buka manhole / hacth cover tanki, kemudian ditimba dengan, menggunakan sample cans dan masukan kedalam botol sample.</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Cara menghitung ullage muatan minyak adalah :        <br />Perhitungan volume muatan cair dalam tangki dilakukan dengan mengukur “ullage” untuk mendapatkan “innage” Volume innage x SG (berat jenis) = berat minyak</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Rumus        <br />: volume ( dalam m³ ) x BJ = berat (dalam metric ton)         <br />: Volume ( dalam cft ) : SF = berat ( dalam long ton )         <br />: 1 long ton = 1016 kg = 2240 lbs.</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Ullage :Jarak tegak dari puncak tangki ke permukaan minyak / muatan cair.</div>
</li>
<li>
<div align="justify">Innage :Jarak tegak dari dasar tangki permukaan minyak/ muatan cair.</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Guna”NOTICE OF READINISS (NOR) pada kapal Tanker adalah : “sebagai bukti outentik/certificate yang diserahkan Nahkoda kepada agent, pada saat kapal tiba di pelabuhan, yang menyatakan bahwa kapal siap untuk kegiatan bongkar muat”</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Guna“TANKER TIME SHEET” adalah untuk menentukan lamanya setelah dikeluarkanya Notice of readiness.</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Pompa stripper di gunakan apabila pembakaran minyak didalam tengki tinggal sedikit atau hampir habis dan biasanya digunakan untuk stripping.</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Cara menghitung dan merencanakan tingginya ullage dalam pemuatan minyak kelapa sawit:        <br />Karena dalam pemuatan minyak kelapa sawit dilakukan pada temperatur kurang lebih 10ºC dengan SG = 0,8965 maka harus diperhitungkan pemuatannya setiap kenaikan temperature 1ºC.         <br />Diatur ullage tanki yang besarnya kurang lebih 1,5 % volume tanki mengingat pemuaian kelapa sawit bila dipanaskan.</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Pemuatan latex didalam tanki tidak memerlukan ullage karena :        <br />Dengan adanya ullage akan membuat latex berjamur / bulukan .         <br />Latex tidak boleh dipanaskan jadi tidak ada pemuaian.</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Latihan Soal:        <br />Sebuah tangki mempunyai luas permukaan 75 m² sedang diisi minyak memakai pipa dengan Ø (diameter) 200 mm. ullage sekarang 1,6 m dan akan diisi hingga mencapai ullage = 0,8 m.         <br />Hitung : waktu yang diperlukan jika kecepatan mengalir minyak dalam pipa = 1,75 m/dtk.</div>
</li>
</ul>
<ul>
<li>
<div align="justify">Jawab :        <br />Untuk mencapai ullage 0,8 masih diperlukan pengisian minyak setinggi:         <br />1,6 m &#8211; 0,8 = 0,8 m.         <br />Volume minyak yangmasih harus diisikan :         <br />0,8 m X 75 m² = 60 m³.         <br />Luas penampang pipa = πR²         <br />Ø pipa=200 mm ;R pipa = ½ X200 mm = 100 m =0,1 m         <br />luas penampang :         <br />22X0,1X0,1=0,031 m²         <br />volume minyak dalam pipa perdetik         <br />0,031 X 1,75 = 0,055 m³         <br />jadi waktu yang diperlukan:         <br />60 m³ : 0,055= 18 menit11 detik         <br />Sebuah tangki ;V = 3000 cbm         <br />dengan tinggi = 10 meter         <br />Tangki tersebut akan diisi minyak Bj = 0,92         <br />sebanyak = 2600 ton didalam pemuatan tersebut digunakan slang / hose Ø 20 cm dengan kecepatan mengalir minyak 2 meter / detik.         <br />Hitung :         <br />a) ullage         <br />b) waktu yang diperlukan untuk memuat         <br />Jawab :         <br />Volume minyak =B =2600 = 2.826 cbm         <br />Bj0,92         <br />Volume tangki=3.000 cbm         <br />Volume ullage=174 cbm         <br />tinggi ullage = 174X 10 meter=0,58 meter         <br />3000         <br />Ø 20 cm berarti R= 10 cm = 1/10 m         <br />Luas penampang hose/slang=         <br />π R²= 22 X 1 X 1 =22         <br />71010700         <br />volume minyak dalam slang perdetik =22 X 2meter         <br />700         <br />=44 cbm/detik         <br />700         <br />waktu yg diperlukan :         <br />44= 2826&#215;700 = 44.959detik         <br />70044         <br />= 44.959 = 12,5 Jam         <br />3600</div>
</li>
</ul>
<h2  class="related_post_title">Postingan lain yang mungkin berhubungan:</h2><ul class="related_post"><li>December 15, 2009 -- <a href="http://www.noltime.com/ukur-dan-hitung-minyak.html" title="Ukur dan Hitung Minyak">Ukur dan Hitung Minyak</a></li><li>July 16, 2010 -- <a href="http://www.noltime.com/cara-mendapat-vcf-volume-convertion-factor-membuka-astm-table-52.html" title="Cara mendapat VCF (Volume Convertion Factor), membuka ASTM table 52">Cara mendapat VCF (Volume Convertion Factor), membuka ASTM table 52</a></li><li>July 16, 2010 -- <a href="http://www.noltime.com/cara-mendapat-wcf-weight-convertion-factor-membuka-astm-table-57.html" title="Cara mendapat WCF (Weight Convertion Factor), membuka ASTM table 57">Cara mendapat WCF (Weight Convertion Factor), membuka ASTM table 57</a></li><li>July 16, 2010 -- <a href="http://www.noltime.com/cara-mendapat-vcf-volume-corection-factor-membuka-astm-table-54.html" title="Cara mendapat VCF (Volume Corection Factor), membuka ASTM table 54">Cara mendapat VCF (Volume Corection Factor), membuka ASTM table 54</a></li><li>July 16, 2010 -- <a href="http://www.noltime.com/density-reduction-astm-table-53.html" title="Density reduction, ASTM table 53">Density reduction, ASTM table 53</a></li><li>January 18, 2010 -- <a href="http://www.noltime.com/bahaya-bahaya-minyak.html" title="Bahaya &ndash; Bahaya Minyak">Bahaya &ndash; Bahaya Minyak</a></li><li>November 5, 2009 -- <a href="http://www.noltime.com/menentukan-transport-lost.html" title="Menentukan Transport Lost">Menentukan Transport Lost</a></li><li>November 5, 2009 -- <a href="http://www.noltime.com/perhitungan-muatan-minyak.html" title="Perhitungan Muatan Minyak BB">Perhitungan Muatan Minyak BB</a></li><li>November 5, 2009 -- <a href="http://www.noltime.com/menentukan-transport-lost-2.html" title="Menentukan Transport Lost">Menentukan Transport Lost</a></li><li>May 8, 2009 -- <a href="http://www.noltime.com/jenis-jenis-valve-atau-kerangan-diatas-kapaltanker.html" title="JENIS-JENIS VALVE ATAU KERANGAN DIATAS KAPALTANKER">JENIS-JENIS VALVE ATAU KERANGAN DIATAS KAPALTANKER</a></li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.noltime.com/penanganan-muatan-tanker.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

