Seaman personal blog

Indonesian seafarer

Browsing Posts tagged memuat general cargo

Oleh Mas Edy
Onboard 17 Oct 2011

 

Mate Receipt (Resi Mualim) :

ialah suatu  tanda terima  oleh  pihak kapal yang diberikan kepada pemuat muatan. Isi Resi ini menjadi dasar acuan pembuatan konosemen atau Bill of Lading ( B/L).
Jika muatan yang diterima di kapal tidak sesuai yang tercantum dalam resi mualim, maka mualim kapal harus membuat catatan khusus pada resi mualim tadi, atau dapat juga dibuatkan cargo damage report.
Resi mualim dibuat dengan beberapa copy, antara lain untuk agen, untuk kapal, untuk pemuat muatan dll yang dianggap perlu.

Letter of indemnity (Surat Jaminan) :
ialah  suatu  surat  pernyataan  yang  dibuat oleh sipemuat muatan yang mengakui akan adanya kerusakan – kerusakan muatan yang dimuatnya agar supaya dalam konosement tidak ditulis mengenai kerusakan – kerusakan tersebut, sehingga yang bersangkutan mendapatkan konosemen yang berisi ( Clean Bill of Lading ). Letter of Indemnity ini berguna bagi sipengangkut muatan untuk menghindari Claim ganti rugi, dan hanya diberikan bagi pemuat muatan yang sudah dikenal dan yang bonafide saja.

Tally Sheet (Daftar Isian Perhitungan):
ialah suatu buku/blangko yang dibuat khusus untuk mempermudah pencatatan jumlah barang yang dibongkar atau dimuat.

Cargo Manifest (Surat Keterangan Muatan) :
ialah berupa surat pernyataan dari Nakhoda mengenai seluk beluk muatan dikapalnya yang mencantumkan :
– Nama kapal & nomor pelayaran & nama Nakhoda.
– Pelabuhan muat & Pelabuhan Bongkar.
– Jenis muatan dan jumlah muatan serta beratnya.
– Dll

Oleh Mas Edy

Marine Higher Education Institute
In progress Updated 14 Feb, 2011

Noltime.com|Stabilitas, catatan belajar-ku
  1. Aship is floating at drafts 5.5 m F and 6.0 m A. The following cargo is then
      loaded:
      97 tonnes centre of gravity 8 m forward of amidships
      20 tonnes centre of gravity 40 m aft of amidships
      28 tonnes centre of gravity 20 m aft of amidships
      The draft is now 5.6 metres F and 6.1 metres A. Find the position of the centre
      of flotation relative to amidships.
      Jawab:

    continue reading…

    Memuat kulit

    Comments off

    Oleh: Mas Edy

    On shore : 31 January 2010

    Kulit dimuat berlembar, atau beberapa lembar diikat jadi satu (ikatan), berbentuk segi empat. Kulit yg masih basah (mentah) di padatkan perlembar di dalam palka, dan harus di cegah kontak langsung dgn bagian2 kapal atau logam- logam lainya. Susunan nya harus datar, dgn menggunakan garam di antara setiap lapisan. Pemadatan yg paling baik ialah bagian yg tidak berambut di tutupkan dgn yang tidak berambut sambil menyebarkan garam di antaranya sehingga yg berambut juga akan berhadapan dgn yg berambut.

    Kulit yg telah di persiapkan dgn baik sebelum di muat, biasanya dalam ikatan – ikatan yg berbentuk segi empat, dimana bagian yg ada rambut nya terletak di sebelah luar. Kulit dapa di rusak oleh air hujan, air tawar, logam dan lumut.

    Karena kulit mengeluarkan bauh yg tajam, maka harus di pisahkan dari jenis – jenis muatan yg pekah terhadap odor dan juga basah udara. Peranginan harus baik dan kayu terapan harus dari bahan yg tidak merusak kulit.

    MUATAN BERBAHAYA (DANGEROUS GOODS)

    2 comments

    Oleh Mas Edy

    Onboard 24 January 2009

    Bila akan memuat Muatan Berbahaya, maka hal – hal yang perlu mendapat perhatian adalah:

    • Kenalilah sifat bahayanya.
    • Perlakukanlah dengan sangat hati-hati.

    Keselamatan pengangkutan sangat tergantung dari kelaikan pengepakan nya serta ketepatan pengidentifikasian terhadap jenis muatan berbahaya tersebut.

    Rekomendasi mengenai penanganan dan pengaturan serta prosedur pengangkutannya telah begitu berkembang dengan terbitnya peraturan-peraturan baik Nasional maupun Internasional.

    Setiap individu yang berkaitan dengan kepentingan penanganan dan pengaturan pengangkutan muatan berbahaya bertanggung jawab untuk mengetahui peraturan – peraturan tersebut dan menjamin bahwa aturan-aturan tersebut harus dipatuhi sepenuhnya.

    Daftar dari Muatan Berbahaya tersebut yang disusun berdasarkan kategorinya, dapat dilihat pada terbitan buku “ Dangerous Cargoes Handbook ” yang secara populer dikenal sebagai “ BLUE BOOK “.

    continue reading…

    Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2017 Seaman personal blog Design oleh Arnold