Seaman personal blog

Indonesian seafarer

Browsing Posts tagged popeye

Memuat kulit

Comments off

Oleh: Mas Edy

On shore : 31 January 2010

Kulit dimuat berlembar, atau beberapa lembar diikat jadi satu (ikatan), berbentuk segi empat. Kulit yg masih basah (mentah) di padatkan perlembar di dalam palka, dan harus di cegah kontak langsung dgn bagian2 kapal atau logam- logam lainya. Susunan nya harus datar, dgn menggunakan garam di antara setiap lapisan. Pemadatan yg paling baik ialah bagian yg tidak berambut di tutupkan dgn yang tidak berambut sambil menyebarkan garam di antaranya sehingga yg berambut juga akan berhadapan dgn yg berambut.

Kulit yg telah di persiapkan dgn baik sebelum di muat, biasanya dalam ikatan – ikatan yg berbentuk segi empat, dimana bagian yg ada rambut nya terletak di sebelah luar. Kulit dapa di rusak oleh air hujan, air tawar, logam dan lumut.

Karena kulit mengeluarkan bauh yg tajam, maka harus di pisahkan dari jenis – jenis muatan yg pekah terhadap odor dan juga basah udara. Peranginan harus baik dan kayu terapan harus dari bahan yg tidak merusak kulit.

Di mozambique channel Africa

4 comments

Oleh: mas edy

On board Tuesday, 17 March 2009

Sepanjang bulan maret saya absent internet, begitulah seorang pelaut hanya ingin sekedar menulis cerita pengalaman hidup seorang popeye.

Saya baru sebualan ini join lagi di salah satu kapal tanker perusahan korea, naik di Durban S.A lalu next port ke India. Singkat saja liku-liku kehidupan di kapal memang suatu pengalaman yang unik dan baru pertama kali ini saya ngumpul dengan crew kapal orang korea. Di atas kapal ada juga burma dan china, tapi sebelumnya sudah perna ngumpul. hanya korea saja yang baru pertama kali ini. Sebuah pengalaman yg sebenar nya bukan unik tapi pengalaman yang bisa saya sebut gila.

Saya sedang menulis cerita ini baru saja tadi pagi kira2 pergantian jaga 2/Off ke C/Off posisi kapal sedang berlayar menuju India passing Mozambique Channel ( antara Madagascar dan Benua Africa ).

Hari ini tanggal 17 March 2009 benar2 merubah pola pemikiran saya yang dulunya selalu mengalah tetapi kali ini dan mungkin ke depannya saya harus menjadi jati diri saya yang sebenarnya. Kalau orang Rote (Ibu rote, ayah dari daratan Timor) yang meratau mempunyai satu tekat dalam hati " Saat Orang rote NTT meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke negeri orang nyawa pemuda tsbt sebenarnya sudah di bayar" hidup mati di negeri orang apapun persoalan hidupnya pantang menyerah bila harus mati sekalipun.

wah seram juga neh cerintanya he2..

continue reading…

Di tulis oleh Mas Wahyu

Sunday, 17 August 2008

Dalam rangka memperingati HUT RI ke-63 segenap ABK MT. Maera melaksanakan upacara bendera yang di pimpin langsung oleh Nakhoda kapal MT. Maera Capt. Rensi Lagonda sebagai Inspector upacara. Upacara tersebut berlansung hikmat kendati di laksanakan di tengah Samudera Indonesia dengan kecepatan angin 10 knots, dan tinggi ombak yang mencapai 2-3 meter para ABK kapal pun harus miring – miring agar tetap dapat berdiri tegak karena pengaru kapal yang roling dan pitching oleh factor gelombang laut selatan. Upacara tersebut berlangsung dari pukul 08.30WIB sampai 09.30WIB.

Proposal

Kegiatan MT. Maera memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-63

( 17 Agustus 2008 )

 

 I. LATAR BELAKANG


Menjelang HUT RI yang ke-63 kami crews MT. Maera sebagai warga Negara Republik Indonesia, ikut berpatisipasi dalam memperingati kemerdekaan dengan menyelenggarakan acara perlombaan serta Upacara Bendera dan kegiatan-kegiatan untuk menyemarakan HUT Kemerdekaan RI di atas kapal. continue reading…

Powered by WordPress Web Design by SRS Solutions © 2017 Seaman personal blog Design oleh Arnold