Seaman personal blog

Indonesian seafarer

Browsing Posts tagged pelabuhan pertamina

Menentukan Transport Lost

1 comment

Oleh: Mas Edy

On board, 05 November 2009

 

Tujuan dari menghitung transport lost adalah agar mualim satu bisa menjadikan faktor batasan toleransi jumlah muatan di pelabuhan Disch yang harus di bongkar agar tidak mengalami claim oleh pertamina pemilik muatan.

Tujuan dari menghitung transport lost adalah agar mualim satu bisa menjadikan faktor batasan toleransi jumlah muatan di pelabuhan Disch yang harus di bongkar agar tidak mengalami claim oleh pertamina atau pemilik muatan.

  • CONTOH PERHITUNGAN

SHIP FIGURE AFTER LOADING

  KL.OBS KL.15`C BRLS L/T M/T
PREMIUM 499.750 492.376 3099.013 354.954 360.651
KEROSINE 647.344 637.500 4011.791 504.327 512.421
SOLAR 646.167 637.041 4008.896 522.437 530.822

 

BL ( DLM BARRELS)

P = 3090.039

K = 4026.115

S = 4023.743

Discharging “ Bengkulu” (BEFORE DISCARGE) → 0.10 % →  0.08 %

continue reading…

Menentukan Transport Lost

Comments off

Oleh: Mas Edy

On board, 05 November 2009

 

Tujuan dari menghitung transport lost adalah agar mualim satu bisa menjadikan faktor batasan toleransi jumlah muatan di pelabuhan Disch yang harus di bongkar agar tidak mengalami claim oleh pertamina atau pemilik muatan.

CONTOH PERHITUNGAN

SHIP FIGURE AFTER LOADING

  KL.OBS KL.15`C BRLS L/T M/T
PREMIUM 499.750 492.376 3099.013 354.954 360.651
KEROSINE 647.344 637.500 4011.791 504.327 512.421
SOLAR 646.167 637.041 4008.896 522.437 530.822

 

BL ( DLM BARRELS)
P = 3090.039
K = 4026.115
S = 4023.743

Discharging “ Bengkulu” (BEFORE DISCARGE) → 0.10 % →  0.08 %

continue reading…

Pulau Baai, Bengkulu

Comments off

Oleh: Mas Edy

On board, 08 August 2009

Akhir2 ini saya sibuk dgn perjalanan kapal yang tidak tetap. begitulah cerita seorang pelaut lebih asyik lagi cerita seputar nusantara, terkadang pelaut itu jauh berlayar sampai kemana2 ke negara orang tapi cerita kepulauan dan pelabuhan di seluruh negara sendiri masih asing. contohnya pelabuhan2 dan daerah2 yang terpencil di beberapa tempat di indonesia.

Saya mengalami hal yang saya maksud adalah minim nya ketersediaan informasi untuk pelabuhan2 indonesia secara menyeluru. atau pelabuhan2 kecil di Kepulauan Nusantara, apalagi kapal berbedera Indonesia anda suda pasti tau publikasi dan Berita2 Navigasi terkadang sulit di dapat, bukan sulit tapi enggan di sediakan oleh company. asal memenuhi syarat dan lolos vetting dsb nya. kapal boleh berlayar kekurangan akan nyusul di lengkapi. itu janji kantor.. tapi janji tinggal janji entah kapan di kirim… hmm tak mengapa di negara sendiri aja kok. dua atau tiga kali berlayar melewati sebuah alur pelayaran pasti akan hafal juga dgn karakter dan kondisi perairan dan bahaya navigasi yang ada.

Dari kekurangan informasi yang saya dapatkan saya mencoba googling dan akhir nya saya menemukan beberapa informasi yang bermanfaat bagi pelayaran di nusantara adalah "Port Information" Port information ini adalah khusus untuk pelabuhan Pertamina di seluruh indonesia. tapi untuk umum/pelabuhan umum, biasanya buku di anjungan yang bisa membantu adalah "GUIDE TO PORT ENTRY" bukunya warna hijau tebal. dan buku yang lain adalah ADMIRALTY LIST OF RADIO SIGNAL ALRS Vol.6(4) untuk asia mencakup indonesia.

Saya Merangkum beberapa Informasi pelabuhan yang pernah saya singgahi dan iformasi di sini khusus untuk pelabuhan Pertamina

Pertamina Ports

PULAU BAAI / PBI (BENGKULU)

continue reading…

MUATAN BERBAHAYA (DANGEROUS GOODS)

2 comments

Oleh Mas Edy

Onboard 24 January 2009

Bila akan memuat Muatan Berbahaya, maka hal – hal yang perlu mendapat perhatian adalah:

  • Kenalilah sifat bahayanya.
  • Perlakukanlah dengan sangat hati-hati.

Keselamatan pengangkutan sangat tergantung dari kelaikan pengepakan nya serta ketepatan pengidentifikasian terhadap jenis muatan berbahaya tersebut.

Rekomendasi mengenai penanganan dan pengaturan serta prosedur pengangkutannya telah begitu berkembang dengan terbitnya peraturan-peraturan baik Nasional maupun Internasional.

Setiap individu yang berkaitan dengan kepentingan penanganan dan pengaturan pengangkutan muatan berbahaya bertanggung jawab untuk mengetahui peraturan – peraturan tersebut dan menjamin bahwa aturan-aturan tersebut harus dipatuhi sepenuhnya.

Daftar dari Muatan Berbahaya tersebut yang disusun berdasarkan kategorinya, dapat dilihat pada terbitan buku “ Dangerous Cargoes Handbook ” yang secara populer dikenal sebagai “ BLUE BOOK “.

continue reading…

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2017 Seaman personal blog Design oleh Arnold